JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah Israel dan Iran kembali terlibat aksi saling serang. Situasi ini mendominasi daftar berita internasional yang paling banyak menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Israel pada Senin, 8 Juni 2026, mengklaim telah melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan rudal yang sebelumnya diluncurkan Teheran. Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa kota, termasuk ibu kota Teheran.
Militer Israel menyebut serangan tersebut menyasar target di wilayah barat dan tengah Iran. Sementara itu, Iran menuduh Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas memanasnya konflik dan menilai aksi Israel tidak terlepas dari dukungan Washington.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan tidak ada pihak yang percaya Israel bertindak sendiri tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Pernyataan itu semakin mempertegas ketegangan diplomatik yang berkembang di kawasan.
Konflik juga merambah sektor industri strategis. Media Iran melaporkan bahwa Israel menyerang fasilitas Perusahaan Petrokimia Karoon di Mahshahr, wilayah barat daya Iran. Serangan terhadap infrastruktur industri ini memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang lebih luas.
Sebagai balasan, Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan ke dua pangkalan udara Israel, yakni Nevatim dan Tel Nof. Operasi tersebut disebut sebagai respons atas serangan Israel terhadap sejumlah lokasi radar di Iran.
Militer Israel mengklaim seluruh rudal Iran berhasil dicegat dan tidak menimbulkan korban jiwa. Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, perhatian dunia juga tertuju ke Asia Timur setelah Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Korea Utara dan disambut langsung oleh Kim Jong Un bersama istrinya, Ri Sol Ju. Xi menegaskan hubungan persahabatan antara Beijing dan Pyongyang tetap kuat dan tidak tergoyahkan.













