• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

18 Juta Santri dan 28 Ribu Pesantren, Belum Digerakkan Maksimal untuk Ekonomi Kerakyatan

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
October 22, 2020
in Nasional
0
18 Juta Santri dan 28 Ribu Pesantren, Belum Digerakkan Maksimal untuk Ekonomi Kerakyatan

Cobisnis.com – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyatakan saat ini terdapat 28.194 pesantren di Tanah Air dengan jumlah santri mencapai 18 juta orang. Dengan kekuatan sebesar itu, para santri dan pesantren dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM.

Sejak dulu pesantren tersebar luas di Nusantara, dan umumnya berada di pedesaan. Pesantren lahir mandiri, dibangun dengan swadaya masyarakat dan memberikan layanan terintegrasi: sebagai lembaga pendidikan, layanan dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin, MA menegaskan, UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, menyatakan pesantren memiliki posisi strategis sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat.

“Dalam melaksanakan fungsi
pemberdayaan masyarakat, pesantren berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pesantren dan
masyarakat sekitarnya,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat meresmikan program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional, Kamis (22 Oktober 2020).

Dalam kesempatan tersebut diungkapkan Laporan kegiatan yang
disampaikan pimpinan Pesantren Madinatunnajah KH Agus Abdul Ghofur dan Staf Khusus Wakil Presiden RI
Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim dari Tangerang Selatan.

Diantaranya melalui pengembangan lembaga keuangan syariah pesantren; pengembangan kewirausahaan santri (santripreneur); dan pengembangan sektor riil dan industri halal.

Pengembangan keuangan syariah di pesantren dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal
Wat-Tamwil (BMT) yang keduanya berbadan hukum koperasi.

Kementerian Koperasi dan UKM turut
melakukan revitalisasi pembiayaan dana bergulir yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir
(LPDB) untuk mendukung pembiayaan koperasi termasuk koperasi syariah (BMT) di Pesantren.

Saat ini, BMT sudah berkembang di masyarakat dan telah menjadi ujung tombak inklusifitas layanan keuangan syariah di masyarakat pada tingkat akar rumput.

Penguatan kewirausahaan santri (santripreneur) dilakukan dengan membekali santri keterampilan vokasi dan kewirausahaan.

“Diharapkan, selain menguasai ilmu agama juga menguasai kewirausahaan sehingga saat terjun di masyarakat, santri mampu menggerakkan masyarakat untuk berwirausaha.”

Ketahanan Pangan

Pesantren juga diharapkan berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan. Usaha itu telah dilakukan KNEKS bersama Bank Indonesia (BI) mendukung program ketahanan pangan berbasis pesantren, seperti Urban Farming Pesantren, Green Waqf dan lain-lain.

Urban Farming Pesantren adalah program serupa khusus untuk pesantren yang berada di perkotaan yang memiliki lahan terbatas.

Green Waqf merupakan program wakaf produktif di sektor pertanian dan perikanan yang hasilnya dimanfaatkan oleh pesantren dan masyarakat miskin sebagai penerima manfaat (maukuf alaih).

Baik Urban Farming maupun Green Waqf diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan pendapatan pesantren dan masyarakat sekitar.

“Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi bebagai inisiasi pengembangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah berbasis pesantren dan komunitas. Ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat,” ujar Wapres.

Program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas merupakan rangkaian kegiatan 7th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang mengangkat tema “Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth through Promoting Halal Industries for Global Prosperity”, dengan puncaknya di tanggal 27-30 Oktober 2020.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
online free course
download lava firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
Tags: Bisnis indonesiaCobisnisHari santrisantri nasional

Related Posts

Enam Tahun IFG Life, Klaim Tembus Rp33,76 Triliun

Enam Tahun IFG Life, Klaim Tembus Rp33,76 Triliun

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) memperingati enam tahun perjalanan dengan memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan bagi masyarakat...

KUMPUL Summit Soroti Kesenjangan Pembiayaan UMKM USD 300 Miliar

KUMPUL Summit Soroti Kesenjangan Pembiayaan UMKM USD 300 Miliar

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – KUMPUL Summit 2026 menyoroti kesenjangan pembiayaan bisnis di Asia Tenggara yang mencapai lebih dari USD 300 miliar...

Kodam XVII/Cenderawasih memperkuat koordinasi penanganan karhutla di Papua setelah kabut asap mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan.

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kodam Cenderawasih Siaga

by Desti Dwi Natasya
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kodam XVII/Cenderawasih memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua menyusul munculnya sejumlah titik api...

Didimax Luncurkan AI Trading Assistant Gratis Tanpa Token

Didimax Luncurkan AI Trading Assistant Gratis Tanpa Token

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin membawa perubahan besar dalam dunia keuangan dan investasi....

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun Sepanjang 2026

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun Sepanjang 2026

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri konsisten memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembagian dividen dan pembelian kembali saham atau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

October 21, 2026
Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

October 21, 2026
PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

October 22, 2026
Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

October 22, 2026
Tri Hadirkan Kembali BombasTri dengan 2.026 Hadiah Menarik

Tri Hadirkan Kembali BombasTri dengan 2.026 Hadiah Menarik

October 22, 2026
Harga Saham BYAN Cuma Rp2.588 dalam Transaksi, Ini Respons Bayan

Harga Saham BYAN Cuma Rp2.588 dalam Transaksi, Ini Respons Bayan

October 22, 2026
Enam Tahun IFG Life, Klaim Tembus Rp33,76 Triliun

Enam Tahun IFG Life, Klaim Tembus Rp33,76 Triliun

October 22, 2026
KUMPUL Summit Soroti Kesenjangan Pembiayaan UMKM USD 300 Miliar

KUMPUL Summit Soroti Kesenjangan Pembiayaan UMKM USD 300 Miliar

October 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved