• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Trump Dorong Basis Data Pemilih Nasional, Pejabat Pemilu AS Khawatir Penyalahgunaan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
April 6, 2026
in News
0
Trump Dorong Basis Data Pemilih Nasional, Pejabat Pemilu AS Khawatir Penyalahgunaan

JAKARTA, Cobisnis.com — Langkah baru soal data pemilih federal di United States kembali memicu perdebatan politik nasional. Pemerintahan Donald Trump kini meminta negara bagian menyerahkan daftar pemilih lengkap untuk pemeriksaan federal.

Pemerintah menyebut kebijakan itu bertujuan menjaga integritas pemilu. Namun, sejumlah pejabat lokal menilai langkah tersebut bisa memperbesar risiko kesalahan identifikasi pemilih sah.

United States Department of Justice telah menyelesaikan kerja sama data dengan United States Department of Homeland Security. Melalui skema itu, data daftar pemilih akan dibandingkan dengan sistem SAVE milik federal.

Sistem SAVE selama ini dipakai untuk memeriksa status kewarganegaraan. Meski begitu, beberapa negara bagian menilai hasilnya belum selalu akurat.

Pekan lalu, pejabat federal juga membahas kemungkinan mengaitkan dana hibah keamanan dengan kewajiban berbagi data pemilih. Jika diterapkan, negara bagian yang menolak bisa kehilangan sebagian bantuan federal.

Trump juga menandatangani perintah eksekutif baru tentang data kewarganegaraan dan surat suara pos. Karena itu, banyak pihak menilai pemerintah federal sedang memperluas pengaruh langsung dalam administrasi pemilu.

Padahal, konstitusi United States menempatkan pengelolaan pemilu di tangan negara bagian. Inilah yang kemudian menjadi dasar gugatan hukum dari banyak pihak.

Saat ini, pemerintah federal menggugat 30 negara bagian dan District of Columbia karena menolak menyerahkan daftar pemilih tanpa sensor. Gugatan itu terus berjalan di berbagai pengadilan federal.

Menurut David Becker dari Center for Election Innovation and Research, langkah terbaru ini memperjelas arah kebijakan federal. Ia menilai pengadilan akan meneliti batas kewenangan pemerintah pusat secara ketat.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
download karbonn firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comdata pemilihpemilu AmerikaPolitik AS

Related Posts

AI Bikin Diskusi Kuliah Makin Seragam, Mahasiswa Mulai Kehilangan Suara Asli

AI Bikin Diskusi Kuliah Makin Seragam, Mahasiswa Mulai Kehilangan Suara Asli

by Zahra Zahwa
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Penggunaan AI di kampus kini memunculkan kekhawatiran baru di ruang kelas. Sejumlah mahasiswa Yale University menilai diskusi...

Kasus Keracunan MBG di Duren Sawit, Ini Penjelasan Wamenkes

Kasus Keracunan MBG di Duren Sawit, Ini Penjelasan Wamenkes

by Hidayat Taufik
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkap penyebab keracunan massal siswa SD di Duren Sawit. Kasus ini...

UCLA Menang Telak Atas South Carolina dan Ukir Sejarah di Final NCAA Putri 2026

UCLA Menang Telak Atas South Carolina dan Ukir Sejarah di Final NCAA Putri 2026

by Zahra Zahwa
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keberhasilan UCLA menjuarai NCAA basket putri 2026 menjadi sorotan besar setelah tim itu tampil dominan saat menghadapi...

Uji Coba Bus Listrik Bogor Dimulai, Rute Bojonggede–Sentul Gratis 3 Bulan

Uji Coba Bus Listrik Bogor Dimulai, Rute Bojonggede–Sentul Gratis 3 Bulan

by Hidayat Taufik
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menguji coba bus listrik rute Bojonggede–Sentul. Program ini langsung menarik perhatian warga, Bupati...

Negosiasi AS-Iran Mengarah ke Gencatan Senjata Sementara 45 Hari

Negosiasi AS-Iran Mengarah ke Gencatan Senjata Sementara 45 Hari

by Hidayat Taufik
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sedang membahas gencatan senjata sementara selama 45 hari. Namun, kesepakatan itu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
BSI Scholarship Pelajar Catat 413 Lolos SNBP ke 83 Kampus

BSI Scholarship Pelajar Catat 413 Lolos SNBP ke 83 Kampus

April 5, 2026
Warga Taiwan Siapkan Rencana Kabur Saat Ancaman China Meningkat

Warga Taiwan Siapkan Rencana Kabur Saat Ancaman China Meningkat

April 4, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Aceh dan Sultra

April 5, 2026
AI Bikin Diskusi Kuliah Makin Seragam, Mahasiswa Mulai Kehilangan Suara Asli

AI Bikin Diskusi Kuliah Makin Seragam, Mahasiswa Mulai Kehilangan Suara Asli

April 6, 2026
Kasus Keracunan MBG di Duren Sawit, Ini Penjelasan Wamenkes

Kasus Keracunan MBG di Duren Sawit, Ini Penjelasan Wamenkes

April 6, 2026
UCLA Menang Telak Atas South Carolina dan Ukir Sejarah di Final NCAA Putri 2026

UCLA Menang Telak Atas South Carolina dan Ukir Sejarah di Final NCAA Putri 2026

April 6, 2026
Trump Dorong Basis Data Pemilih Nasional, Pejabat Pemilu AS Khawatir Penyalahgunaan

Trump Dorong Basis Data Pemilih Nasional, Pejabat Pemilu AS Khawatir Penyalahgunaan

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved