• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Trump Mengatakan AS Akan Mengambil Alih Cadangan Minyak Venezuela, Ini Artinya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Trump Mengatakan AS Akan Mengambil Alih Cadangan Minyak Venezuela, Ini Artinya

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa AS akan mengambil alih kendali atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar serta mengajak perusahaan-perusahaan Amerika untuk menanamkan investasi bernilai miliaran dolar guna memperbaiki industri minyak negara tersebut yang telah lama terpuruk.

Venezuela diketahui memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak mentah, atau hampir seperlima dari total cadangan minyak dunia, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA). Cadangan raksasa ini diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam masa depan Venezuela.

Karena pasar minyak tidak beroperasi pada akhir pekan, dampak jangka pendek terhadap harga minyak masih sulit diprediksi. Namun Trump menegaskan bahwa untuk sementara waktu Amerika Serikat akan menjalankan pemerintahan Venezuela.

“Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, termasuk infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.

Revitalisasi yang dipimpin AS berpotensi menjadikan Venezuela pemasok minyak yang jauh lebih besar di masa depan, membuka peluang bagi perusahaan minyak Barat, serta menambah sumber pasokan global. Hal ini juga bisa menahan kenaikan harga minyak dunia, meskipun harga yang lebih rendah berisiko mengurangi insentif produksi bagi sebagian perusahaan AS.

Meski akses internasional dipulihkan sepenuhnya, dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya besar untuk mengembalikan produksi minyak Venezuela ke level optimal. Perusahaan minyak negara PDVSA menyebut banyak pipa minyak tidak diperbarui selama 50 tahun, dan biaya pemulihan ke tingkat produksi puncak diperkirakan mencapai US$58 miliar.

“Untuk pasar minyak, ini berpotensi menjadi peristiwa bersejarah,” kata Phil Flynn, analis pasar senior Price Futures Group. “Rezim Maduro dan Hugo Chávez sebelumnya pada dasarnya menggerogoti industri minyak Venezuela.”

Kendali atas harta minyak Venezuela

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun realisasi produksinya sangat tertinggal. Saat ini, negara tersebut hanya memproduksi sekitar 1 juta barel per hari, atau sekitar 0,8% dari produksi minyak global. Jumlah itu kurang dari setengah produksi sebelum Nicolás Maduro berkuasa pada 2013, dan jauh di bawah puncak produksi 3,5 juta barel per hari sebelum rezim sosialis mengambil alih.

Sanksi internasional, krisis ekonomi mendalam, minimnya investasi, serta buruknya perawatan infrastruktur menjadi faktor utama kemerosotan industri minyak Venezuela. Infrastruktur energi negara itu memburuk drastis, sehingga kapasitas produksinya terus menyusut.

Akibatnya, kontribusi Venezuela terhadap pasokan minyak global saat ini relatif kecil. Harga minyak global sepanjang tahun ini cenderung terkendali karena kekhawatiran kelebihan pasokan. OPEC meningkatkan produksi, sementara permintaan melemah akibat tekanan inflasi dan masalah daya beli pasca pandemi. Harga minyak AS sempat menembus US$60 per barel ketika pemerintahan Trump mulai menyita minyak dari kapal Venezuela, namun kembali turun ke sekitar US$57 per barel. Karena itu, reaksi pasar diperkirakan terbatas.

“Secara psikologis mungkin ada sedikit dorongan, tapi minyak Venezuela mudah digantikan oleh kombinasi produsen global lain,” ujar Flynn.

Potensi minyak Venezuela

Minyak Venezuela tergolong berat dan asam (heavy, sour crude) yang membutuhkan peralatan khusus serta teknologi tinggi untuk diekstraksi dan diolah. Perusahaan minyak internasional memiliki kemampuan tersebut, namun selama ini dibatasi oleh sanksi.

Sebaliknya, minyak AS didominasi jenis ringan dan manis (light, sweet crude) yang lebih cocok untuk bensin. Minyak berat Venezuela justru penting untuk produk seperti solar, aspal, dan bahan bakar industri berat. Pasokan solar global saat ini relatif ketat, sebagian karena sanksi terhadap minyak Venezuela. Membuka kembali akses minyak Venezuela bisa sangat menguntungkan AS. Letaknya dekat dan harganya relatif murah karena teksturnya yang kental. Banyak kilang minyak AS dirancang khusus untuk mengolah minyak berat Venezuela dan bekerja lebih efisien dengan jenis tersebut.

