• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Masih Cemas, Harga Minyak Belum Turun Meski Ada Sinyal Damai

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pasar Masih Cemas, Harga Minyak Belum Turun Meski Ada Sinyal Damai

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia masih tinggi meski Amerika Serikat memberi sinyal akan keluar dari konflik dengan Iran, menunjukkan pasar belum benar-benar tenang.

Kontrak minyak Brent untuk pengiriman Juni tercatat naik 1,5% menjadi US$ 105,56 per barel. Kenaikan ini melanjutkan tren reli kuat sepanjang Maret.

Secara bulanan, harga Brent melonjak lebih dari 60% selama Maret 2026. Ini menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1988.

Sementara itu, minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) juga naik 1,5% ke level US$ 102,92 per barel. Sepanjang Maret, WTI menguat sekitar 51%.

Lonjakan harga ini terjadi meski Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menarik pasukan dalam dua hingga tiga minggu. Pernyataan tersebut belum cukup meredam kekhawatiran pasar.

Pasar energi global masih fokus pada ketegangan di Selat Hormuz. Jalur vital distribusi minyak dunia ini dinilai menjadi kunci utama stabilitas harga.

Trump menegaskan bahwa AS akan segera keluar dari konflik tanpa harus menunggu kesepakatan dengan Iran. Namun pernyataan ini belum sepenuhnya dipercaya pelaku pasar.

Di sisi lain, Iran membantah adanya proses negosiasi resmi dengan AS. Komunikasi yang terjadi disebut hanya sebatas pertukaran pesan.

Ketegangan makin meningkat setelah serangan drone Iran ke fasilitas energi di kawasan Timur Tengah. Ancaman terhadap perusahaan-perusahaan AS juga menambah kekhawatiran.

Garda Revolusi Iran bahkan menyebut 18 perusahaan AS sebagai target potensial. Situasi ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi global.

Analis menilai ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama pendorong harga. Selama konflik belum mereda, tekanan pada harga minyak diperkirakan akan bertahan.

Kenaikan harga minyak ini mulai berdampak ke berbagai sektor, termasuk inflasi dan biaya energi global. Kondisi ini juga berpotensi menekan daya beli masyarakat di banyak negara.

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: Amerika SerikatCobisnisenergi globalhargaHeadlineiranminyakPebisnismudaTimur tengah

Related Posts

Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Liverpool menegaskan tidak memiliki rencana melepas Cody Gakpo pada bursa transfer musim panas 2026 meski Tottenham Hotspur...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Stok Rudal Pertahanan AS Menyusut, Hampir 80% Interseptor THAAD Telah Digunakan

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat dilaporkan menurun tajam setelah konflik dengan Iran. Sejumlah pejabat militer kini...

Cesar Gastelum

Live TikTok Berubah Tragis, Influencer Meksiko Tewas Ditembak di Tempat

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Influencer TikTok asal Meksiko, Cesar Gastelum, tewas setelah ditembak saat melakukan siaran langsung di TikTok di Kota...

Hubungan Thailand Kamboja

Adu Sindir Dua Presiden Picu Ancaman Baru bagi Hubungan Thailand-Kamboja

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hubungan Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah para pemimpin kedua negara saling melontarkan kritik keras terkait sengketa...

Iran Hormuz

Tak Perlu Bom Nuklir, Selat Hormuz Jadi Senjata Geopolitik Iran

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran dinilai memiliki senjata strategis yang mampu mengguncang ekonomi global tanpa harus menggunakan bom nuklir, yakni kendali...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Big Match! Persib dan Persija Saling Sikut Demi Satu Tiket Final Piala Presiden 2026

Big Match! Persib dan Persija Saling Sikut Demi Satu Tiket Final Piala Presiden 2026

August 4, 2026
AIA Luncurkan AIA+, Hadirkan Kenyamanan Berasuransi Dalam Satu Genggaman

AIA Luncurkan AIA+, Hadirkan Kenyamanan Berasuransi Dalam Satu Genggaman

August 4, 2026
TrendAI One Vision

TrendAI™ Perkuat Infrastruktur Pusat Data di Indonesia untuk Dukung AI dan Ketahanan Siber

August 4, 2026
Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

August 4, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

August 5, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

August 5, 2026
Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

August 5, 2026
Doh Kyung Soo

Blitzway Entertainment Siapkan Langkah Hukum untuk Lindungi Doh Kyung Soo

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved