JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya tidak menginginkan banyak korban jiwa di Iran setelah pemilu sela AS.
Namun, Trump memperingatkan bahwa Washington siap mengambil keputusan tindakan tegas bila diperlukan.
“Dengar, saya tidak ingin, Anda tahu, membunuh banyak orang. Namun, jika kami harus melakukannya, kami akan melakukannya,” kata Trump dikutip dari lama Anadolu, Rabu (4/11/2026).
Di tengah laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran setelah pemungutan suara, Trump mengatakan pasukan AS telah menyerang fasilitas pertahanan udara Iran yang baru selesai dibangun pada malam sebelumnya, setelah memantau proses pembangunannya selama lebih dari dua bulan.
“Itu hanya serangan kecil. Itu bukan perang,” ungkapnya.
Mengutip seorang pejabat AS, media setempat melaporkan bahwa militer AS melancarkan serangan yang disebut sebagai tindakan defensif terhadap Pulau Qeshm di Iran pada Senin (2/11/2026).
Lebih lanjur, Trump juga berpendapat bahwa konfrontasi dengan Iran berbeda dari perang konvensional, seperti perang Rusia-Ukraina maupun Perang Dunia II.
Ia mengklaim Washington memiliki kendali penuh atas situasi dalam konfrontasinya dengan Teheran setelah melumpuhkan aset angkatan laut dan udara Iran selama perang yang masih berlangsung.
“Kami telah menempatkan mereka sepenuhnya dalam posisi yang kami inginkan. Kami bisa menghancurkan mereka sepenuhnya, atau kami bisa bersikap baik dan membiarkan ribuan orang tetap hidup, yang jika terjadi perang akan terbunuh,” jelas Presiden Trump.













