• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, November 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

UE Tunda Regulasi EUDR, Indonesia dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Bersejarah CEPA

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 14, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi kesepakatan DEWA

Ilustrasi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sepakat menandatangani perjanjian perpanjangan kontrak bersama PT Arutmin Indonesia..

NUSA DUA, Cobisnis.com – Dinamika hubungan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa memasuki babak baru. Di tengah rencana Komisi Eropa untuk menunda penerapan regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) selama 12 bulan, kedua pihak justru menandatangani kesepakatan dagang bersejarah Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang diyakini akan membuka era baru perdagangan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Andri Hadi, menyampaikan bahwa usulan penundaan EUDR hingga Desember 2026 dilakukan karena kekhawatiran atas kesiapan sistem teknologi informasi (IT system) yang akan digunakan untuk melacak rantai pasok komoditas.

“Penundaan ini mencerminkan kesadaran bahwa penerapan EUDR harus matang secara teknis dan adil bagi seluruh pihak,” ujar Dubes Andri Hadi di gelaran IPOC 2025 yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kamis (13/11/2025).

Namun, langkah ini memicu perdebatan di Eropa. Sejumlah perusahaan besar seperti Nestlé, Ferrero, dan Olam Agri menilai penundaan akan merugikan pihak yang sudah berinvestasi besar untuk mematuhi regulasi sejak awal.

Berdasarkan proposal terbaru, usaha kecil dan mikro akan mendapatkan perpanjangan waktu hingga 30 Desember 2026, sementara usaha menengah dan besar tetap akan menerapkan regulasi mulai 30 Desember 2025, dengan masa transisi enam bulan untuk proses verifikasi resmi.

Pembahasan final EUDR dijadwalkan sebelum sidang pleno terakhir pada 15 Desember 2025. Jika disetujui, teks final akan dirilis awal Desember dan disahkan pada akhir tahun ini. Namun jika gagal, regulasi tetap berlaku tanpa tambahan masa transisi.

Sementara perdebatan EUDR berlangsung, Indonesia dan Uni Eropa mencatat kemajuan penting dengan penyelesaian negosiasi CEPA pada 23 September 2025.

Perundingan yang dimulai sejak 2016 itu memakan waktu hampir satu dekade dengan 19 putaran negosiasi.

Kesepakatan politik sempat dicapai pada Juli 2025 untuk menyelaraskan isu teknis seperti ketelusuran, pendanaan pembangunan, dan sistem benchmarking.

CEPA dinilai sebagai kesepakatan komprehensif karena menghapus hingga 98% tarif perdagangan, serta membuka akses bagi 90,4% ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Sektor yang paling diuntungkan antara lain kelapa sawit dan produk turunannya, perikanan, tekstil, alas kaki, serta industri teknik dan logam.

“CEPA bukan sekadar perjanjian dagang, tetapi simbol kemitraan strategis yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan komitmen keberlanjutan,” ungkap Andri Hadi.

Dalam sektor jasa dan investasi, CEPA juga memperluas mobilitas profesional, memberi perlakuan setara bagi penyedia jasa Indonesia, dan membuka peluang kerja sama di bidang energi hijau, ICT, dan farmasi.

Khusus untuk kelapa sawit, kesepakatan ini mencakup penghapusan tarif impor serta pembentukan Protokol Minyak Sawit (Palm Oil Protocol) mekanisme khusus yang memastikan komoditas sawit diperlakukan adil dan berkelanjutan.

Dubes Andri menegaskan bahwa CEPA tidak dimaksudkan untuk menggantikan EUDR, melainkan menjadi platform kerja sama paralel untuk memperkuat dialog keberlanjutan, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi hijau.

CEPA juga menegaskan pengakuan atas hak regulasi masing-masing pihak, serta mendorong kerja sama di bidang iklim, kesetaraan gender, ketenagakerjaan, dan tata kelola bisnis yang bertanggung jawab.

“Lewat CEPA, kita ingin memastikan bahwa perdagangan tidak lagi dilihat dari kacamata proteksi, tetapi dari kolaborasi dan keadilan,” tegas Andri.

Dengan penandatanganan CEPA dan pembahasan ulang EUDR, hubungan ekonomi Indonesia–Uni Eropa kini bergerak menuju fase baru, lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada masa depan hijau.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
online free course
download xiomi firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: CEPAcobisnis.comEUDRGAPKIIPOC 2025Sawituni eropa

Related Posts

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Veda Ega Pratama mengukir hasil positif dengan menempati podium kedua pada seri Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit...

Respons Gerindra, PDIP, dan PKB Usai Putusan MA soal Suket Gibran

Respons Gerindra, PDIP, dan PKB Usai Putusan MA soal Suket Gibran

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Putusan Mahkamah Agung mengenai surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat respons dari...

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobinis.com - Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan paru-paru, tetapi juga berpotensi mengubah kualitas suara. Paparan asap rokok...

Memahami Perbedaan Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert serta Ciri-cirinya

Memahami Perbedaan Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert serta Ciri-cirinya

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Ada yang merasa...

Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ayah atau Ibu? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ayah atau Ibu? Simak Penjelasan Ilmiahnya

by Hidayat Taufik
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecerdasan anak kerap dikaitkan dengan faktor keturunan dari kedua orang tua. Namun, anggapan yang berkembang selama ini...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

Dokter Ungkap Dampak Merokok terhadap Perubahan Kualitas Suara

November 1, 2026
Manicure - pexels/Viktorya Sergeeva

Keamanan Manicure dan Pedicure, Pentingnya Kebersihan Salon Kuku

November 1, 2026
Deklarasi Mahasiswa Jadi Polemik, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf

Deklarasi Mahasiswa Jadi Polemik, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf

November 1, 2026
Dahnil Sebut Masyarakat Nonmuslim Bisa Menjadi Petugas Haji

Dahnil Sebut Masyarakat Nonmuslim Bisa Menjadi Petugas Haji

November 1, 2026
Kismis - pexels/Yusuf Çelik

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kismis dan Plum Kering? Ini Penjelasannya Dari Ahli

November 1, 2026
Susu Kedelai - pexels/Polina Tankilevitch

4 Protein Nabati yang dipercaya Dapat Menjaga Kesehatan Tulang

November 1, 2026
Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

November 1, 2026
Jalan Kaki - pexels/Ihsan Adityawarman

Jalan Kaki Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Baik untuk Mengelola Gula Darah?

November 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved