• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, November 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

5 Hal yang Harus diperhatikan saat Beli Makanan Kemasan Tinggi Protein

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
November 8, 2026
in Lifestyle
0
5 Hal yang Harus diperhatikan saat Beli Makanan Kemasan Tinggi Protein

JAKARTA, Cobisnis.com – Protein telah menjadi daya tarik utama dalam industri makanan kemasan, dengan segala sesuatu yang mudah didapatkan di supermarket, mulai dari sereal sarapan dan keripik hingga biskuit, roti, dan cokelat dipasarkan sebagai alternatif tinggi protein.

Meskipun produk-produk ini dapat meningkatkan asupan protein, istilah ‘tinggi protein’ pada kemasan dapat menyesatkan dan tidak selalu membuat makanan tersebut sehat atau unggul secara nutrisi, lho!

Supaya kamu lebih teliti lagi sebelum membeli makanan kemasan tinggi protein tersebut, ada baiknya kamu perlu memeriksa isi kandungan yang tertera di kemasan.

Dilansir dari Indianexpress, Minggu (8/11/2026), ahli gizi Garima Goyal membagikan tips memeriksa kemasan sebelum membeli produk yang diklaim tinggi protein tersebut, yaitu:

1. Bacalah label nutrisi, bukan hanya bagian depan kemasan

Pertama, periksa kandungan protein sebenarnya pada panel informasi nutrisi. Suatu produk mungkin mengiklankan tambahan protein tetapi tetap hanya menyediakan jumlah yang sedikit per sajian. Konsumen harus membandingkan kandungan protein per 100g dan per sajian, daripada hanya mengandalkan klaim pemasaran yang menonjol.

2. Periksa ukuran porsi dengan cermat

Beberapa produk menampilkan angka protein yang mengesankan untuk ukuran porsi yang luar biasa besar. Misalnya, camilan yang mengandung 10g protein dalam kemasan 100g hanya memberikan 2g jika kamu mengonsumsi 20g. Selalu hitung berapa banyak protein yang sebenarnya kamu peroleh dari jumlah yang dimakan.

3. Lihatlah lebih dari sekadar kandungan protein

Suatu produk dapat mengandung protein tambahan sekaligus tinggi gula tambahan, natrium, lemak jenuh, atau kalori. Pengayaan protein tidak secara otomatis meningkatkan kualitas nutrisi keseluruhan suatu makanan. Periksa label nutrisi lengkap dan daftar bahan sebelum memutuskan apakah produk tersebut layak dimasukkan dalam diet harian.

4. Identifikasi sumber proteinnya

Perhatikan juga bahan-bahan seperti padatan susu, whey, protein kedelai, protein kacang polong, dan bahan-bahan kaya protein lainnya dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan protein.

Karakteristik nutrisinya berbeda, tetapi keberadaan bahan protein saja tidak menentukan berapa banyak protein yang terkandung dalam produk akhir. Informasi nutrisi tetap penting.

5. Pahami apa arti sebenarnya dari klaim tersebut

Otoritas Keamanan Pangan dan Standar India (FSSAI) mengatur klaim nutrisi pada makanan kemasan. Berdasarkan Peraturan Periklanan dan Klaim, pernyataan protein tinggi harus memenuhi kriteria tertentu, ini bukan sekadar frasa pemasaran yang dapat digunakan produsen tanpa bukti.

Namun, protein tidak harus berasal hanya dari makanan kemasan. “Susu, yogurt, telur, ikan, ayam, kedelai, kacang-kacangan, dan polong-polongan semuanya dapat berkontribusi pada kebutuhan protein harian. Jumlah yang tepat bergantung pada faktor-faktor seperti usia, tingkat aktivitas, dan status kesehatan.”

“Pilihan yang benar-benar bergizi sesuai dengan kebutuhan kamu, bukan hanya yang berlabel tinggi protein,” jelas Goyal.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: makanan kemasanmakanan kemasan tinggi proteinprotein bar

Related Posts

Protein Bar - pexels/Towfiqu barbhuiya

Apakah Protein Bar Aman dikonsumsi Penderita Penyakit Jantung?

by Chodijah Febriani
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobinis.com - Sebatang protein bar bisa menjadi salah satu cara praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tetapi bisakah itu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bayi Baru Lahir - pexels/Bruno Curly

Angka Kelahiran di Jepang Meningkat Pertama Kalinya Dalam 11 Tahun

November 7, 2026
Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Dokter Mengatur Menu Harian

Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Tips Dokter Mengatur Menu Harian

November 7, 2026
5 Geopark Indonesia Raih Green Card dari UNESCO

5 Geopark Indonesia Raih Green Card dari UNESCO

November 7, 2026
Tangis Fitrah Maulana Usai Blunder, Bangga Bawa Persib Lolos

Ancol Gratiskan Tiket Masuk hingga 12 November 2026, Ini Caranya

November 7, 2026
Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot

Gadi Eisenkot ditunjuk Presiden Israel Isaac Herzog Bentuk Pemerintahan Baru

November 8, 2026
5 Hal yang Harus diperhatikan saat Beli Makanan Kemasan Tinggi Protein

5 Hal yang Harus diperhatikan saat Beli Makanan Kemasan Tinggi Protein

November 8, 2026
Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

November 8, 2026
Sulit Tidur - pexels/Fikry Pradana

Bahaya Kurang Tidur Berturut-turut, Kadar Gula Darah Sulit dikendalikan

November 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved