Berdasarkan data RTI Business, nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp 25,59 triliun dengan volume transaksi sebesar 45,97 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,8 juta kali transaksi sepanjang sesi berlangsung.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 612 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 112 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 94 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang signifikan.
Pelemahan hari ini memperpanjang tekanan terhadap IHSG sepanjang tahun 2026. Secara year-to-date, indeks tercatat sudah turun hingga 26,32%, mencerminkan tekanan besar yang masih membayangi pasar modal domestik.
Koreksi tajam juga menyeret saham-saham milik konglomerat besar ke zona Auto Reject Bawah (ARB). Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan kode TPIA milik Prajogo Pangestu anjlok 14,75% ke level Rp 3.120 per saham.
Tekanan juga terjadi pada saham lain milik Prajogo, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN yang turun 13,33% ke Rp 650 per saham, serta PT Petrosea Tbk atau PTRO yang melemah 10,93% ke level Rp 4.320 per saham.
Dari Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA juga terkena ARB setelah turun 14,77% ke harga Rp 750 per saham. Sementara itu, saham sawit milik Theodore Permadi Rachmat melalui PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG mencatat penurunan paling dalam dengan koreksi 14,97% ke level Rp 1.590 per saham.