• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tukang Antre Dibayar Mahal di AS, Kerjaan Aneh Tapi Laku

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 24, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Tukang Antre Dibayar Mahal di AS, Kerjaan Aneh Tapi Laku

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena line standers atau tukang antre berbayar semakin populer di Amerika Serikat. Pekerjaan ini terdengar aneh, tapi justru memiliki permintaan tinggi di kota besar seperti New York dan Los Angeles. Layanan ini biasanya dipakai orang yang tidak punya waktu untuk mengantre.

Para line standers bisa dibayar USD 20–25 per jam, bahkan lebih saat event besar. Dalam peluncuran iPhone baru atau konser artis populer, tarifnya bisa melonjak hingga ratusan dolar. Pasarnya terbentuk karena masyarakat kota besar cenderung sibuk dan menghargai efisiensi.

Kerjaan ini muncul karena antrean di AS bisa sangat panjang. Untuk event tertentu, orang rela antre belasan jam, bahkan ada yang bermalam. Melihat peluang itu, banyak freelancer mulai menawarkan jasa antre profesional secara online atau lewat aplikasi.

Layanan ini sudah seperti industri kecil. Beberapa perusahaan bahkan membuka platform yang mempertemukan klien dengan line standers. Sistemnya mirip ojek online, tapi khusus untuk antrean. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana ekonomi gig menciptakan profesi unik.

Selain iPhone, pekerjaan ini juga ramai saat Black Friday, Comic-Con, hingga rilis sepatu langka. Konsumen rela membayar mahal demi mendapatkan barang lebih dulu. Tren ini mencerminkan daya beli masyarakat dan kultur rilis produk besar di negara tersebut.

Menariknya, tidak semua klien adalah individu. Beberapa perusahaan marketing memakai jasa ini agar tim mereka bisa masuk ke event lebih cepat. Bahkan ada brand yang memesan line standers untuk memberi kesan antrean panjang sebagai strategi hype.

Profesi ini juga memunculkan diskusi ekonomi tentang waktu sebagai komoditas. Di kota besar, waktu sering lebih berharga daripada uang, sehingga pekerjaan seperti ini dianggap masuk akal. Line standers menjadi bagian dari layanan gaya hidup modern.

Namun, pekerjaan ini tetap memiliki tantangan. Para pekerja harus tahan berdiri lama, menghadapi cuaca ekstrem, dan siap digantikan kapan saja. Tidak jarang mereka harus bekerja malam hari untuk mengamankan posisi antrean.

Meski terlihat sepele, profesi ini memperlihatkan bagaimana ekonomi digital bisa membuka peluang baru. Di tengah kompetisi pasar tenaga kerja, pekerjaan fleksibel seperti ini memberi ruang hidup bagi banyak orang.

Line standers menjadi contoh bagaimana kreativitas dan kebutuhan sosial bisa menciptakan pekerjaan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Selama budaya antre panjang masih ada, profesi ini diprediksi tetap bertahan di Amerika.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
download intex firmware
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Amerika SerikatCobisnisekonomi gigline standersPebisnismudapekerjaan unik

Related Posts

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas futsal Indonesia melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026 setelah menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3. Duel...

IHSG Naik, Purbaya: Semua Permintaan MSCI Akan Terpenuhi Tepat Waktu

IHSG Naik, Purbaya: Semua Permintaan MSCI Akan Terpenuhi Tepat Waktu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda rebound setelah beberapa hari mengalami tekanan pasar. Lonjakan ini...

Haram Rayakan Valentine, Fatwa MUI Tegas

Haram Rayakan Valentine, Fatwa MUI Tegas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Setiap 14 Februari, dunia ramai merayakan Hari Valentine dengan bertukar hadiah, cokelat, bunga, hingga boneka. Tapi untuk...

AS dan Israel Anggap Iran Musuh, Apa Strategi Sebenarnya?

AS dan Israel Anggap Iran Musuh, Apa Strategi Sebenarnya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan Israel menempatkan Iran sebagai ancaman utama di Timur Tengah, namun strategi kedua negara berbeda....

Selotip di Kamera HP Netanyahu Jadi Sorotan, Publik Bertanya-tanya Sebabnya

Selotip di Kamera HP Netanyahu Jadi Sorotan, Publik Bertanya-tanya Sebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perdana Menteri Israel menutup lensa kamera smartphone miliknya dengan selotip merah di area parkir bawah tanah Knesset,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Puan Maharani Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

Puan Maharani Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

February 5, 2026
Buyback Rp 3,75 T, Saham Prajogo Pangestu Merangkak Naik

Buyback Rp 3,75 T, Saham Prajogo Pangestu Merangkak Naik

February 4, 2026
Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

February 5, 2026
Maraknya Kekerasan Debt Collector dan STNK Only Mengancam Industri Pembiayaan

Maraknya Kekerasan Debt Collector dan STNK Only Mengancam Industri Pembiayaan

February 5, 2026
Jamkrindo Bangun 21 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

Jamkrindo Bangun 21 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

February 5, 2026
IPO

Multi Makmur Lemindo Mengaku Tak Tahu Kasus IPO PIPA

February 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved