• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Veritask Luncurkan AiYU: Agentic AI Khusus Hukum dan Kepatuhan Pertama di Indonesia

Weldon Darmawan by Weldon Darmawan
April 22, 2026
in Teknologi
0
Veritask

Veritask meluncurkan AiYU, Agentic AI pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk pekerjaan hukum dan kepatuhan.

JAKARTA, Cobisnis.com – Veritask meluncurkan AiYU, Agentic AI pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk pekerjaan hukum dan kepatuhan.

Berbeda dari AI legal lain yang berhenti pada mesin tanya-jawab, AiYU menunjukkan dari mana setiap jawaban berasal: pasal mana, undang-undang mana, versi amandemen ke-berapa, hingga logika penelusuran yang lazim digunakan, seperti ruang lingkup pengaturan, hubungan antar peraturan, dan status keberlakuannya.

Pengguna dapat menelusuri dasar di balik setiap rekomendasi, satu klik dari output ke sumber. Dalam industri hukum, kemampuan ini disebut traceability, dan inilah yang membedakan AiYU dari AI legal lainnya.

AiYU hadir dengan kemampuan end-to-end untuk mendukung pengguna dalam melakukan legal drafting, translasi, review, hingga penyusunan kajian hukum.

Fitur regulatory intelligence-nya memastikan pengguna selalu terhubung dengan regulasi dan putusan terkini, didukung lebih dari 300.000 peraturan dan jutaan putusan pengadilan Indonesia, yang terus bertambah setiap hari.

Melalui AiYU, Veritask membuka akses terhadap teknologi yang sebelumnya hanya terjangkau korporasi besar dengan biaya puluhan juta per bulan. Kini, mulai Rp 350.000 per bulan, kemampuan analisis dan layanan hukum berkualitas tinggi dapat dinikmati semua kalangan dari firma kecil, in-house counsel, hingga praktisi individual.

Masalahnya bukan jawaban, tapi sumbernya.

Salah satu in-house counsel dari korporasi besar pernah menguji AiYU dengan pertanyaan tentang keabsahan kontrak yang ditandatangani direktur tanpa persetujuan RUPS. Jawabannya benar, lengkap, dengan bahasa yang meyakinkan.

Lalu ia melontarkan satu pertanyaan yang mengubah arah produk.
“Kalau jawaban ini salah, saya harus refer ke mana?”

Sebagian besar AI legal yang beredar hari ini tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Mereka dapat menghasilkan jawaban, tetapi tidak dapat menunjukkan dari mana jawaban itu berasal. Bagi in-house counsel yang harus mempertanggungjawabkan saran kepada Direksi, jawaban tanpa traceability bukan bantuan. Itu risiko.

Di Balik AiYU: Arsitektur dan Kapabilitas

“Yang membuat saya nyaman menggunakan AiYU adalah transparansinya. Saya dapat melihat dari mana setiap jawaban berasal dan memeriksanya sendiri apabila diperlukan. Itu yang membuatnya dapat diandalkan sebagai alat kerja sehari-hari.” Navy Sasmita, Manager Hukum perusahaan energi.

Platform regulasi Indonesia yang ada hari ini dibangun sebagai database, lalu AI ditambahkan di atasnya. AiYU dibangun terbalik: AI-native dari hari pertama dengan regulasi sebagai backbone.

Lebih dari sekadar persoalan teknis, perbedaannya menyentuh inti arsitektur sistem: apakah jawaban dibangun di atas dasar hukum yang dapat ditelusuri, atau hanya disusun agar terdengar meyakinkan.

AiYU bukan chatbot yang menunggu instruksi. Sebagai sistem agentic, ia menjalankan riset berlapis secara mandiri dan setiap langkahnya bisa dilihat oleh pengguna secara real-time: dari memahami pertanyaan, mengumpulkan regulasi yang relevan, memilih pasal yang relevan, menganalisis, hingga menyusun jawaban. Bukan kotak hitam. Setiap tahap terbuka.

Berikut kapabilitas inti AiYU:

Riset regulasi dengan transparansi langkah

Setiap jawaban dilengkapi rantai referensi lengkap: pasal, ayat, tahun, dan versi amandemen. Kalau Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 sudah dimodifikasi UU Cipta Kerja, AiYU menampilkan keduanya, pasal yang dihapus, diganti, ditambahkan dalam satu tampilan.

Status berlaku/tidak berlaku menjadi indikator yang dipertimbangkan dalam menyusun jawaban, sehingga ketentuan yang telah dicabut atau diubah dapat dikenali dan diperlakukan secara tepat dalam analisis.

Regulatory Intelligence

Proaktif, bukan reaktif. AiYU memantau secara berkelanjutan regulasi dari hampir seluruh kementerian, lembaga negara, dan regulator di Indonesia dan mengirimkan alert otomatis berdasarkan sektor usaha pengguna, lengkap dengan analisis perubahan pasal dan pemetaan dampak terhadap bisnis. Tim legal dan kepatuhan tidak perlu lagi memantau manual; sistem yang mendatangi mereka.

Document Drafting, Translation, Review, dan Legal Opinion

AiYU lebih dari sekadar mesin riset. Dari satu antarmuka chat, pengguna dapat langsung membuat draft kontrak, menyusun kajian hukum, menerjemahkan dokumen hukum, hingga mereview klausul kontrak dengan benchmarking terhadap standar industri Indonesia. Semua dilakukan dengan konteks dari percakapan yang sudah berjalan, tanpa perlu berpindah tool.

Di luar AiYU, Veritask menyatukan berbagai kapabilitas yang umumnya tersebar di beberapa tools terpisah:

• Database regulasi dan putusan pengadilan dari tingkat Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi, dengan pengembangan bertahap menuju putusan dari peradilan tingkat lainnya.
• Sistem manajemen kewajiban kepatuhan (Compliance Tracker) yang terintegrasi dengan AI untuk mendukung seluruh siklus kepatuhan, mulai dari identifikasi kewajiban hingga penyediaan audit trail dan log aktivitas yang lengkap untuk akuntabilitas, pelaporan, dan proses audit.
• Workspace kolaboratif yang menyatukan berbagai lini bisnis dalam satu ruang kerja lintas fungsi untuk bekerja lebih cepat, selaras, dan terhubung.

Demokratisasi Layanan Hukum Indonesia

Selama ini, Legal tech di Indonesia dirancang untuk korporasi besar dengan anggaran legal ratusan juta per tahun. Sementara itu, pilihan bagi perusahaan lain sering kali terbatas pada layanan basis data regulasi atau template dokumen dasar. Veritask hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Paket Essential untuk individu dimulai dari Rp 350.000 per bulan. Sebagai perbandingan, titik masuk platform legal tech lain di pasar umumnya dimulai di Rp 5.000.000 per bulan dan jauh lebih mahal apabila ditambahkan fitur AI.

Selisih ini bukan kebetulan. Veritask dibangun dari awal dengan asumsi bahwa firma hukum skala kecil-menengah, startup dengan tim legal terbatas, dan UMKM berhak atas alat kerja dengan kualitas yang sama dengan korporasi besar.

Dibangun Praktisi, untuk Praktisi

Dr. Sri H. Rahayu, S.H., LL.M. adalah Dekan Sekolah Hukum dan Studi Internasional Universitas Prasetiya Mulya dan pendiri Rahayu & Partners Law Office dengan gelar LL.M. Banking & Finance Law dari London School of Economics. Dua puluh tiga tahun kariernya dihabiskan menangani transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan untuk klien-klien korporasi besar Indonesia.

“Pengetahuan hukum yang saya kumpulkan selama dua puluh tiga tahun tidak seharusnya berakhir di kepala saya. Veritask adalah cara saya memastikan apa yang saya tekuni bisa dipakai oleh pengacara muda di Semarang, pemilik UMKM di Medan, dan siapa pun yang selama ini tidak punya akses. Saya ingin akses hukum yang baik berhenti menjadi barang mewah.” Dr. Sri H. Rahayu, S.H., LL.M. — Chief Legal & Co-Founder

Rikordias Siahaan adalah Head of Research di Petromindo Research and Consulting dan kontributor jurnalisme regulasi untuk Ecobiz Asia.

Bertahun-tahun mewawancarai eksekutif energi dan menulis analisis kebijakan membuatnya melihat pola yang tidak dilihat orang lain:
“Proyek gagal bukan karena regulasinya ketat, tapi karena tim yang mengeksekusi tidak sadar regulasinya berubah.” Rikordias Siahaan Chief Executive & Co-Founder

Eugenius Mario adalah Co-Founder dan Chief Product & Technology Officer Veritask. Serial Technopreneur dengan pengalaman kolaborasi dengan NVIDIA, pemenang Most Outstanding Student in Entrepreneurship UI, peraih 15+ penghargaan inovasi, dan pernah mewakili startup Indonesia di Google for Startups serta program pertukaran startup Taiwan.

