• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, March 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Warga Moldova Mulai Pemilu Parlemen Krusial, Pro-Rusia Tantang Arah Integrasi Eropa

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
September 29, 2025
in Nasional
0
Rusia Luncurkan Drone dan Rudal ke Ukraina, Hantam Kyiv Habis-habisan

JAKARTA, Cobisnis.com – Warga Moldova mulai memberikan suara dalam pemilu parlemen pada Minggu (28/9), dalam sebuah pemilihan penting yang dapat menentukan arah masa depan negara kecil ini: tetap melanjutkan jalan menuju keanggotaan Uni Eropa atau kembali ke pengaruh Rusia, yang masih kuat di wilayah tersebut.

Pemilu ini menjadi pertarungan utama antara pemerintah pro-Uni Eropa yang dipimpin Presiden Maia Sandu dan kelompok oposisi yang condong ke Rusia, termasuk Blok Patriotik yang semakin populer. Jika tidak ada pihak yang meraih mayoritas di parlemen beranggotakan 101 kursi, maka negosiasi koalisi politik diprediksi akan berlangsung sengit memperparah ketidakpastian politik di salah satu negara termiskin di Eropa.

Kontrol atas parlemen sangat krusial bagi pemerintah saat ini, karena diperlukan untuk meloloskan undang-undang jangka panjang terkait integrasi Eropa. Namun, kekuasaan di Moldova telah lama berayun antara kelompok pro-Eropa dan pro-Rusia.

Sekitar sepertiga wilayah Moldova Transnistria, yang terletak di timur Sungai Dniester masih dikuasai oleh pemerintahan separatis pro-Rusia dan menjadi basis bagi garnisun militer kecil Rusia.

Pemerintah Moldova Peringatkan Campur Tangan Rusia

Presiden Maia Sandu menyebut pemilu ini sebagai “ujian eksistensial” bagi Moldova, yang memiliki ikatan budaya dan bahasa yang erat dengan Rumania, negara tetangganya di barat. Ia menegaskan bahwa kampanye pengaruh Rusia yang luas menjelang pemilu adalah ancaman langsung terhadap kedaulatan nasional.

“Jika Rusia menguasai Moldova, konsekuensinya akan langsung terasa dan sangat berbahaya bagi negara kami dan seluruh kawasan,” tegas Sandu dalam pidatonya, Senin lalu.

Survei menunjukkan partai yang dipimpinnya, Party of Action and Solidarity (PAS), kemungkinan kesulitan mempertahankan mayoritas. Oposisi seperti Blok Patriotik memanfaatkan keresahan rakyat atas kesulitan ekonomi dan lambatnya reformasi. Pemerintah menuduh kampanye disinformasi pro-Rusia turut memperburuk situasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, otoritas Moldova melakukan ratusan penggerebekan terhadap dugaan pendanaan ilegal partai dan jaringan yang didukung Rusia untuk memicu kekacauan menjelang pemilu.

Pada Jumat lalu, Komisi Pemilu Moldova melarang partai Heart of Moldova, bagian dari Blok Patriotik, untuk ikut serta dalam pemilu karena sedang diselidiki atas dugaan pendanaan gelap.

Moskow membantah ikut campur dan menuduh pemerintah Moldova menyebarkan histeria anti-Rusia demi menarik simpati pemilih.

Rakyat Terbelah Soal Masa Depan Moldova

Sandu dan PAS menegaskan bahwa integrasi dengan Uni Eropa adalah kunci bagi masa depan Moldova, termasuk untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pengaruh Moskow. Namun, banyak pemilih lebih fokus pada persoalan dalam negeri, seperti ekonomi agraris Moldova yang rentan dan kesenjangan pendapatan antarwilayah.

Di ibu kota Chisinau, seorang pedagang buah bernama Viorica Burlacu (46) mengatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina membuat Moldova harus mencari perlindungan ke Eropa.

“Kami takut perang; tak ada yang menginginkannya. Jadi kami mendekat ke Eropa demi perlindungan,” ujarnya.

Namun di kota Balti, bagian utara Moldova, seorang pensiunan berusia 82 tahun, Maria Scotari, mengungkapkan nostalgia terhadap masa Uni Soviet.
“Apa yang salah dengan masa itu? Hidup begitu saja. Saya masih mahasiswa, semuanya baik-baik saja,” katanya.

Jika PAS kehilangan mayoritas, partai itu harus mencari mitra koalisi dari lawan politik seperti Blok Alternatif (berhaluan kiri tengah) atau partai populis Our Party, asalkan mereka melampaui ambang batas parlemen.

Survei terbaru menunjukkan persaingan ketat. Awal September lalu, satu jajak pendapat menunjukkan PAS turun ke posisi kedua dengan dukungan 34,7%, di bawah Blok Patriotik yang meraih 36%. Namun, diaspora Moldova yang tinggal di luar negeri yang biasanya mendukung kelompok pro-Eropa bisa menjadi penentu akhir, meski suara mereka tidak tercermin dalam survei.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
online free course
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: cobisnis.commeldovaPemiluRusia

Related Posts

Ilustrasi investasi di COIN.

Anak Usaha COIN Publikasikan Data Industri Aset Kripto

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anak usaha PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Central Finansial X (Bursa Kripto CFX) memutuskan untuk...

Krisis Energi Guncang Eropa, Putin Menunggu Saat Tepat untuk Bermanuver

Krisis Energi Guncang Eropa, Putin Menunggu Saat Tepat untuk Bermanuver

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lonjakan harga energi di Eropa akibat konflik di Timur Tengah membuka peluang baru bagi Rusia untuk kembali...

Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lonjakan harga minyak dunia akibat perang yang melibatkan Iran membuat sejumlah negara besar mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak...

Pemangkasan Anggaran Trump dan Musk Dinilai Ganggu Kesiapan Pemerintah AS

Pemangkasan Anggaran Trump dan Musk Dinilai Ganggu Kesiapan Pemerintah AS

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kebijakan pemangkasan besar-besaran anggaran pemerintah yang dilakukan pemerintahan Donald Trump dengan dukungan program efisiensi yang dipimpin Elon...

Christina Lustenberger Menuruni Jalur Ski Paling Berbahaya di Dunia

Christina Lustenberger Menuruni Jalur Ski Paling Berbahaya di Dunia

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Atlet ski alpinis asal Kanada, Christina Lustenberger, dikenal karena keberaniannya menuruni jalur ski paling berbahaya di berbagai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Summarecon Serpong

Menjelajahi Gaya Hidup Modern dan Lengkap di Summarecon Serpong

March 11, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
CIMB Niaga Lambat di Kasus Pembobolan Rekening Batam

CIMB Niaga Lambat di Kasus Pembobolan Rekening Batam

March 11, 2026
Ilustrasi investasi di COIN.

Anak Usaha COIN Publikasikan Data Industri Aset Kripto

March 12, 2026
Konflik Iran Memanas, Produksi Minyak Teluk Terancam Henti dan Harga Melonjak

Konflik Iran Memanas, Produksi Minyak Teluk Terancam Henti dan Harga Melonjak

March 12, 2026
Krisis Energi Guncang Eropa, Putin Menunggu Saat Tepat untuk Bermanuver

Krisis Energi Guncang Eropa, Putin Menunggu Saat Tepat untuk Bermanuver

March 12, 2026
Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

March 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved