• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

WHO: India Masih Punya Pekerjaan Besar dalam Mengatasi Sirup Batuk Beracun Meski Ada Kemajuan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
October 21, 2025
in Nasional
0
WHO: India Masih Punya Pekerjaan Besar dalam Mengatasi Sirup Batuk Beracun Meski Ada Kemajuan

JAKARTA, Cobisnis.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa India masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menghentikan penjualan sirup batuk beracun, meski telah menunjukkan beberapa kemajuan. Pernyataan ini disampaikan setelah sedikitnya 24 anak meninggal dunia akibat mengonsumsi obat batuk produksi dalam negeri.

Anak-anak tersebut meninggal setelah mengonsumsi sirup batuk Coldrif buatan Sresan Pharma. Hasil pengujian menunjukkan obat itu mengandung racun diethylene glycol hampir 500 kali lipat di atas batas aman. Tragedi ini terjadi hanya dua tahun setelah adanya komitmen global untuk memperketat pengawasan pasca kematian lebih dari 300 anak di seluruh dunia yang terhubung dengan racun serupa dalam obat sirup buatan India dan Indonesia.

Namun, WHO menegaskan bahwa masalah penegakan regulasi masih menjadi kendala.

“Mereka telah membuat beberapa kemajuan,” kata pejabat WHO Rutendo Kuwana, merujuk pada aturan baru di India yang mewajibkan pengujian kontaminan seperti diethylene dan ethylene glycol sebelum produk diekspor.

Meski begitu, aturan tersebut tidak berlaku untuk obat sirup yang dijual di dalam negeri celah pengawasan yang disebut WHO sebagai “kesenjangan regulasi.”

“Ini masih dalam proses,” tambah Kuwana, yang memimpin tim WHO untuk insiden obat palsu dan di bawah standar. “Masih banyak yang harus dilakukan. Pasarnya sangat besar, dengan puluhan ribu produsen dan banyak negara bagian yang harus diawasi.”

Pekan lalu Reuters melaporkan bahwa India berencana mencabut aturan ekspor tersebut setelah perusahaan farmasi meningkatkan fasilitas produksinya sesuai standar internasional sebelum akhir tahun ini.
Kementerian Kesehatan India dan badan pengawas farmasi federal, Central Drugs Standard Control Organisation (CDSCO), belum memberikan tanggapan. Pihak Sresan Pharma juga tidak menjawab panggilan telepon berulang kali.

Juru bicara WHO menyatakan bahwa lembaga tersebut menyambut baik setiap langkah untuk meningkatkan kualitas obat. Namun, menanggapi rencana pencabutan aturan uji ekspor, WHO menegaskan bahwa pengujian harus dilakukan sepanjang proses produksi, bukan hanya pada tahap akhir.

Kuwana menambahkan bahwa beberapa negara, termasuk Pakistan, telah mengikuti pelatihan WHO mengenai metode pengujian racun tersebut, dan kini telah tersedia versi uji yang lebih murah. Meski India tidak menghadiri pelatihan itu, negara tersebut telah mengonfirmasi kepada WHO bahwa mereka menggunakan metode pengujian yang sama.

Kuwana juga menyoroti kurangnya akuntabilitas dalam kasus sebelumnya, yang ia sebut sebagai “kekecewaan besar.” Hingga kini, belum ada catatan bahwa siapa pun di India telah dijatuhi hukuman penjara atas kasus kematian anak-anak tersebut.

“Ini bukan sekadar menjual sepatu palsu,” tegas Kuwana. “Ini adalah masalah moral dan jika aturan tidak dipatuhi, itu adalah tindak kriminal karena dampaknya sangat menghancurkan.”

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: cobisnis.comindiasirup beracunWHO

Related Posts

Usai Jadi Tersangka, Keberadaan Febrie Adriansyah Masih Jadi Tanda Tanya

Usai Jadi Tersangka, Keberadaan Febrie Adriansyah Masih Jadi Tanda Tanya

by Hidayat Taufik
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak...

Es Teler 77 Rayakan HUT ke-44, Bagi Motor Listrik hingga Hadiah Umrah

Es Teler 77 Rayakan HUT ke-44, Bagi Motor Listrik hingga Hadiah Umrah

by Rizki Meirino
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Es Teler 77 merayakan hari ulang tahunnya yang ke-44 melalui Festival Juara 44 di Escala Park Alam...

Ribuan Perusahaan Jepang Bangkrut, Utang Jadi Penyebab Utama

Ribuan Perusahaan Jepang Bangkrut, Utang Jadi Penyebab Utama

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gelombang kebangkrutan perusahaan di Jepang terus meningkat sepanjang semester pertama 2026. Lembaga riset Teikoku Databank mencatat sebanyak...

Pakar Nilai Serangan AS Belum Mampu Lumpuhkan Ancaman Iran di Selat Hormuz

Pakar Nilai Serangan AS Belum Mampu Lumpuhkan Ancaman Iran di Selat Hormuz

by Hidayat Taufik
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dinilai belum cukup untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam jalur...

Tugu Insurance Perkuat Tata Kelola, Raih Indonesia Excellence GCG Awards 2026

Tugu Insurance Perkuat Tata Kelola, Raih Indonesia Excellence GCG Awards 2026

by Rizki Meirino
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Indonesia Excellence Good...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Takeda Investasi Rp539 Miliar, Perkuat Ekosistem Plasma di Indonesia

Takeda Investasi Rp539 Miliar, Perkuat Ekosistem Plasma di Indonesia

July 13, 2026
BNI Rayakan HUT ke-80 Lewat Vision Run 2026, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

BNI Rayakan HUT ke-80 Lewat Vision Run 2026, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

July 13, 2026
Auto Draft

Prediksi Ronaldo Menangis Saat Piala Dunia 2026 Jadi Taruhan Bernilai Jutaan Dolar

July 12, 2026
Gelombang Kebangkrutan Hantam Jepang, Lebih dari 5.300 Perusahaan Tutup Usaha

Gelombang Kebangkrutan Hantam Jepang, Lebih dari 5.300 Perusahaan Tutup Usaha

July 12, 2026
Usai Jadi Tersangka, Keberadaan Febrie Adriansyah Masih Jadi Tanda Tanya

Usai Jadi Tersangka, Keberadaan Febrie Adriansyah Masih Jadi Tanda Tanya

July 13, 2026
Es Teler 77 Rayakan HUT ke-44, Bagi Motor Listrik hingga Hadiah Umrah

Es Teler 77 Rayakan HUT ke-44, Bagi Motor Listrik hingga Hadiah Umrah

July 13, 2026
Ribuan Perusahaan Jepang Bangkrut, Utang Jadi Penyebab Utama

Ribuan Perusahaan Jepang Bangkrut, Utang Jadi Penyebab Utama

July 13, 2026
Pakar Nilai Serangan AS Belum Mampu Lumpuhkan Ancaman Iran di Selat Hormuz

Pakar Nilai Serangan AS Belum Mampu Lumpuhkan Ancaman Iran di Selat Hormuz

July 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved