JAKARTA, Cobisnis.com – Saat harga Bitcoin dan Ethereum masih bergerak lesu, sebagian investor justru mulai melirik instrumen kripto baru, yakni ETF Hyperliquid. Produk ini melacak aset digital Hyperliquid (HYPE) dan mencuri perhatian pasar Amerika Serikat.
ETF Hyperliquid mencatat arus dana masuk hampir US$160 juta hanya dalam beberapa hari sejak peluncuran. Capaian ini terjadi di tengah tekanan pada ETF Bitcoin dan Ethereum akibat pelemahan harga aset kripto utama.
Pada Mei 2026, Bitwise dan 21Shares meluncurkan ETF spot berbasis Hyperliquid dengan kode BHYP dan THYP. Dalam waktu singkat, keduanya berhasil menarik minat investor secara konsisten.
Hingga awal Juni 2026, total aset kelolaan kedua produk tersebut mendekati US$150 juta. Arus dana masuk tercatat stabil setiap hari perdagangan sejak peluncuran.
Grayscale juga ikut meramaikan pasar dengan meluncurkan Grayscale Hyperliquid Staking ETF (HYPG). Produk ini menjadi alternatif baru bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke ekosistem Hyperliquid.
Hyperliquid sendiri merupakan platform perdagangan perpetual futures berbasis blockchain yang beroperasi 24 jam. Popularitasnya meningkat tajam sejak pertengahan 2025 di kalangan pelaku kripto.
Meski tumbuh cepat, Hyperliquid masih menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman investor dan meningkatnya persaingan. Namun, derasnya arus dana menunjukkan minat pasar terhadap aset kripto alternatif terus berkembang.













