JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan besar untuk mengakhiri konflik yang berlangsung saat ini.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat berbicara di Oval Office pada Kamis waktu setempat. Selain itu, Trump menilai kesepakatan tersebut dapat membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Ia juga mengisyaratkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendukung proses tersebut. Karena itu, Trump memperkirakan kedua pihak dapat merampungkan perjanjian dalam beberapa hari ke depan.
Trump bahkan mengatakan Wakil Presiden JD Vance berpeluang menghadiri penandatanganan kesepakatan di Eropa.
Namun, pemerintah Iran memberikan respons yang lebih hati-hati terhadap klaim tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran belum mengambil keputusan akhir mengenai kesepakatan apa pun.
Meski begitu, media pemerintah Iran melaporkan sebagian besar naskah perjanjian telah selesai disusun. Sementara itu, Iran menilai Amerika Serikat beberapa kali mengubah posisinya sejak negosiasi dimulai.
Perkembangan diplomatik itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan. Sebelumnya, Trump mengancam akan mengambil alih Pulau Kharg yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.
Di sisi lain, Teheran mengklaim telah menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan untuk hari kedua berturut-turut. Serangan tersebut terjadi setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Iran pada pekan ini.
Karena itu, pelaku pasar dan negara-negara di kawasan terus memantau perkembangan negosiasi kedua negara.













