JAKARTA, Cobisnis.com – BPH Migas memastikan stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan data per 18 Mei 2026, stok Pertalite dengan RON 90 tercatat mencapai 1,37 juta kiloliter. Jumlah tersebut disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 16 hari ke depan.
Untuk Pertamax dengan RON 92, stok yang tersedia mencapai 561 ribu kiloliter dengan ketahanan sekitar 27,8 hari. Sementara Pertamax Turbo dengan RON 98 menjadi jenis bensin dengan ketahanan stok paling panjang, yakni mencapai 61,7 hari.
Pada jenis BBM solar, stok nasional tercatat sebesar 1,57 juta kiloliter dengan ketahanan 16,4 hari. Wahyudi menyebut angka tersebut relatif stabil dan terus dijaga pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor industri.
Sementara itu, stok Pertamina Dex tercatat sebesar 60 ribu kiloliter dengan ketahanan hingga 35 hari. Adapun avtur sebagai bahan bakar penerbangan memiliki stok 385 ribu kiloliter atau cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 26,6 hari.
Minyak tanah atau kerosin menjadi jenis BBM dengan ketahanan stok paling pendek dalam laporan kali ini. Dengan stok sekitar 16 ribu kiloliter, ketahanannya diperkirakan hanya mencapai 11,8 hari. Meski demikian, BPH Migas memastikan kondisi tersebut masih berada dalam batas aman dan terus dipantau secara berkala.
Wahyudi menegaskan seluruh stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman di tengah fluktuasi harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global. Menurutnya, transparansi data stok energi menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan kepercayaan publik terhadap ketahanan energi nasional.












