JAKARTA, Cobisnis.com – Harga emas di pasar global rebound ke atas US$ 4.700 per troi ons pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Harga emas spot naik 0,63 persen menjadi US$ 4.715,51 per troi ons pukul 15.20 WIB.
Dua faktor utama dorong kenaikan ini. Pembelian besar emas oleh bank sentral China dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz.
PBoC beli 8,1 ton emas pada April 2026, jumlah tertinggi sejak Desember 2024. Ini jadi sinyal kuat permintaan emas dari bank sentral global masih sangat solid.
Analis Pepperstone Group Ahmad Assiri nilai tren pembelian PBoC bisa jadi katalis positif bagi pembeli Asia. Ia sebut ini posisi awal untuk potensi reli emas lebih besar setelah konflik Timur Tengah berakhir.
AS serang target militer Iran setelah Iran tembaki tiga kapal perusak AS di Selat Hormuz. Bentrokan ini perparah ketidakpastian pasar dan perkuat permintaan aset safe haven.
Analis Motilal Oswal, Manav Modi, sebut gangguan di Hormuz buat ekspektasi inflasi tetap tinggi. Ini perkuat kekhawatiran The Fed akan pertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Suku bunga tinggi dan dolar kuat secara historis berdampak negatif bagi emas. Namun tekanan geopolitik dan pembelian bank sentral kali ini dinilai cukup kuat untuk imbangi faktor itu.
Sejak konflik AS-Iran meletus, harga emas sudah turun sekitar 11 persen. Penurunan dipicu kekhawatiran inflasi akibat hampir tertutupnya Selat Hormuz dan lonjakan harga energi.
Pelaku pasar kini pantau rilis data non-farm payroll AS yang keluar Jumat sore. Data itu jadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Beberapa pejabat The Fed sudah kesampingkan prospek pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Perang yang masuki bulan ketiga buat ruang penurunan suku bunga semakin sempit.













