JAKARTA, Cobisnis.com – Harga Musang King Malaysia mengalami penurunan drastis akibat fenomena yang disebut sebagai “tsunami durian”. Lonjakan pasokan dari panen raya membuat durian premium tersebut dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Fenomena ini terjadi ketika produksi durian meningkat tajam dalam waktu bersamaan sehingga pasar dibanjiri pasokan. Kondisi tersebut mendorong para pedagang memberikan diskon besar demi menghabiskan stok yang terus bertambah.
Menurut pelaku industri durian di Malaysia, salah satu penyebab utama anjloknya harga adalah banyak buah yang tidak memenuhi persyaratan ekspor. Akibatnya, lebih banyak durian yang akhirnya dipasarkan di dalam negeri sehingga pasokan melimpah.
Varietas Musang King yang biasanya dikenal sebagai durian premium menjadi salah satu yang paling terdampak. Harga jualnya dilaporkan turun ke level terendah dalam hampir satu dekade terakhir.
Dampak dari harga murah tersebut juga dirasakan negara tetangga seperti Singapura. Sejumlah pedagang melaporkan peningkatan penjualan karena konsumen memanfaatkan kesempatan membeli Musang King dengan harga yang lebih terjangkau.
Beberapa toko bahkan mencatat kenaikan penjualan hingga puluhan persen dibandingkan periode normal. Promo dan paket penjualan khusus juga mulai bermunculan untuk menarik lebih banyak pembeli.
Meski menguntungkan konsumen, kondisi ini menghadirkan tantangan bagi para pedagang dan petani. Pasokan yang terlalu besar membuat sebagian pelaku usaha harus menghadapi risiko kelebihan stok.
Pelaku industri memperkirakan harga murah Musang King tidak akan berlangsung lama. Seiring berakhirnya musim panen dan menurunnya pasokan, harga durian premium tersebut berpotensi kembali naik dalam beberapa bulan mendatang.













