JAKARTA, Cobisnis.com – Keluhan soal tagihan air PAM Jaya yang melonjak drastis ramai dibahas di media sosial. Sejumlah pelanggan mengaku menerima tagihan yang jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Salah satu unggahan di Threads memperlihatkan tagihan air naik dari sekitar Rp30 ribu pada April 2026 menjadi Rp760 ribu pada Mei 2026. Keluhan tersebut langsung menarik perhatian banyak warganet.
Berdasarkan bukti pembayaran yang beredar, lonjakan tagihan terjadi bersamaan dengan meningkatnya angka meter air. Pada April tercatat angka 5, sedangkan pada Mei naik menjadi 69.
Pelanggan yang mengunggah keluhan itu mengaku penggunaan air di rumahnya tetap normal. Ia juga menyebut tidak ada perubahan aktivitas yang dapat memicu kenaikan konsumsi secara signifikan.
Keluhan serupa turut disampaikan sejumlah pelanggan lain. Mereka mengaku mengalami kenaikan tagihan yang tidak biasa dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memastikan tidak ada kenaikan tarif air saat ini. Ia mengatakan penyesuaian tarif terakhir dilakukan pada Desember 2024.
Menurut PAM Jaya, lonjakan tagihan umumnya disebabkan kebocoran internal seperti pelampung toren bermasalah, pipa pecah, atau saluran air yang rusak. Pelanggan yang merasa tagihannya tidak sesuai disarankan segera memeriksa meter air dan instalasi di rumah.













