JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah guna memastikan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan seluruh mitra SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten. Evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari kualitas menu, ketepatan distribusi, hingga higienitas dalam proses pengolahan makanan.
Direktur Research Institute of Socio-Economic Development, Fajar Rahmadi, menilai evaluasi ketat menjadi kunci keberhasilan program.
“Saya yakin pelaksanaan MBG saat ini belum maksimal. Ketepatan pengantaran, kualitas menu, jenis menu yang diberikan perlu ada evaluasi,” ujarnya.
Berdasarkan riset RISED di sejumlah wilayah Jawa Tengah, dukungan masyarakat terhadap program MBG cukup tinggi di berbagai lapisan ekonomi. Sekitar 85% dukungan datang dari keluarga berpengeluaran rendah, disusul 78% dari kelompok menengah bawah, serta 75% hingga 60% dari kelompok ekonomi yang lebih tinggi.
Meski demikian, pemerintah diminta tidak berpuas diri. Fajar menekankan pentingnya standarisasi operasional SPPG agar kualitas layanan tetap konsisten.
“Kita perlu standarisasi SPPG, baik dari sisi menu maupun cara kerja, termasuk higienitas yang harus dijaga,” tegasnya.
Pengawasan di lapangan juga dilakukan oleh jajaran BGN, termasuk Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan, Albertus Dony Dewantoro, yang meninjau langsung kondisi dapur dan proses produksi makanan.
Dalam salah satu sidak, ditemukan adanya ketidaksesuaian SOP, seperti pekerja yang tidak menggunakan seragam sesuai ketentuan hingga kondisi dapur yang dinilai belum layak.
“Dari sini saja sudah terlihat kondisi dapurnya. Tempat memasak ada di lantai dan terbuka. Ini harus direlokasi,” ujarnya.
BGN menegaskan bahwa SPPG yang tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi, termasuk penghentian sementara operasional. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh layanan MBG mampu menyajikan makanan yang aman, higienis, dan sesuai standar gizi.
Dengan pengawasan rutin dan evaluasi berkelanjutan, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.













