JAKARTA, Cobisnis.com – Suasana di area mataf Masjidil Haram terasa berbeda saat prosesi pergantian kiswah Ka’bah berlangsung. Lantunan takbir dan doa terdengar dari para jemaah yang menyaksikan momen tersebut secara langsung.
Pergantian kiswah berlangsung pada awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Setiap bagian kain baru dipasang secara bertahap hingga kembali menyelimuti Ka’bah.
Jemaah yang berada di lokasi tampak menghentikan sejenak aktivitas mereka. Setelah itu, banyak yang mengarahkan pandangan ke Ka’bah sambil memanjatkan doa.
Salah satu jemaah asal Indonesia mengaku tidak menyangka dapat melihat prosesi tersebut secara langsung. Sejak sore, ia menunggu di sekitar Masjidil Haram untuk mendapatkan posisi yang memungkinkan melihat pergantian kiswah.
Meski beberapa kali berpindah tempat mengikuti arahan petugas, antusiasmenya tidak berkurang. Karena itu, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama menjalankan ibadah haji.
Prosesi pemasangan kiswah dimulai setelah waktu Asar. Petugas kemudian memasang kain baru secara bertahap hingga selesai melewati tengah malam.
Kiswah dipasang mengelilingi Ka’bah melalui beberapa tahapan. Selain itu, pemasangan dilakukan dengan ketelitian tinggi agar setiap sisi terpasang sempurna.
Namun, pergantian kiswah tidak hanya menjadi simbol pergantian kain penutup Ka’bah. Momen tersebut juga mengandung pesan refleksi dan pembaruan diri.
Para pembimbing ibadah mengajak jemaah menjadikan awal Muharam sebagai kesempatan memperbaiki kualitas spiritual. Di sisi lain, pergantian kiswah mengingatkan bahwa setiap perjalanan hidup selalu membuka ruang untuk perubahan.
Pembuatan kiswah sendiri memerlukan proses panjang dan melibatkan banyak tenaga ahli. Sementara itu, hasil akhirnya menjadi simbol penghormatan sekaligus bagian penting dari tradisi di Tanah Suci.
Ketika prosesi berakhir, suasana khusyuk masih terasa di sekitar Ka’bah. Jemaah dari berbagai negara tetap melanjutkan doa dan ibadah dalam suasana yang penuh harapan.













