JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden AS Donald Trump kini dikabarkan lebih memilih membeli Greenland ketimbang menginvasinya. Informasi ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, saat briefing dengan anggota parlemen komisi angkatan bersenjata dan kebijakan luar negeri, Senin (5/1/2026).
Pada hari yang sama, Trump memerintahkan ajudannya untuk menyiapkan rencana kebijakan luar negeri terkait Greenland. Meski briefing kongres fokus pada Venezuela, anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran atas niat Trump terhadap pulau Arktik ini.
Belum ada rincian spesifik soal harga atau mekanisme pembelian Greenland. Namun, latar belakang Trump sebagai pengembang properti dan hubungan dengan utusan diplomatik dari sektor properti membuat niat ini bukan sekadar wacana.
Greenland merupakan wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark, berpenduduk jarang, dan memiliki potensi sumber daya mineral yang besar. Denmark sudah menegaskan, Greenland hanya bisa diputuskan oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri.
Sekelompok enam negara NATO – Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Polandia – mendukung Denmark menolak upaya pengambilalihan Trump. Mereka menekankan prinsip kedaulatan, integritas teritorial, dan kerja sama kolektif di Arktik.
Meski begitu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan opsi militer tetap ada. “Penguasaan Greenland menjadi prioritas keamanan nasional AS, dan penggunaan militer selalu menjadi pilihan bagi panglima tertinggi,” ujarnya.
Sejumlah senator AS, termasuk Jeanne Shaheen (Demokrat) dan Thom Tillis (Republikan), menekankan bahwa AS harus menghormati kedaulatan sekutu dan prinsip penentuan nasib sendiri. Tekanan terhadap Greenland berisiko merusak kepercayaan aliansi NATO.
Trump sebelumnya mengklaim Greenland dipenuhi kapal Rusia dan China, meski fakta di lapangan berbeda. AS sendiri memiliki pangkalan militer di Greenland, yang menjadi salah satu alasan fokus administrasi Trump pada wilayah ini.
Strategi dominasi Arktik masuk dalam dokumen Strategi Keamanan Nasional kedua Trump, yang menekankan pentingnya kontrol wilayah Barat untuk keamanan dan potensi ekonomi. Fokus ini menjadi lanjutan tekanan militer AS terhadap Venezuela dan niat menangkap Nicolas Maduro.
Dengan perhatian dunia internasional tertuju pada niat Trump, Greenland kini menjadi simbol ketegangan diplomatik. Sementara itu, Denmark dan sekutu NATO menegaskan, keputusan terkait pulau Arktik harus menghormati kedaulatan dan hak rakyat Greenland.