“Jika ini berjalan lancar dan perusahaan AS diizinkan membangun kembali industri minyak Venezuela, dampaknya bisa mengubah peta pasar minyak global,” kata Flynn.

Trump menyebut industri minyak Venezuela sebagai “gagal total” dan menegaskan bahwa produksi jauh di bawah potensi seharusnya.

“Kami akan mengerahkan perusahaan minyak besar AS untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak, dan mulai menghasilkan uang bagi negara itu,” tegas Trump.

Apa dampaknya bagi harga minyak?

Dampak intervensi AS terhadap harga energi global masih belum jelas. Presiden Rapidan Energy Group, Bob McNally, menilai pengaruhnya akan “moderat”, kecuali terjadi gejolak sosial besar di Venezuela.

“Pertanyaannya adalah seberapa cepat Venezuela yang pro-AS bisa meningkatkan produksinya. Persepsi pasar bisa melaju lebih cepat daripada kenyataan,” ujarnya.

McNally menambahkan, “Venezuela bisa menjadi faktor besar, tapi bukan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.” Pasar minyak akan kembali dibuka Minggu malam waktu AS. Menurut Helima Croft dari RBC Capital Markets, pergerakan harga sangat bergantung pada apakah Trump benar-benar mampu mewujudkan kebangkitan sektor minyak Venezuela.

“Semuanya bergantung pada apakah Venezuela mampu menentang sejarah upaya perubahan rezim yang dipimpin AS,” katanya. “Masih dibutuhkan detail jauh lebih banyak sebelum kita menyebut ini sebagai ‘Mission Accomplished’.”

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpEkonomiGlobalMinyakVenezuela

Related Posts

Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun, Satu Prajurit Gugur Tujuh Personel Terluka

Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun, Satu Prajurit Gugur Tujuh Personel Terluka

by Hidayat Taufik
July 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah ledakan dilaporkan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) TNI yang berlokasi di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun,...

BSI Lengkapi Fasilitas Rumah Singgah RS Kanker Dharmais untuk Keluarga Pasien

BSI Lengkapi Fasilitas Rumah Singgah RS Kanker Dharmais untuk Keluarga Pasien

by Desti Dwi Natasya
July 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menyalurkan bantuan perlengkapan bagi Rumah Singgah Rumah Sakit Kanker...

Fadia Arafiq Segera Disidang, KPK Resmi Limpahkan Berkas Perkara ke PN Tipikor Semarang

Fadia Arafiq Segera Disidang, KPK Resmi Limpahkan Berkas Perkara ke PN Tipikor Semarang

by Hidayat Taufik
July 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan berkas perkara dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq,...

Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Raih Bintang 5 Green and Smart Port ASRI 2026

Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Raih Bintang 5 Green and Smart Port ASRI 2026

by Iwan Supriyatna
July 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026, predikat Terbaik...

Argentina Lolos ke Final, Suporter Minta Lionel Messi Jangan Pensiun

Argentina Lolos ke Final, Suporter Minta Lionel Messi Jangan Pensiun

by Desti Dwi Natasya
July 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lionel Messi kembali menjadi sorotan setelah membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Kemenangan 2-1 atas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Raih Bintang 5 Green and Smart Port ASRI 2026

Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Raih Bintang 5 Green and Smart Port ASRI 2026

July 16, 2026
200 Ekonom Dunia Peringatkan AI Bisa Picu Gelombang PHK Besar-besaran

200 Ekonom Dunia Peringatkan AI Bisa Picu Gelombang PHK Besar-besaran

July 16, 2026
Di Balik Kelangkaan BBM di Medan ESDM Ungkap Penyebab Sebenarnya

Di Balik Kelangkaan BBM di Medan ESDM Ungkap Penyebab Sebenarnya

July 16, 2026
Perayaan 30 Tahun Perjalanan AIA di Indonesia

Perayaan 30 Tahun Perjalanan AIA di Indonesia

July 16, 2026
Kenapa Mulut Pahit Saat Bangun Tidur? Ini Jawaban Ahli

Kenapa Mulut Pahit Saat Bangun Tidur? Ini Jawaban Ahli

July 16, 2026
Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Siap Ditelusuri PPATK

Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Siap Ditelusuri PPATK

July 16, 2026
BTN Cetak Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% YOY dan NPL Turun Jadi 2,99% YOY

BTN Cetak Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% YOY dan NPL Turun Jadi 2,99% YOY

July 16, 2026
Kasus Penjual Buku Kembali Muncul Polisi Hong Kong Tangkap 5 Orang

Kasus Penjual Buku Kembali Muncul Polisi Hong Kong Tangkap 5 Orang

July 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved