• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, June 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
in Nasional
0
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah campak di Bangladesh kembali menjadi perhatian setelah menewaskan puluhan anak sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, wabah campak di Bangladesh dinilai semakin mengkhawatirkan akibat rendahnya angka vaksinasi.

Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 38 anak meninggal dunia akibat campak dan komplikasi terkait. Selain itu, total kasus yang tercatat mencapai 674 kasus di seluruh negeri, dengan sebagian besar berasal dari ibu kota Dhaka.

Rendahnya cakupan vaksinasi menjadi salah satu faktor utama penyebaran penyakit ini. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan menurunkan usia vaksinasi dari sembilan bulan menjadi enam bulan.

Langkah tersebut diambil setelah banyak kasus ditemukan pada bayi di bawah usia sembilan bulan. Selain itu, program imunisasi kini menyasar anak-anak usia enam bulan hingga 10 tahun.

Campak merupakan infeksi virus yang sangat mudah menular di populasi yang belum terlindungi vaksin. Sementara itu, penularan terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau bernapas.

Gejala awal penyakit ini sering menyerupai flu sebelum muncul ruam khas di kulit. Selain itu, ruam biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh dalam beberapa hari.

Pemerintah Bangladesh berencana meluncurkan program imunisasi nasional secara bertahap. Oleh karena itu, daerah berisiko tinggi seperti wilayah padat penduduk akan menjadi prioritas utama.

Di sisi lain, anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap memiliki risiko paling tinggi mengalami komplikasi serius. Selain itu, kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan individu dengan sistem imun lemah juga berpotensi mengalami dampak yang lebih berat.

Tags: BangladeshCampakcobisnis.comHeadlineimunisasiKesehatan anakPenyakit MenularVaksinasi

Related Posts

Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kepanikan di Festival Old West End Toledo Setelah Rentetan Tembakan

by Zahra Zahwa
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah orang tertembak di dekat festival Old West End di Toledo, Ohio, Amerika Serikat, pada Sabtu sore...

Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kanada Sambut Piala Dunia 2026 dengan Optimisme dan Kebanggaan Baru

by Zahra Zahwa
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kanada merasakan lonjakan kebanggaan nasional menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Negara itu akan menjadi tuan rumah bersama...

BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini...

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Kota Global

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Kota Global

by Rizki Meirino
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi Financial Operating System yang menghubungkan berbagai elemen pembangunan kota. Visi tersebut...

Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Pemerintahan Trump Perketat Syarat Pengecualian Kerja Medicaid untuk Warga Sakit

by Zahra Zahwa
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan aturan baru yang dapat mempersulit jutaan warga Amerika Serikat mempertahankan perlindungan Medicaid....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

June 6, 2026
BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

June 6, 2026
Dampak Dolar Menguat, Harga Produk Ritel Ikut Disesuaikan oleh Emiten

Dampak Dolar Menguat, Harga Produk Ritel Ikut Disesuaikan oleh Emiten

June 5, 2026
Rumor Persija Bidik Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru Musim Depan

Rumor Persija Bidik Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru Musim Depan

June 6, 2026
Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kepanikan di Festival Old West End Toledo Setelah Rentetan Tembakan

June 7, 2026
Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kanada Sambut Piala Dunia 2026 dengan Optimisme dan Kebanggaan Baru

June 7, 2026
BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

June 7, 2026
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Kota Global

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Kota Global

June 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved