• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

UNESCO Soroti Ketimpangan Global dalam Pendidikan Tinggi

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
May 13, 2026
in News
0
Nadiem Bersyukur Jadi Tahanan Rumah, Ungkap Momen Haru dengan Anak

JAKARTA, Cobisnis.com – UNESCO merilis Laporan Tren Global Pendidikan Tinggi perdana pada Selasa (12/5/2026). Laporan tersebut menyoroti peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus ketimpangan yang masih terjadi di berbagai negara.

Data dari 146 negara menunjukkan jumlah mahasiswa global meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa dunia mencapai 269 juta orang.

Angka tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2000 yang berada di kisaran 100 juta mahasiswa. UNESCO menilai pertumbuhan itu menunjukkan akses pendidikan semakin meluas.

Meski demikian, ketimpangan pendidikan antarwilayah masih menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Perbedaan akses pendidikan tinggi dinilai masih sangat besar.

Di Eropa Barat dan Amerika Utara, sekitar 80 persen anak muda telah mengenyam pendidikan tinggi. Sementara di Afrika sub-Sahara, angka pendaftaran mahasiswa hanya mencapai 9 persen.

UNESCO juga mencatat mobilitas internasional mahasiswa masih tergolong rendah. Hanya sekitar 3 persen mahasiswa dunia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain ketimpangan geografis, isu gender juga menjadi perhatian penting dalam laporan tersebut. Perempuan dinilai masih menghadapi hambatan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

UNESCO menyebut perempuan masih kurang terwakili pada tingkat doktoral. Selain itu, posisi kepemimpinan akademik juga masih didominasi laki-laki.

Laporan tersebut turut menyoroti kesulitan akses pendidikan bagi para pengungsi di negara-negara Global Selatan. Banyak pengungsi kesulitan melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki dokumen akademik lengkap.

Sebagai solusi, UNESCO memperkenalkan Paspor Kualifikasi untuk membantu pengakuan kualifikasi akademik dan profesional pengungsi. UNESCO berharap kesetaraan akses pendidikan tinggi dapat semakin terbuka bagi semua kalangan.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: cobisnis.comgenderHeadlinemahasiswa globalPendidikan DuniaPendidikan TinggiPengungsiUNESCO

Related Posts

Apple

Apple PHK Ratusan Karyawan, Fokus Beralih ke AI

by Desti Dwi Natasya
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 200 karyawan dari divisi pengembangan headset Vision...

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

by Hidayat Taufik
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Istana membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran...

TikTok dan ByteDance Sepakati Denda US$400 Juta dalam Kasus Privasi Anak

“Black August” di Rusia, Putin Hadapi Krisis di Tengah Musim Panas

by Zahra Zahwa
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rusia kembali menghadapi periode yang dikenal sebagai “Black August” atau “kutukan Agustus”. Istilah tersebut menjadi sebutan populer...

Alejandro Balde tinggalkan Barcelona

Kecewa Hansi Flick, Alejandro Balde Ingin Tinggalkan Barcelona

by Desti Dwi Natasya
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Alejandro Balde dilaporkan telah mengambil keputusan untuk meninggalkan Barcelona setelah menyimpulkan dirinya tidak lagi menjadi bagian dari...

TikTok dan ByteDance Sepakati Denda US$400 Juta dalam Kasus Privasi Anak

Hayden Panettiere dan Perjalanan Hidupnya Setelah Menjadi Bintang Sejak Kecil

by Zahra Zahwa
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Hayden Panettiere meninggal dunia pada usia 36 tahun setelah menjalani kehidupan panjang di bawah sorotan Hollywood....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Siswa Tojo Una-Una Cerita Perubahan Setelah Dapat MBG

Siswa Tojo Una-Una Cerita Perubahan Setelah Dapat MBG

August 23, 2026
10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

August 23, 2026
Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

August 23, 2026
Saint Lucia - pexels/THARUN GOWDA

Pulau yang Lagi Tren untuk dikunjungi pada 2026

August 23, 2026
Apple

Apple PHK Ratusan Karyawan, Fokus Beralih ke AI

August 23, 2026
Menpar:  Bromo Kembali dibuka, Percepat Pulihnya Ekonomi Masyarakat

Menpar: Bromo Kembali dibuka, Percepat Pulihnya Ekonomi Masyarakat

August 23, 2026
Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

August 23, 2026
TikTok dan ByteDance Sepakati Denda US$400 Juta dalam Kasus Privasi Anak

“Black August” di Rusia, Putin Hadapi Krisis di Tengah Musim Panas

August 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved