JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 tak hanya menghasilkan tim-tim yang melaju ke babak berikutnya, tetapi juga memicu pergantian di kursi pelatih. Hingga awal Juli 2026, delapan pelatih tim nasional tercatat mengakhiri masa jabatannya setelah gagal memenuhi target.
Sabri Lamouchi menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaannya pada turnamen ini. Ia dipecat Tunisia setelah timnya menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.
Setelah fase grup berakhir, Marcelo Bielsa mengakhiri kontraknya bersama Uruguay usai gagal membawa tim lolos ke babak gugur. Steve Clarke juga meninggalkan Timnas Skotlandia setelah timnya tersingkir di fase grup, disusul Hong Myung-bo yang mundur dari kursi pelatih Korea Selatan.
Gelombang pergantian berlanjut pada babak 32 besar. Sebastian Beccacece memilih mengakhiri masa baktinya setelah Ekuador dikalahkan Meksiko, sementara Ronald Koeman resmi mundur dari Timnas Belanda usai De Oranje kalah adu penalti dari Maroko.
Republik Ceko juga melakukan perubahan setelah Miroslav Koubek memutuskan mundur menyusul kegagalan timnya melaju dari fase grup. Berakhirnya kiprah sejumlah tim di Piala Dunia sekaligus menjadi akhir perjalanan beberapa pelatih bersama tim nasional masing-masing.
Perubahan juga terjadi di luar jajaran pelatih. Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi, Yasser Al Misehal, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan timnas lolos ke babak 32 besar.
Rentetan pengunduran diri tersebut menunjukkan tingginya ekspektasi terhadap tim nasional di ajang Piala Dunia. Bagi banyak federasi, kegagalan di turnamen terbesar sepak bola itu kerap menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan memulai proyek baru menuju kompetisi berikutnya.













