Berlokasi di The Ballroom, Djakarta Theater, acara ini mengangkat tema “Branding in the Age of AI”, membahas perubahan cara brand membangun hubungan dengan konsumen.
AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan presisi pemasaran. Namun, brand tetap dituntut menjaga sisi emosional agar tidak kehilangan kedekatan dengan audiens.
Konsep dari buku Marketing 7.0: A Guide for Thinking Marketeers in the Age of AI ikut diperkenalkan sebagai panduan menghadapi dominasi teknologi.
COO MCorp, Iwan Setiawan, menilai konsumen kini cenderung mengabaikan konten yang terlalu “sempurna”. Brand yang lebih autentik justru lebih mudah diterima.
Ia juga mengingatkan bahwa AI cenderung menghasilkan strategi yang aman, sehingga berisiko membuat brand kehilangan karakter uniknya.
Melalui dua sesi panel, pembahasan difokuskan pada keseimbangan antara human touch dan pemanfaatan teknologi berbasis data.
Founder MCorp, Hermawan Kartajaya, menegaskan bahwa keputusan strategis tetap harus datang dari manusia, bukan sepenuhnya diserahkan pada AI.
Selain diskusi, acara ini juga menghadirkan penghargaan berbasis penilaian lebih dari 3.000 responden di seluruh Indonesia.
WOW Brand 2026 diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan strategi branding yang adaptif, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan.