JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata energi yang menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing negara, tetapi pengumuman tersebut belum disertai kejelasan mengenai mekanisme pelaksanaannya.
Trump menyampaikan klaim itu melalui akun media sosial Truth Social pada Minggu (11/10/2026), di tengah meningkatnya serangan terhadap fasilitas energi kedua negara yang terlibat perang sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022.
“Mulai sekarang, ada gencatan senjata energi dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua pihak telah menyetujuinya. Jangan melanggarnya!” tulis Trump, dikutip dari berbagai sumber, Senin (12/10/2026).
Trump tidak menjelaskan secara terperinci isi kesepakatan, mekanisme pengawasan, maupun waktu pelaksanaan gencatan senjata tersebut, sementara Gedung Putih belum memberikan keterangan tambahan mengenai pengumuman itu.
Zelensky Terkejut, Rusia Belum Memberi Kepastian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku terkejut dengan pengumuman Trump karena menyebutnya sebagai informasi baru baginya.
Dalam laporan Axios, Zelensky menyatakan Ukraina bersedia menerima gencatan senjata energi apabila Rusia juga menyetujuinya dan memberikan kepastian mengenai waktu dimulainya kesepakatan.
Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Zelensky bahwa Ukraina siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia jika Moskow menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Zelensky kemudian menyatakan Ukraina mendukung gencatan senjata energi tersebut dan masih menunggu perincian dari pihak Amerika Serikat, sembari menegaskan pentingnya komitmen Rusia untuk mematuhi kesepakatan.
Sementara itu, Rusia belum memberikan konfirmasi resmi yang memastikan bahwa Moskow telah menyetujui kesepakatan sebagaimana diklaim Trump.
Ketegangan Trump dan Zelensky Ikut Mewarnai Situasi
Pengumuman gencatan senjata energi itu muncul ketika hubungan Trump dan Zelensky kembali diwarnai ketegangan terkait serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.
Sebelumnya, Trump mendesak Ukraina menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak Rusia, sedangkan Zelensky menegaskan penghentian serangan harus berlaku timbal balik agar infrastruktur energi Ukraina juga terlindungi.
Trump juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Zelensky dan menyatakan Ukraina seharusnya memiliki presiden baru, sehingga perbedaan pandangan kedua pemimpin semakin mencuat di tengah upaya diplomatik untuk meredakan perang.
Di lapangan, kepastian gencatan senjata masih menjadi pertanyaan karena laporan pada Minggu menyebut serangan Rusia terhadap fasilitas energi Ukraina tetap terjadi setelah Trump mengumumkan kesepakatan tersebut.
Kondisi itu membuat klaim gencatan senjata energi belum dapat dipastikan sebagai kesepakatan yang benar-benar dijalankan oleh kedua pihak, selama komitmen Rusia dan rincian pelaksanaannya belum jelas.













