• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, August 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Rukyat Hilal dan Sidang Isbat: Tradisi, Sains, atau Kebutuhan Negara?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
February 16, 2026
in Nasional
0
Rukyat Hilal dan Sidang Isbat: Tradisi, Sains, atau Kebutuhan Negara?

JAKARTA, Cobisnis.com – Penulis menegaskan sejak awal bahwa pandangan ini disampaikan dari perspektif ilmu hukum tata negara, bukan dari sudut pandang astronomi. Sebagai akademisi hukum, Ija Suntana membangun argumen berdasarkan kerangka ketatanegaraan dan bukan perhitungan ilmu falak.

Dalam beberapa hari terakhir, muncul perdebatan publik mengenai alasan pemerintah tetap melakukan rukyat hilal dan sidang isbat untuk menentukan awal puasa tahun 2026. Hal ini dipertanyakan karena secara ilmiah, melalui perhitungan astronomi modern, posisi bulan sudah dapat diprediksi dengan presisi tinggi, termasuk ketinggian bulan, koordinat, dan tingkat pencahayaan (iluminasi).

Secara hisab, bulan diprediksi berada di bawah ufuk sehingga hampir mustahil terlihat. Namun, dalam sains, “hampir mustahil” bukan berarti “tidak mungkin sama sekali”. Ilmu pengetahuan tidak bekerja dengan kepastian absolut, melainkan dengan probabilitas, margin galat, dan kemungkinan yang terukur. Karena itu, prediksi ilmiah selalu menyisakan ruang ketidakpastian.

Dari sudut pandang negara, keputusan publik tidak bisa hanya bertumpu pada prediksi teoretis. Negara membutuhkan legitimasi prosedural, yaitu keputusan yang lahir dari proses yang sah, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara institusional. Dalam konteks ini, rukyat hilal bukan sekadar ritual atau simbolik, tetapi merupakan bentuk kehati-hatian negara dalam memastikan dasar keputusan yang kuat.

Sidang isbat dan rukyat hilal berfungsi sebagai mekanisme verifikasi formal agar keputusan negara memiliki dasar metodologis yang lengkap, baik secara ilmiah maupun prosedural. Inilah yang dalam perspektif tata negara dapat disebut sebagai due diligence epistemik, yakni kehati-hatian negara dalam memastikan bahwa kebijakan publik dibangun di atas proses yang sah, transparan, dan dapat diterima secara kolektif oleh masyarakat.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download samsung firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
Tags: Astronomicobisnis.comilmu falakiluminasiketatanegaraanlegitimasi proseduralmekanismeverifikasi formal

Related Posts

Anies Baswedan

Anies Baswedan Nilai Label ‘Anak Abah’ Tak Lagi Relevan

by Desti Dwi Natasya
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anies Baswedan menilai istilah “anak abah” yang masih digunakan untuk melabeli orang-orang yang mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo...

Megawati

Megawati Absen dari Sidang Tahunan MPR, PDIP Ungkap Alasannya

by Desti Dwi Natasya
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta...

iPhone 18

iPhone 18 Dikabarkan Bawa RAM 12 GB, Naik dari Generasi Sebelumnya

by Desti Dwi Natasya
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple dikabarkan menyiapkan peningkatan kapasitas RAM pada iPhone 18 yang disebut mencapai 12 GB. Bocoran tersebut berasal...

Godwill Kukonki Manchester United

Godwill Kukonki Tetap di Manchester United, Kontrak Profesional Segera Menanti

by Desti Dwi Natasya
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Masa depan Godwill Kukonki di Manchester United mulai menemui titik terang setelah bek muda tersebut dikabarkan memilih...

Di Sidang Tahunan MPR, Muzani Ingatkan Bahaya Demokrasi Tanpa Etika

Di Sidang Tahunan MPR, Muzani Ingatkan Bahaya Demokrasi Tanpa Etika

by Hidayat Taufik
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa demokrasi tidak akan berkembang hanya dengan saling melontarkan celaan. Menurutnya,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPK Periksa Dugaan Korupsi CSR Bank BJB, Kasus Iklan Masih Berjalan

KPK Periksa Dugaan Korupsi CSR Bank BJB, Kasus Iklan Masih Berjalan

August 13, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

August 13, 2026
Survei Herbalife: 91% Masyarakat Indonesia Prioritaskan Kesehatan Holistik

Survei Herbalife: 91% Masyarakat Indonesia Prioritaskan Kesehatan Holistik

August 13, 2026
Windows

Celah ShieldBreak Bobol Windows Defender, Peneliti Ungkap Risiko Ambil Alih Perangkat

August 13, 2026
Anies Baswedan

Anies Baswedan Nilai Label ‘Anak Abah’ Tak Lagi Relevan

August 14, 2026
Megawati

Megawati Absen dari Sidang Tahunan MPR, PDIP Ungkap Alasannya

August 14, 2026
Man City Jual Reijnders Rp1,25 Triliun dan Mulai Incar Enzo Fernandez

Man City Jual Reijnders Rp1,25 Triliun dan Mulai Incar Enzo Fernandez

August 14, 2026
iPhone 18

iPhone 18 Dikabarkan Bawa RAM 12 GB, Naik dari Generasi Sebelumnya

August 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved