• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, July 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Humaniora
0
Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

JAKARTA, Cobisnis.com – Lahir di Ramallah pada akhir 1990-an, desainer Ayham Hassan tumbuh dengan kesadaran bahwa tekstil Palestina bukan sekadar kain atau busana. Baginya, setiap helai sulaman adalah bukti geografi, garis keturunan, dan ingatan kolektif.

Lulusan Central Saint Martins di London ini menamai koleksi akhirnya “IM-Mortal Magenta: The Color That Doesn’t Exist,” yang sarat inspirasi visual dari Gaza. Ia menjadikan warna magenta sebagai simbol tentang penghapusan dan keberlangsungan hidup, dengan tatreez sebagai bahasa visual sekaligus struktur desainnya.

Tatreez sulaman tradisional Palestina telah berusia ratusan tahun dan awalnya menjadi identitas wilayah. Warna, teknik, hingga motif tanaman dan bunga tertentu menandakan asal daerah, status sosial, serta peristiwa penting dalam hidup perempuan seperti pernikahan atau menjadi janda.

Dari Identitas Budaya Menjadi Simbol Perlawanan

Sejak 1948, setelah perang Arab-Israel yang dikenal sebagai Nakba ketika sekitar 700.000 warga Palestina terusir dari tanah mereka tatreez perlahan berubah menjadi medium politik.

Menurut Rachel Dedman, kurator seni Timur Tengah di Victoria and Albert Museum dan penulis buku Stitching the Intifada: Embroidery and Resistance in Palestine, tatreez kini dipahami sebagai bagian dari konsep “sumud” atau keteguhan Palestina.

“Praktiknya sebagai bentuk solidaritas semakin terlihat,” ujarnya. Kini, lokakarya tatreez dan komunitas menyulam bermunculan, termasuk di media sosial seperti TikTok.

Dedman telah meneliti tatreez selama lebih dari satu dekade, berawal dari undangan Palestinian Museum pada 2014. Pameran “Thread Memory: Embroidery from Palestine” ditampilkan di V&A Dundee, Skotlandia, sementara “Embroidering Palestine” dibuka di MoMu, museum mode di Antwerp, yang juga menampilkan karya Hassan berdampingan dengan thobe berusia lebih dari satu abad.

Menurut Dedman, tatreez pada abad ke-19 adalah bagian dari mode yang dinamis. Perempuan saling memperhatikan gaya satu sama lain. Ia menekankan pentingnya melihat tatreez bukan sekadar artefak statis, melainkan ekspresi fashion yang hidup dan terus berkembang.

Sulaman Yang Tak Pernah Berhenti

Samar Abdrabbou, pengelola program Palestina untuk Made in Palestine (MIP), menyebut bahwa awalnya tatreez bukanlah tindakan perlawanan. Perempuan menyulam untuk merayakan kecantikan dan feminitas mereka.

Namun setelah Nakba, banyak perempuan Palestina hanya membawa thobe yang mereka kenakan saat terusir. Pabrik kain hancur, tetapi praktik menyulam tak pernah berhenti.

Motif semangka dengan warna merah, putih, hitam, dan hijau seperti bendera Palestina muncul sebagai simbol solidaritas. Perempuan mulai menyisipkan pesan politik dalam sulaman mereka, menjadikan tubuh mereka ruang ekspresi perlawanan yang sunyi namun kuat.

Pada 2021, tatreez diakui secara global oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, sebuah langkah penting untuk menjaga kelestariannya.

Bahasa Hidup Dan Arsip Antar Generasi

Bagi Hassan, membawa tatreez antara London dan Palestina tak pernah terasa netral. Di satu sisi ia dipandang sebagai warisan budaya, di sisi lain langsung dipolitisasi karena konteks pendudukan.

“Tatreez bukan sekadar ornamen; ia adalah bahasa hidup, bentuk perlawanan, dan arsip lintas generasi,” ujarnya.

Sementara itu, pada 2024 Abdrabbou mendirikan SAMARKAND, inisiatif budaya untuk melestarikan dan mengajarkan tatreez kepada generasi muda. Ia menyadari semakin banyak anak muda Palestina yang tak lagi memahami teknik tradisional ini.

Baginya, menyulam adalah cara menghormati warisan leluhur. Ia teringat foto sehelai tatreez yang ditemukan di bawah reruntuhan di Gaza. “Hal pertama yang saya pikirkan adalah waktu dan tenaga yang dicurahkan perempuan yang membuatnya,” katanya.

