JAKARTA, Cobisnis.com — Keberhasilan UCLA menjuarai NCAA basket putri 2026 menjadi sorotan besar setelah tim itu tampil dominan saat menghadapi South Carolina Gamecocks di partai final. Pada laga yang berlangsung di Mortgage Matchup Center, UCLA menang telak 79-51 dan langsung mencatat sejarah baru bagi program mereka.
Sejak awal pertandingan, UCLA bermain agresif dan terus menjaga tempo serangan. Selain itu, pertahanan mereka membuat South Carolina kesulitan menemukan ritme. Lawan hanya mencetak 26 persen tembakan pada dua kuarter pertama.
South Carolina juga gagal memanfaatkan peluang jarak jauh karena hanya memasukkan satu tembakan dari delapan percobaan tiga angka. Karena itu, UCLA sudah unggul 13 poin saat turun minum.
Memasuki kuarter ketiga, tekanan UCLA justru semakin kuat. Mereka menambah keunggulan hingga 22 poin, yang menjadi defisit terbesar South Carolina sepanjang musim ini.
Catatan kuarter ketiga juga sangat mencolok karena UCLA unggul 16 poin dalam satu periode. Menurut data siaran ESPN, margin itu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah final NCAA putri.
Lauren Betts sempat meninggalkan lapangan karena gangguan di tenggorokan. Namun, UCLA tetap stabil karena pemain lain mampu menjaga intensitas permainan.
Betts menutup laga dengan 14 poin dan 11 rebound. Sementara itu, Gabriela Jaquez mencetak 21 poin dan menjadi pencetak angka terbanyak tim.
Seluruh starter UCLA juga menorehkan dua digit poin. Hal itu menunjukkan distribusi serangan mereka berjalan sangat efektif sepanjang laga.
Setelah peluit akhir berbunyi, pelatih Cori Close terlihat emosional saat memeluk pelatih Dawn Staley. Momen itu menandai gelar nasional pertama dalam sejarah tim putri UCLA.













