• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Importir Kecil Anggur Gugat Tarif Trump Saat Korporasi Besar Bungkam

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 23, 2026
in News
0
Importir Kecil Anggur Gugat Tarif Trump Saat Korporasi Besar Bungkam

JAKARTA, Cobisnis.com – Saat sebagian besar korporasi besar Amerika memilih diam atas kebijakan tarif Presiden Donald Trump, seorang importir anggur kecil dari New York justru mengambil risiko besar dengan menggugat kebijakan tersebut dan akhirnya menang di Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Victor Schwartz, pemilik VOS Selections, menjadi wajah utama dalam gugatan untuk membatalkan tarif darurat skala luas yang diberlakukan Trump. Gugatan bertajuk VOS Selections, Inc. v. Trump diajukan pada 14 April 2025 oleh Liberty Justice Center, firma hukum kepentingan publik yang berhaluan libertarian. Perkara ini kemudian digabungkan dengan gugatan serupa dari 12 negara bagian dan perusahaan perlengkapan pendidikan Learning Resources.

Schwartz awalnya ragu mengambil peran sebagai penggugat utama. Namun setelah berdiskusi dengan Liberty Justice Center yang menilai penggunaan International Emergency Economic Powers Act untuk memberlakukan tarif secara sepihak sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ia memutuskan maju. Ia mengaku merasa seperti “garis pertahanan terakhir” untuk menghentikan kebijakan yang menurutnya melampaui kewenangan eksekutif dan mengancam bisnis keluarga yang ia jalankan.

Putusan Mahkamah Agung pada Jumat menyatakan tarif darurat luas tersebut ilegal. Kemenangan ini berpotensi membuka jalan bagi pengembalian dana besar kepada para importir, dengan estimasi total mencapai sedikitnya US$134 miliar berdasarkan data pendapatan tarif Bea Cukai AS hingga pertengahan Desember. Namun mekanisme pengembaliannya masih belum jelas.

Meski menang, Schwartz mengaku menghadapi tekanan pribadi. Ia mengatakan menerima serangan melalui pesan teks dan email secara terus-menerus. “Kami bahkan harus mengunci pintu kantor,” ujarnya.

Bisnisnya mengimpor anggur dan minuman beralkohol dari 16 negara. Ia terbiasa menghadapi perubahan tarif, terutama selama masa jabatan Trump. Tahun lalu, Trump bahkan sempat mengancam tarif 50% untuk produk dari Uni Eropa. Sejak “Liberation Day” istilah yang digunakan Trump untuk 2 April 2025 saat ia mengumumkan tarif global Schwartz mengaku harus meninjau ulang harga seluruh produknya setidaknya empat kali dan telah membayar tarif hingga ratusan ribu dolar.

“Kami tidak bisa begitu saja menaikkan harga atau menulis cek seperti perusahaan besar,” katanya.

Putusan tersebut memang membatalkan tarif darurat besar, namun tidak menghentikan Trump untuk memberlakukan kebijakan lain. Pada hari yang sama, Trump menandatangani tarif global 10% di bawah dasar hukum berbeda dan mengisyaratkan opsi tambahan untuk membatasi impor.

Schwartz menyadari risiko melawan “orang paling berkuasa di dunia.” Bahkan perusahaan besar seperti Amazon sempat mendapat tekanan setelah muncul laporan bahwa mereka mempertimbangkan menampilkan dampak tarif pada harga produk. Namun bagi Schwartz, dukungan dari pelaku usaha kecil lain di seluruh negeri memberinya semangat.

CEO Learning Resources, Rick Woldenberg, yang juga menggugat tarif, mengatakan secara matematis ia tak mampu menanggung pajak tambahan tersebut. Berbeda dengan Schwartz, ia harus menanggung sendiri biaya hukum yang mencapai jutaan dolar.

Pengacara Alan Morrison, yang sebelumnya memimpin gugatan terhadap tarif baja Trump pada masa jabatan pertamanya, memahami mengapa banyak perusahaan besar memilih tidak tampil di garis depan. Ancaman pembalasan dan pemberian pengecualian selektif membuat banyak pihak merasa rentan.

Meski begitu, ribuan perusahaan termasuk Costco kini turut menggugat pemerintah untuk mengamankan hak pengembalian dana tanpa harus menjadi sorotan utama seperti Schwartz.

Schwartz tidak keberatan jika korporasi besar ikut menikmati hasil perjuangannya. “Kadang butuh satu korek api kecil untuk menyalakan api besar. Saya bangga dengan itu,” ujarnya. Untuk merayakan kemenangan, ia berencana membuka sebotol anggur tua Châteauneuf-du-Pape dari koleksinya.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
free online course
download mobile firmware
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpMahkamahAgungASTarifGlobal

Related Posts

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan ambisinya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian energi. Pemerintah berupaya mengurangi hingga menghentikan...

Chatbot AI Grok

Respons Aneh Grok Bikin Pengguna Bingung

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA,Cobisnis.com - Chatbot kecerdasan buatan Grok mendadak memberikan respons dengan rangkaian kata yang sulit dipahami sehingga membuat sejumlah pengguna X...

PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

by Rizki Meirino
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kerja Kabupaten Ketapang dan...

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ruben Samuel Onsu atau RSO akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan...

Dolly Parton

Intip Rumah Superprivat Dolly Parton

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyanyi country legendaris Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun pada 25 Agustus 2026, meninggalkan kisah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

August 24, 2026
Sebelum Ikut Arisan, Cek 6 Tanda Ini agar Tak Jadi Korban Penipuan

Sebelum Ikut Arisan, Cek 6 Tanda Ini agar Tak Jadi Korban Penipuan

August 25, 2026
Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

August 26, 2026
Chatbot AI Grok

Respons Aneh Grok Bikin Pengguna Bingung

August 26, 2026
PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

August 26, 2026
Dolly Parton Ingin Makamnya Dipenuhi Mawar Kuning, Ini Alasannya

Dolly Parton Ingin Makamnya Dipenuhi Mawar Kuning, Ini Alasannya

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved