• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Humaniora
0
Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

JAKARTA, Cobisnis.com – Lahir di Ramallah pada akhir 1990-an, desainer Ayham Hassan tumbuh dengan kesadaran bahwa tekstil Palestina bukan sekadar kain atau busana. Baginya, setiap helai sulaman adalah bukti geografi, garis keturunan, dan ingatan kolektif.

Lulusan Central Saint Martins di London ini menamai koleksi akhirnya “IM-Mortal Magenta: The Color That Doesn’t Exist,” yang sarat inspirasi visual dari Gaza. Ia menjadikan warna magenta sebagai simbol tentang penghapusan dan keberlangsungan hidup, dengan tatreez sebagai bahasa visual sekaligus struktur desainnya.

Tatreez sulaman tradisional Palestina telah berusia ratusan tahun dan awalnya menjadi identitas wilayah. Warna, teknik, hingga motif tanaman dan bunga tertentu menandakan asal daerah, status sosial, serta peristiwa penting dalam hidup perempuan seperti pernikahan atau menjadi janda.

Dari Identitas Budaya Menjadi Simbol Perlawanan

Sejak 1948, setelah perang Arab-Israel yang dikenal sebagai Nakba ketika sekitar 700.000 warga Palestina terusir dari tanah mereka tatreez perlahan berubah menjadi medium politik.

Menurut Rachel Dedman, kurator seni Timur Tengah di Victoria and Albert Museum dan penulis buku Stitching the Intifada: Embroidery and Resistance in Palestine, tatreez kini dipahami sebagai bagian dari konsep “sumud” atau keteguhan Palestina.

“Praktiknya sebagai bentuk solidaritas semakin terlihat,” ujarnya. Kini, lokakarya tatreez dan komunitas menyulam bermunculan, termasuk di media sosial seperti TikTok.

Dedman telah meneliti tatreez selama lebih dari satu dekade, berawal dari undangan Palestinian Museum pada 2014. Pameran “Thread Memory: Embroidery from Palestine” ditampilkan di V&A Dundee, Skotlandia, sementara “Embroidering Palestine” dibuka di MoMu, museum mode di Antwerp, yang juga menampilkan karya Hassan berdampingan dengan thobe berusia lebih dari satu abad.

Menurut Dedman, tatreez pada abad ke-19 adalah bagian dari mode yang dinamis. Perempuan saling memperhatikan gaya satu sama lain. Ia menekankan pentingnya melihat tatreez bukan sekadar artefak statis, melainkan ekspresi fashion yang hidup dan terus berkembang.

Sulaman Yang Tak Pernah Berhenti

Samar Abdrabbou, pengelola program Palestina untuk Made in Palestine (MIP), menyebut bahwa awalnya tatreez bukanlah tindakan perlawanan. Perempuan menyulam untuk merayakan kecantikan dan feminitas mereka.

Namun setelah Nakba, banyak perempuan Palestina hanya membawa thobe yang mereka kenakan saat terusir. Pabrik kain hancur, tetapi praktik menyulam tak pernah berhenti.

Motif semangka dengan warna merah, putih, hitam, dan hijau seperti bendera Palestina muncul sebagai simbol solidaritas. Perempuan mulai menyisipkan pesan politik dalam sulaman mereka, menjadikan tubuh mereka ruang ekspresi perlawanan yang sunyi namun kuat.

Pada 2021, tatreez diakui secara global oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, sebuah langkah penting untuk menjaga kelestariannya.

Bahasa Hidup Dan Arsip Antar Generasi

Bagi Hassan, membawa tatreez antara London dan Palestina tak pernah terasa netral. Di satu sisi ia dipandang sebagai warisan budaya, di sisi lain langsung dipolitisasi karena konteks pendudukan.

“Tatreez bukan sekadar ornamen; ia adalah bahasa hidup, bentuk perlawanan, dan arsip lintas generasi,” ujarnya.

Sementara itu, pada 2024 Abdrabbou mendirikan SAMARKAND, inisiatif budaya untuk melestarikan dan mengajarkan tatreez kepada generasi muda. Ia menyadari semakin banyak anak muda Palestina yang tak lagi memahami teknik tradisional ini.

Baginya, menyulam adalah cara menghormati warisan leluhur. Ia teringat foto sehelai tatreez yang ditemukan di bawah reruntuhan di Gaza. “Hal pertama yang saya pikirkan adalah waktu dan tenaga yang dicurahkan perempuan yang membuatnya,” katanya.

Kini, lingkaran tatreez mingguan di sebuah kafe di Bethlehem mempertemukan perempuan, laki-laki, warga Palestina, dan peserta internasional. Mereka berbagi cerita, tradisi, dan pengalaman sambil menyulam bersama.

Di tengah bayang-bayang konflik dan kehancuran, tatreez menjadi simbol keindahan, kreativitas, dan daya tahan budaya Palestina sebuah sulaman yang tak pernah berhenti dirajut.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: BudayaPalestinacobisnis.comPalestinaSulamanTradisionalTatreez

Related Posts

LIXIL

LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia

by Iwan Supriyatna
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Berangkat dari keyakinan bahwa untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik dibutuhkan pendekatan holistik dan kolaboratif,...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aparat kepolisian merespons laporan mengenai selebritas dan blogger hiburan Perez Hilton pada Selasa malam waktu setempat. Laporan...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lembaga keamanan kecerdasan buatan Inggris mengungkap temuan baru terkait perilaku model AI canggih selama pengujian di lingkungan...

Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Liverpool menegaskan tidak memiliki rencana melepas Cody Gakpo pada bursa transfer musim panas 2026 meski Tottenham Hotspur...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Sisa Roket SpaceX Diperkirakan Jatuh ke Bulan, Tidak Mengancam Bumi

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebagian roket Falcon 9 milik SpaceX diperkirakan akan menghantam permukaan Bulan pada Rabu pagi waktu setempat. Peristiwa...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
LIXIL

LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia

August 6, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

August 5, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

August 5, 2026
Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved