• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Humaniora
0
Tatreez Dijelaskan: Mengapa Perempuan Palestina Melestarikan Sulaman Tradisional

JAKARTA, Cobisnis.com – Lahir di Ramallah pada akhir 1990-an, desainer Ayham Hassan tumbuh dengan kesadaran bahwa tekstil Palestina bukan sekadar kain atau busana. Baginya, setiap helai sulaman adalah bukti geografi, garis keturunan, dan ingatan kolektif.

Lulusan Central Saint Martins di London ini menamai koleksi akhirnya “IM-Mortal Magenta: The Color That Doesn’t Exist,” yang sarat inspirasi visual dari Gaza. Ia menjadikan warna magenta sebagai simbol tentang penghapusan dan keberlangsungan hidup, dengan tatreez sebagai bahasa visual sekaligus struktur desainnya.

Tatreez sulaman tradisional Palestina telah berusia ratusan tahun dan awalnya menjadi identitas wilayah. Warna, teknik, hingga motif tanaman dan bunga tertentu menandakan asal daerah, status sosial, serta peristiwa penting dalam hidup perempuan seperti pernikahan atau menjadi janda.

Dari Identitas Budaya Menjadi Simbol Perlawanan

Sejak 1948, setelah perang Arab-Israel yang dikenal sebagai Nakba ketika sekitar 700.000 warga Palestina terusir dari tanah mereka tatreez perlahan berubah menjadi medium politik.

Menurut Rachel Dedman, kurator seni Timur Tengah di Victoria and Albert Museum dan penulis buku Stitching the Intifada: Embroidery and Resistance in Palestine, tatreez kini dipahami sebagai bagian dari konsep “sumud” atau keteguhan Palestina.

“Praktiknya sebagai bentuk solidaritas semakin terlihat,” ujarnya. Kini, lokakarya tatreez dan komunitas menyulam bermunculan, termasuk di media sosial seperti TikTok.

Dedman telah meneliti tatreez selama lebih dari satu dekade, berawal dari undangan Palestinian Museum pada 2014. Pameran “Thread Memory: Embroidery from Palestine” ditampilkan di V&A Dundee, Skotlandia, sementara “Embroidering Palestine” dibuka di MoMu, museum mode di Antwerp, yang juga menampilkan karya Hassan berdampingan dengan thobe berusia lebih dari satu abad.

Menurut Dedman, tatreez pada abad ke-19 adalah bagian dari mode yang dinamis. Perempuan saling memperhatikan gaya satu sama lain. Ia menekankan pentingnya melihat tatreez bukan sekadar artefak statis, melainkan ekspresi fashion yang hidup dan terus berkembang.

Sulaman Yang Tak Pernah Berhenti

Samar Abdrabbou, pengelola program Palestina untuk Made in Palestine (MIP), menyebut bahwa awalnya tatreez bukanlah tindakan perlawanan. Perempuan menyulam untuk merayakan kecantikan dan feminitas mereka.

Namun setelah Nakba, banyak perempuan Palestina hanya membawa thobe yang mereka kenakan saat terusir. Pabrik kain hancur, tetapi praktik menyulam tak pernah berhenti.

Motif semangka dengan warna merah, putih, hitam, dan hijau seperti bendera Palestina muncul sebagai simbol solidaritas. Perempuan mulai menyisipkan pesan politik dalam sulaman mereka, menjadikan tubuh mereka ruang ekspresi perlawanan yang sunyi namun kuat.

Pada 2021, tatreez diakui secara global oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, sebuah langkah penting untuk menjaga kelestariannya.

Bahasa Hidup Dan Arsip Antar Generasi

Bagi Hassan, membawa tatreez antara London dan Palestina tak pernah terasa netral. Di satu sisi ia dipandang sebagai warisan budaya, di sisi lain langsung dipolitisasi karena konteks pendudukan.

“Tatreez bukan sekadar ornamen; ia adalah bahasa hidup, bentuk perlawanan, dan arsip lintas generasi,” ujarnya.

Sementara itu, pada 2024 Abdrabbou mendirikan SAMARKAND, inisiatif budaya untuk melestarikan dan mengajarkan tatreez kepada generasi muda. Ia menyadari semakin banyak anak muda Palestina yang tak lagi memahami teknik tradisional ini.

Baginya, menyulam adalah cara menghormati warisan leluhur. Ia teringat foto sehelai tatreez yang ditemukan di bawah reruntuhan di Gaza. “Hal pertama yang saya pikirkan adalah waktu dan tenaga yang dicurahkan perempuan yang membuatnya,” katanya.

Kini, lingkaran tatreez mingguan di sebuah kafe di Bethlehem mempertemukan perempuan, laki-laki, warga Palestina, dan peserta internasional. Mereka berbagi cerita, tradisi, dan pengalaman sambil menyulam bersama.

Di tengah bayang-bayang konflik dan kehancuran, tatreez menjadi simbol keindahan, kreativitas, dan daya tahan budaya Palestina sebuah sulaman yang tak pernah berhenti dirajut.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
Tags: BudayaPalestinacobisnis.comPalestinaSulamanTradisionalTatreez

Related Posts

Muzani Berharap Gus Kikin Perkuat Peran NU untuk Bangsa

Muzani Berharap Gus Kikin Perkuat Peran NU untuk Bangsa

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam...

Prabowo: Koalisi Penting untuk Mengurus Indonesia

Prabowo: Koalisi Penting untuk Mengurus Indonesia

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kerja sama antarpartai politik diperlukan untuk mendukung jalannya pemerintahan. Ia menilai ukuran...

Novak Djokovic Gugur di Babak Pembuka US Open 2026 Setelah Takluk dari Mariano Navone

Google Maps Ubah Lake Ontario Menjadi “Lake America” untuk Pengguna di AS

by Zahra Zahwa
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pengguna Google Maps di Amerika Serikat kini tidak lagi menemukan nama Lake Ontario seperti sebelumnya. Platform peta...

XLSMART memperkuat jaringan 5G di Medan, Binjai, dan Deli Serdang dengan lebih dari 1.000 BTS untuk mendukung layanan Unlimited 5G SMARTFREN.

XLSMART Perkuat 5G Medan dengan 1.000 BTS

by Rizki Meirino
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat jaringan 5G di Sumatera Utara, khususnya Medan, Binjai, dan Deli...

Novak Djokovic Gugur di Babak Pembuka US Open 2026 Setelah Takluk dari Mariano Navone

Pemerintah AS Masih Mencari Formula Regulasi untuk Teknologi Kecerdasan Buatan

by Zahra Zahwa
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Upaya pemerintah Amerika Serikat untuk mengawasi dan mengatur perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menghadapi berbagai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

August 30, 2026
Begini Cara AI Bekerja di Balik Tambang AMMAN

Begini Cara AI Bekerja di Balik Tambang AMMAN

August 31, 2026
Dokter Tirta Ungkap Cara Pilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

Dokter Tirta Ungkap Cara Pilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

August 22, 2026
Muzani Berharap Gus Kikin Perkuat Peran NU untuk Bangsa

Muzani Berharap Gus Kikin Perkuat Peran NU untuk Bangsa

August 31, 2026
BTN dan PHSI Serahkan Rumah Bagi 30 Pahlawan Bangsa

BTN dan PHSI Serahkan Rumah Bagi 30 Pahlawan Bangsa

August 31, 2026
Dari Tongkrongan ke Asia: Kisah Sukses Tas Buatan Anak Muda Bandung

Dari Tongkrongan ke Asia: Kisah Sukses Tas Buatan Anak Muda Bandung

August 31, 2026
Prabowo: Koalisi Penting untuk Mengurus Indonesia

Prabowo: Koalisi Penting untuk Mengurus Indonesia

August 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved