JAKARTA, Cobisnis.com – Distrik Shinjuku di Tokyo, Jepang, bersiap memperketat operasional penginapan sewa jangka pendek setelah keluhan warga terkait perilaku turis asing meningkat. Lebih dari separuh penginapan sewa jangka pendek di kawasan tersebut berpotensi terkena larangan.
Shinjuku saat ini memiliki sekitar 4.000 unit penginapan sewa jangka pendek. Jumlah tersebut disebut menyumbang hampir 10% dari total penginapan privat di Jepang.
Keluhan warga muncul karena sejumlah perilaku wisatawan yang dianggap mengganggu lingkungan. Masalah yang dilaporkan antara lain membuang sampah sembarangan, merokok di area terlarang, hingga menimbulkan kebisingan.
Otoritas Shinjuku kini tengah merevisi aturan daerah terkait penginapan privat. Aturan baru tersebut akan melarang pengoperasian penginapan sewa jangka pendek di zona pemukiman dan kawasan sekitar sekolah.
Kebijakan itu berpotensi memengaruhi sekitar 2.000 unit properti yang saat ini beroperasi. Akomodasi yang tersedia melalui platform seperti Airbnb juga termasuk dalam penginapan sewa jangka pendek yang terdampak.
Keluhan masyarakat terkait penginapan privat di Shinjuku tercatat melonjak 40% pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu. Sebagian besar laporan berkaitan dengan pelanggaran aturan pembuangan sampah.
Pejabat distrik Shinjuku mengatakan laporan lainnya mencakup kebiasaan merokok sembarangan dan pelanggaran batas wilayah privat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah setempat untuk meninjau kembali aturan penginapan.
Seorang warga Shinjuku berusia 70-an, Masaru Sato, mendukung langkah tegas pemerintah daerah. Ia menilai sebagian warga asing dan pengelola penginapan privat tidak mematuhi aturan lokal.
“Banyak warga asing, termasuk para pengelola penginapan privat, yang tidak mematuhi aturan lokal. Wilayah ini menjadi kotor karena cara mereka membuang sampah sangat berantakan,” tutur Sato.
Pengetatan aturan ini berlangsung ketika jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang terus meningkat. Jepang menerima lebih dari 24,5 juta wisatawan dalam tujuh bulan pertama tahun ini.
Pemerintah Jepang menargetkan kedatangan 60 juta wisatawan asing pada 2030. Namun, peningkatan jumlah wisatawan juga membuat persoalan overtourism menjadi perhatian di sejumlah kota besar, termasuk Tokyo dan Kyoto.
Shinjuku kini mencoba mencari keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan kenyamanan warga. Revisi aturan penginapan diharapkan dapat mengurangi gangguan di kawasan pemukiman tanpa mengabaikan perkembangan sektor pariwisata.













