JAKARTA, Cobisnis.com – Render paling detail sejauh ini untuk proyek ballroom Presiden Donald Trump di White House sempat dipublikasikan pada Jumat lalu sebelum akhirnya ditarik dari situs resmi. Gambar rancangan dari Shalom Baranes Associates yang sempat diunggah oleh National Capital Planning Commission (NCPC) memperlihatkan skala masif ruang seluas 89.000 kaki persegi yang direncanakan.
Dalam render tersebut, sayap timur (East Wing) baru tampak membentang sepanjang kurang lebih satu blok jalan, jauh lebih panjang dibanding West Wing. Bahkan panjangnya disebut lebih dari setengah gedung Treasury Building yang berada tepat di sebelahnya. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan penghapusan proposal dari situs NCPC.
Hadapi Tantangan Hukum
Proyek ini menghadapi gugatan hukum dari kelompok pelestarian sejarah terkemuka di Amerika Serikat. Seorang hakim federal bulan lalu menyatakan skeptisisme mendalam atas kewenangan Trump membangun ballroom tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres. Meski demikian, pembangunan terus berjalan. Trump mengklaim proyek tersebut lebih cepat dari jadwal dan tetap sesuai anggaran. Pihak Gedung Putih menyatakan ballroom akan didanai secara privat.
“Ketika selesai, ini akan menjadi Ballroom terbaik yang pernah dibangun di mana pun di dunia,” tulis Trump di platform Truth Social. Ia juga menyebut bahwa pelantikan presiden di masa depan yang biasanya digelar di United States Capitol dapat diadakan di ballroom tersebut.
NCPC dijadwalkan menggelar pertemuan pada 5 Maret untuk membahas proposal ini. Trump diketahui telah menunjuk sejumlah loyalisnya ke dalam NCPC serta ke Commission of Fine Arts, lembaga lain yang juga harus meninjau rencana pembangunan tersebut.
Ambisi 15 Tahun
Pembongkaran East Wing dimulai pada Oktober lalu sebagai bagian dari ambisi Trump selama 15 tahun untuk membangun ruang acara besar di kompleks Gedung Putih. Ballroom ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas acara resmi sekaligus mencerminkan gaya interior mewah seperti di klub-klub pribadi miliknya. Perkiraan biaya terbaru proyek ini mencapai 400 juta dolar AS. Sejumlah perusahaan besar disebut menjadi donor swasta, termasuk Apple, Amazon, Lockheed Martin, Microsoft, Google, Coinbase, Comcast, serta Meta.
Gedung Putih menunjuk Shalom Baranes Associates sebagai arsitek baru pada Desember lalu, setelah sebelumnya dilaporkan terjadi perselisihan antara presiden dan arsitek awal proyek tersebut.
Ekspansi ini akan menghadirkan ballroom utama seluas sekitar 22.000 kaki persegi yang mampu menampung hingga 1.000 tamu duduk. Total luas keseluruhan proyek diperkirakan mencapai 89.000 kaki persegi. Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi salah satu perubahan arsitektural terbesar dalam sejarah modern Gedung Putih.













