• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Waspadai Kenaikan Laju Inflasi, Ini Kata Ekonom Bank Mandiri

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
August 2, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Kabar Baik, Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2022 Surplus 2,90 Miliar Dolar AS

JAKARTA,Cobisnis.com – Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan eksternal yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.

Mulai dari pandemi, perang Rusia-Ukraina dan juga perlambatan ekonomi negara maju yaitu Amerika Serikat dan China.

Namun, perekonomian Indonesia masih aman karena ditopang konsumsi dalam negeri yang kuat.

Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman mengatakan, Indonesia ekonominya cenderung tidak terlalu terbuka (open).

Sekitar 50 persen lebih ekonomi Indonesia ditopang konsumsi dalam negeri. Jadi dampaknya tidak signifikan.

“Di tambah permintaan batu bara tetap kuat ya walau China melambat. Karena permintaan Eropa naik di tengah penurunan impor energi dari Rusia,” katanya, di Jakarta, Senin, 1 Agustus.

Seperti diketahui, AS, China, Eropa adalah negara-negara tujuan ekspor Indonesia. Jadi, kalau ketiga negara tersebut melemah, permintaan ekspor Indonesia turun dan harga komoditas pun ikut terdampak.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2022 mencapai 141,07 miliar dolar AS atau naik 37,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Sementara ekspor non-migas mencapai 133,31 miliar dolar AS atau naik 37,33 persen.

*Waspadai Laju Inflasi*

Karena itu, kata Faisal, yang harus diwaspadai adalah laju inflasi dalam negeri.

Apalagi, BPS melaporkan laju inflasi domestik bulan lalu adalah 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau month to month (mtm).

Lebih tinggi dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 0,61 persen. Namun, secara tahunan atau year on year (yoy), laju inflasi ter akselerasi.

Inflasi Juli 2022 tercatat 4,94 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 4,35 persen sekaligus jadi yang tertinggi sejak Oktober 2015.

Faisal menjelaskan, ada tiga faktor yang memengaruhi inflasi, yaitu harga bahan pokok, transportasi dan konsumsi rumah tangga seperti listrik dan bahan bakar.

“Lebih lanjut kami masih memprediksikan inflasi akan terus naik secara substansi maupun mendasar pada semester ke 2 tahun 2022. Ini lebih disebabkan meningkatnya permintaan (demand-pull inflation) menyusul dari pelonggaran PPKM yang membuat masyarakat lebih leluasa bergerak dan kecepatan uang berputar,” kata pria yang akrab disapa Oce.

Meski tren inflasi diperkirakan akan terus naik, namun Ocer mengaku optimistis inflasi akan berada pada 4,60 persen di akhir tahun, sedikit di atas kisaran Bank Indonesia yaitu 3 persen plus 1.

Oce berpendapatan, kondisi perekonomian Indonesia masih akan baik. Apalagi jika dibandingkan dengan awal Pandemi.

“Saya rasa tidak akan separah ketika pandemi COVID-19. Karena walau melemah namun perbaikan demand tetap ada,” tandas Oce.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan, stok komoditas Indonesia memang dalam kondisi aman.

Sektor agrikultur Indonesia mencatatkan kinerja cukup baik dengan kelimpahan suplai. Di sisi lain, input produksi banyak negara maju mengalami penurunan.

“Karena selama pemulihan COVID-19 dari sisi input produksi negara-negara besar tidak hanya Jepang itu mengalami kelangkaan. Sementara di Indonesia kita over supply,” ujarnya.

Padahal, mereka membutuhkan pasokan komoditas untuk pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi. Hal itu kemudian memunculkan wacana untuk ekspor dari Indonesia ke negara lain.

“Jadi sektor pertanian kita over supply, kemudian pupuk kita juga over supply. Bahkan ada keinginan untuk ekspor ke Afrika dan juga ke Amerika Latin,” tambahnya.

Karena itu, pakar ekonomi dari Universitas Indonesia itu menyarankan pemerintah tidak terlena dengan suplai melimpah dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah harus mewaspadai permintaan komoditas dalam negeri yang juga menunjukkan kenaikan.

“Cuma memang kalau dari sisi ekspor saja, kita juga harus hati-hati. Jangan sampai ini terlalu agresif kita lakukan. Nanti ketika kita butuhkan justru langka. Kita sekarang dari sisi demand sedang bertumbuh nanti jangan sampai demand optimal kita langka suplai input-nya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan, hasil simulasi yang menunjukkan adanya kemungkinan kerugian yang dialami jika Indonesia terlalu agresif melakukan ekspor.

“Hasil simulasi menunjukkan bahwa kalau kita ekspor komoditas terlalu agresif, pada di kuartal kedua tahun 2023, mulai langka dan akhirnya justru berpengaruh negatif buat perekonomian,” ungkapnya.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
udemy free download
download lava firmware
Premium WordPress Themes Download
free online course
Tags: cobisnis.comEkonom Bank mandiriInflasi

Related Posts

4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

by Hidayat Taufik
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aktivitas gunung api di Indonesia menjadi perhatian setelah empat gunung mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan....

Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

by Hidayat Taufik
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan...

Dokter Samuel Antuna mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen akibat cedera dan sejumlah operasi.

Dokter Ungkap Kekuatan Lengan Marc Marquez

by Desti Dwi Natasya
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Marc Marquez masih harus beradaptasi dengan kondisi lengan kanannya yang belum kembali seperti semula setelah mengalami sejumlah...

Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

by Rizki Meirino
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham...

Sung Han Bin ZEROBASEONE akan melakukan debut solo pada 12 Oktober 2026. THE L1VE telah mengonfirmasi persiapan debutnya.

Sung Han Bin Siap Debut Solo Oktober

by Desti Dwi Natasya
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sung Han Bin dari grup K-pop ZEROBASEONE dipastikan akan memulai debut solonya pada 12 Oktober 2026 mendatang....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

September 1, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

September 3, 2026
4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

4 Gunung Api Erupsi di Hari yang Sama, Ini Penjelasannya

September 8, 2026
Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, AHY Pastikan Tak Ada Tsunami

September 8, 2026
Dokter Samuel Antuna mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen akibat cedera dan sejumlah operasi.

Dokter Ungkap Kekuatan Lengan Marc Marquez

September 7, 2026
Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

September 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved