JAKARTA, Cobisnis.com – Selama tiga dekade terakhir, China dikenal sebagai negara dengan tingkat kepemilikan rumah yang sangat tinggi. Sekitar sembilan dari 10 keluarga di negara itu memiliki rumah sendiri.
Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Selain itu, kepemilikan rumah di China memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar investasi.
Dalam budaya Tiongkok, rumah melambangkan stabilitas, status sosial, dan tanggung jawab terhadap keluarga. Karena itu, banyak orang mulai merencanakan pembelian rumah sejak lulus kuliah.
Namun, perlambatan ekonomi mulai mengubah pola pikir tersebut. Krisis properti yang berlangsung sejak 2020 membuat banyak calon pembeli lebih berhati-hati. Penjualan rumah baru pada 2025 turun ke level terendah sejak 2014.
Nilainya hanya mencapai 7,3 triliun yuan. Angka itu jauh di bawah puncak pasar pada 2021 yang mencapai 16,2 triliun yuan. Sementara itu, harga rumah di banyak kota terus melemah.