Kini, lingkaran tatreez mingguan di sebuah kafe di Bethlehem mempertemukan perempuan, laki-laki, warga Palestina, dan peserta internasional. Mereka berbagi cerita, tradisi, dan pengalaman sambil menyulam bersama.

Di tengah bayang-bayang konflik dan kehancuran, tatreez menjadi simbol keindahan, kreativitas, dan daya tahan budaya Palestina sebuah sulaman yang tak pernah berhenti dirajut.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: BudayaPalestinacobisnis.comPalestinaSulamanTradisionalTatreez

Related Posts

Persib dan Persija Masih Berburu Pemain, Transfer Belum Selesai

Persib dan Persija Masih Berburu Pemain, Transfer Belum Selesai

by Hidayat Taufik
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persib Bandung dan Persija Jakarta memastikan aktivitas mereka di bursa transfer belum berakhir. Kedua klub masih membuka...

NCT 127 Lanjut Bersama SM Entertainment, Johnny hingga Haechan Perpanjang Kontrak

Hidup sebagai Tunawisma, Mantan Bintang ‘The Ring’ Tinggalkan Warisan Rp7,2 Miliar

by Desti Dwi Natasya
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris dan penyanyi Amerika Serikat, Daveigh Chase, meninggalkan harta warisan sekitar 400 ribu dolar AS atau setara...

DPR Desak Solusi Usai Mitra MBG Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

DPR Desak Solusi Usai Mitra MBG Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

by Hidayat Taufik
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyoroti ancaman aksi mogok nasional yang disampaikan sejumlah asosiasi mitra...

NCT 127 Lanjut Bersama SM Entertainment, Johnny hingga Haechan Perpanjang Kontrak

Usai Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Sebut La Roja Tim Terbaik Dunia

by Desti Dwi Natasya
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Spanyol memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Prancis dalam laga semifinal. Kemenangan tersebut...

DPR Restui Dana Rp4 Triliun untuk Tenda dan Layanan Dasar Haji 2027

DPR Restui Dana Rp4 Triliun untuk Tenda dan Layanan Dasar Haji 2027

by Hidayat Taufik
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi VIII DPR RI menyetujui pencairan dana uang muka sekitar Rp4 triliun untuk mendukung persiapan penyelenggaraan ibadah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi El Nino 2026, Simak Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Hadapi El Nino 2026, Simak Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

July 14, 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Siap Berlabuh di Lampung, TNI AL Kebut Persiapan

SpaceX Kantongi Izin FAA, Uji Coba Starship ke-13 Siap Diluncurkan

July 14, 2026
Produksi Rokok RI Kembali Melonjak, Tembus 28,1 Miliar Batang pada Juni 2026

Produksi Rokok RI Kembali Melonjak, Tembus 28,1 Miliar Batang pada Juni 2026

July 13, 2026
AIA Luncurkan AIA Healthy Longevity di Jalur Distribusi BCA, Layanan Terpadu untuk Bantu Tingkatkan Periode Hidup Sehat (Healthspan)

AIA Luncurkan AIA Healthy Longevity di Jalur Distribusi BCA, Layanan Terpadu untuk Bantu Tingkatkan Periode Hidup Sehat (Healthspan)

July 13, 2026
Agent Kim Reactivated Jadi Serial Paling Banyak Ditonton di Netflix Pekan Ini

Agent Kim Reactivated Jadi Serial Paling Banyak Ditonton di Netflix Pekan Ini

July 15, 2026
GAPKI Catat Ekspor Sawit Merosot pada Mei 2026, Produksi Turun tapi Persediaan Melonjak

GAPKI Catat Ekspor Sawit Merosot pada Mei 2026, Produksi Turun tapi Persediaan Melonjak

July 15, 2026
Arab Saudi Catat Suhu 50 Derajat Celsius, Warga Hindari Keluar Saat Siang Hari

Arab Saudi Catat Suhu 50 Derajat Celsius, Warga Hindari Keluar Saat Siang Hari

July 15, 2026
China Catat Impor Minyak Terendah dalam Hampir 10 Tahun, Ini Penyebabnya

China Catat Impor Minyak Terendah dalam Hampir 10 Tahun, Ini Penyebabnya

July 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved