• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

UNESCO Soroti Ketimpangan Global dalam Pendidikan Tinggi

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
May 13, 2026
in News
0
Nadiem Bersyukur Jadi Tahanan Rumah, Ungkap Momen Haru dengan Anak

JAKARTA, Cobisnis.com – UNESCO merilis Laporan Tren Global Pendidikan Tinggi perdana pada Selasa (12/5/2026). Laporan tersebut menyoroti peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus ketimpangan yang masih terjadi di berbagai negara.

Data dari 146 negara menunjukkan jumlah mahasiswa global meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa dunia mencapai 269 juta orang.

Angka tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2000 yang berada di kisaran 100 juta mahasiswa. UNESCO menilai pertumbuhan itu menunjukkan akses pendidikan semakin meluas.

Meski demikian, ketimpangan pendidikan antarwilayah masih menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Perbedaan akses pendidikan tinggi dinilai masih sangat besar.

Di Eropa Barat dan Amerika Utara, sekitar 80 persen anak muda telah mengenyam pendidikan tinggi. Sementara di Afrika sub-Sahara, angka pendaftaran mahasiswa hanya mencapai 9 persen.

UNESCO juga mencatat mobilitas internasional mahasiswa masih tergolong rendah. Hanya sekitar 3 persen mahasiswa dunia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain ketimpangan geografis, isu gender juga menjadi perhatian penting dalam laporan tersebut. Perempuan dinilai masih menghadapi hambatan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

UNESCO menyebut perempuan masih kurang terwakili pada tingkat doktoral. Selain itu, posisi kepemimpinan akademik juga masih didominasi laki-laki.

Laporan tersebut turut menyoroti kesulitan akses pendidikan bagi para pengungsi di negara-negara Global Selatan. Banyak pengungsi kesulitan melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki dokumen akademik lengkap.

Sebagai solusi, UNESCO memperkenalkan Paspor Kualifikasi untuk membantu pengakuan kualifikasi akademik dan profesional pengungsi. UNESCO berharap kesetaraan akses pendidikan tinggi dapat semakin terbuka bagi semua kalangan.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download lenevo firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comgenderHeadlinemahasiswa globalPendidikan DuniaPendidikan TinggiPengungsiUNESCO

Related Posts

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan pergeseran jabatan terhadap 88 personel Polri yang terdiri atas perwira tinggi...

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya, menjadi salah satu tempat yang mempertemukan sejumlah tokoh yang kelak memiliki...

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada dua organisasi amal yang beroperasi di Prancis. Keduanya dituding terhubung...

Dokter Ingatkan 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Cepat Bolong

Dokter Ingatkan 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Cepat Bolong

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kesehatan gigi bukan hanya ditentukan oleh rutinitas menyikat gigi. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi gigi dan...

Tambahan Waktu Laga Indonesia Dipertanyakan Malaysia, FIFA Diminta Jelaskan

Tambahan Waktu Laga Indonesia Dipertanyakan Malaysia, FIFA Diminta Jelaskan

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kemenangan telak Timnas Indonesia 9-2 atas Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 menimbulkan polemik mengenai tambahan waktu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

October 2, 2026
KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

October 2, 2026
Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

October 2, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri menghadirkan promo serba 28 berupa diskon, cashback hingga Rp2,8 juta, bonus Livin’poin, dan 280 hadiah kejutan.

Bank Mandiri Tebar Promo Serba 28

October 2, 2026
2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

October 3, 2026
Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

October 3, 2026
Makanan Kaleng - pexels/Towfiqu barbhuiya

3 Pola Makan yang Dapat Mengurangi Paparan Bahan Kimia Plastik dalam Tubuh

October 3, 2026
Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

October 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved