BANTEN, Cobisnis.com – Lima wartawan yang tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal dari kawasan Carita, Banten.
Kelima wartawan tersebut diketahui melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik gunung yang berada di Selat Sunda tersebut.
Pemilik kapal yang digunakan rombongan, Sandi Wiasa, memastikan kapal dalam kondisi laik berlayar saat membawa para wartawan. Kapal disebut telah dilengkapi dokumen perizinan serta peralatan keselamatan, termasuk jaket pelampung.
Sandi mengatakan, kondisi perairan saat kapal bertolak dari Carita juga relatif normal. Jumlah penumpang yang berada di dalam kapal disebut masih sesuai dengan kapasitas yang tersedia.
Ia mengaku baru mengetahui kapal tersebut hilang kontak setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian. Sandi kemudian berupaya melakukan pencarian dengan menghubungi sejumlah warga dan nelayan di sekitar Pulau Sebesi, Lampung.
Kapal tersebut juga diketahui memiliki perangkat GPS portabel. Namun, Sandi belum dapat memastikan apakah perangkat tersebut masih dapat digunakan untuk mengetahui posisi terakhir kapal.
Sebelum kehilangan kontak, pemandu rombongan sempat mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau kepada istrinya. Foto tersebut dikirim sekitar empat jam setelah kapal berangkat. Saat itu, posisi kapal disebut berada lebih dari tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Adapun lima wartawan yang berada dalam rombongan tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan wartawan lepas.
Upaya pencarian terhadap kelima wartawan dan awak kapal terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Kondisi serta keberadaan mereka masih menjadi perhatian hingga proses pencarian berlangsung.













