JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio akhirnya buka suara soal kondisi Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang belum pernah tampil di publik sejak awal menjabat. Rubio menyebut ada indikasi kuat bahwa Mojtaba masih hidup dan mulai lebih aktif dalam pengambilan keputusan, meski komunikasinya dilakukan lewat tulisan dan perantara.
Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada Selasa, 2 Juni 2026. Sidang berlangsung di tengah upaya perundingan untuk mengakhiri perang tiga bulan antara Iran dan koalisi AS-Israel.
Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun disebut menggantikan posisi ayahnya, Ali Khamenei, setelah sang ayah tewas dalam serangan udara awal perang pada 28 Februari. Sejak saat itu, ia dilaporkan tidak pernah tampil di hadapan publik.
Rubio menegaskan meski Mojtaba tidak terlihat, ia diduga tetap terlibat dalam sejumlah keputusan penting di pemerintahan Iran. Ini menjadi salah satu konfirmasi terbuka pertama dari pejabat tinggi AS terkait kondisi pemimpin Iran tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa proses komunikasi di internal Iran berlangsung tidak langsung. Setiap pesan harus melalui perantara dan kembali ke dewan pemerintahan sebelum keputusan diambil, sehingga prosesnya bisa memakan waktu beberapa hari.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya juga menyebut tidak ada keputusan penting yang diambil tanpa persetujuan Pemimpin Tertinggi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Mojtaba tetap memegang kendali meski tidak tampil di publik.
Rubio menambahkan bahwa peluang kesepakatan dengan Iran masih terbuka, dengan syarat pembatasan program nuklir dan isu Selat Hormuz. Namun ia menilai proses negosiasi akan tetap berjalan lambat selama komunikasi masih tertutup dan tidak langsung.