Di Veritask, ia memimpin tim yang membangun fondasi teknis AiYU. Mulai dari pipeline regulasi hingga sistem multi-agent yang memungkinkan AiYU menelusuri dan memverifikasi sumber secara mandiri.

“Kami tidak membangun chatbot hukum. Itu ada banyak. Kami membangun infrastruktur dan sistem yang bisa mengaudit jawabannya sendiri. Di industri hukum, yang bisa dipertanggungjawabkan lebih penting daripada yang tercepat.”
— Eugenius Mario — Chief Product and Tech & Co-Founder

Salah satu contoh dimana kesepakatan bisnis yang tidak termonitor dengan baik dari aspek compliance sehingga mengakibatkan perusahaan harus membayar denda besar, masih segar di ingatan kita yaitu merger e-commerce pada tahun 2024, dimana denda yang harus dibayarkan sebesar Rp. 15 miliar.

Fitur yang dimiliki Veritask dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dan menjalankan kewajiban seperti contoh diatas, ketika pelaporan menjadi penting saat deal merger sudah tercapai. Dan semua fitur ini dapat dijalankan dengan dashboard yang saling terhubung dalam satu alur kerja yang terintegrasi.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
Tags: AIAiYUVeritask

Related Posts

Jon Ossoff Serang Natalie Harp, Ajudan Trump yang Jadi Sorotan

OpenAI hingga Perplexity Ramaikan Tren Fashion Baru di Industri Teknologi

by Zahra Zahwa
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Era turtleneck Steve Jobs tampaknya mulai mendapat pesaing baru di industri teknologi. Sejumlah perusahaan AI kini meluncurkan...

TOTM Technologies dan KORIKA Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Adopsi Teknologi di ASEAN

TOTM Technologies dan KORIKA Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Adopsi Teknologi di ASEAN

by Rizki Meirino
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TOTM Technologies Limited (SGX: 42F) dan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) menjalin kerja sama...

Jet F-18 NATO Tembak Jatuh Drone di Wilayah Udara Rumania

Vishal Garg Ingin Kembali Jadi CEO Better.com Setelah Dicopot

by Zahra Zahwa
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Vishal Garg ingin kembali menjabat sebagai CEO Better Home & Finance setelah perusahaan mencopotnya. Garg mengaku merasa...

LA Lakers Dijual US$12,5 Miliar kepada Bob Iger dan Josh Kushner

Google Perkenalkan Fitur AI Baru untuk Android dan Pixel 11 Pro

by Zahra Zahwa
August 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Google mulai menyiapkan perubahan besar dalam cara pengguna berinteraksi dengan smartphone melalui teknologi kecerdasan buatan atau AI....

YouTube Perketat Aturan Monetisasi Konten Seperti Ini Bisa Sulit Dapat Uang

YouTube Perketat Aturan Monetisasi Konten Seperti Ini Bisa Sulit Dapat Uang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - YouTube memperbarui aturan monetisasi bagi kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program atau YPP. Perubahan ini menyoroti...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cuma Gara-Gara Perapian? Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 176 Hektare

Cuma Gara-Gara Perapian? Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 176 Hektare

August 8, 2026
Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

August 8, 2026
6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

August 7, 2026
Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

August 17, 2026
Lahan sawit di kawasan hutan

Pajak Air Permukaan Disorot: Sawit Bukan Tambang, Pajak Harus Berdasarkan Air yang Benar-benar Dipakai

August 18, 2026
Investasi Rp21 Miliar Berujung Gugatan Selena Gomez Terseret Kasus Wondermind

Investasi Rp21 Miliar Berujung Gugatan Selena Gomez Terseret Kasus Wondermind

August 18, 2026
Ruko di Sunter Digeledah Bareskrim, Polisi Temukan Alat Pengolahan Emas

Ruko di Sunter Digeledah Bareskrim, Polisi Temukan Alat Pengolahan Emas

August 18, 2026
15 Personel SAR Dikerahkan dari Surabaya untuk Bantu Penanganan Gempa di NTT

15 Personel SAR Dikerahkan dari Surabaya untuk Bantu Penanganan Gempa di NTT

August 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved