• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Tren Wisata Berubah, CHSE dan Digital Tourism Jadi Kuncinya

Fathi by Fathi
October 6, 2021
in Lifestyle
0
Tren Wisata Berubah, CHSE dan Digital Tourism Jadi Kuncinya

JAKARTA, Cobisnis.com – Pandemi COVID-19 telah menghantam berbagai sektor, tidak terkecuali industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat, sejak Februari 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis.

Jika ditotal, sepanjang tahun 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 4,052 juta orang. Angka itu hanya 25% dari jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia pada 2019. Selain itu, kurang lebih ada sekitar 30 juta lapangan pekerjaan di sektor parekraf yang terdampak pandemi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyebutkan sektor pariwisata mengalami kerugian lebih dari Rp10 triliun selama pandemi Covid-19. Kerugian tercermin dari kontraksi yang cukup besar dari produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal kedua dan ketiga 2020.

Namun Kadin Indonesia melihat pemerintah sudah berupaya keras menyelamatkan sektor parekraf. Menurut Arsjad, ada beberapa fase yang sudah dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan sektor penyumbang devisa besar ini hingga merumuskan untuk membuka sepenuhnya bidang parekraf. Arsjad mengingatkan, pemulihan sektor pariwisata di Tanah Air membutuhkan kerja sama, inovasi, dan koordinasi dengan semua pihak terkait.

“Memang membuka sepenuhnya sektor parekraf tidak gampang. Pasalnya sektor ini membutuhkan banyak orang, punya efek domino yang besar juga. Jadi harus cermat. Jadi, bukan berarti tidak mungkin, tapi harus dipikirkan dan siapkan betul,” jelas Arsjad dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/10) siang.

Ia melihat, selama setahun belakangan, pemerintah telah menerapkan kebijakan berupa program stimulus untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19, di antaranya dana hibah, subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan kredit usaha rakyat (KUR) pariwisata.

Menurut Arsjad mengatakan, pandemi COVID-19 memaksa pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bertahan dan berinovasi. Vaksinasi, katanya, juga menjadi salah satu harapan untuk membangkitkan sektor parekraf di tahun 2021 ini. Menurut Arsjad, pemerintah sudah melakukan fase tanggap dengan memfokuskan pada kesehatan di sektor parekraf.

“Fase ini pemerintah menginisiasi program perlindungan sosial, mendorong kreativitas dan produktivitas saat WFH, melakukan koordinasi krisis pariwisata dengan daerah pariwisata, serta melakukan persiapan pemulihan. Selanjutnya adalah fase pemulihan, yakni pemerintah membuka perlahan tempat wisata. Persiapannya sangat matang, salah satunya soal penerapan protokol sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability),” ujarnya.

Terakhir, dari pengamatan Kadin Indonesia, pemerintah menjalankan fase penormalan yakni persiapan destinasi dengan protokol CHSE, meningkatkan minat pasar, hingga diskon untuk paket wisata dan MICE. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Virtual Travel Fair sejak bulan Agustus-September 2020.

Kolaborasi dan Pemanfaatan Teknologi

Lebih lanjut, kata Arsjad, kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik. Untuk mendukung ini, ujarnya, Kadin Indonesia menjalin nota kerja sama dengan kemenparekraf.

Adapun, ruang lingkup nota kesepakatan tersebut meliputi pengembangan produk wisata, pertukaran dan pemanfaatan data dan informasi, pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan untuk riset, edukasi dalam bidang ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasalnya, saat ini pelaku masyarakat mulai berubah, dan dibarengi dengan tren pariwisata yang telah bergeser.

“Saat ini tren pariwisata berubah, seperti liburan tanpa banyak bersentuhan dengan orang lain agar tetap aman, yaitu staycation. Ini bisa membangkitkan usaha perhotelan. Tapi tidak cukup itu, penyedia hotel juga harus inovatif misalnya menawarkan paket WFH, melengkapi sertifikasi CHSE, menyiapkan outdoor dining untuk menjaga jarak. Itu salah satu contoh,” ujarnya.

Kadin Indonesia, kata Arsjad, menekankan terobosan digital tourism sebagai salah satu strategi yang efektif dalam mempromosikan berbagai destinasi dan potensi pariwisata Indonesia melalui berbagai platform.

Artinya, digital tourism tidak hanya sekadar mengenalkan, namun juga menyebar keindahan pariwisata secara luas untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

“Tren ini merupakan inovasi dan lompatan besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia saat pandemi. Kadin Indonesia dengan sangat senang hati membantu pemerintah. Saat ini, semua dilakukan melalui internet, mulai merencanakan perjalanan, pre-on-post journey, hampir seluruhnya dilakukan secara digital. Bangun juga spot-spot wisata Instagramable menjadi salah satu strategi mempromosikan tempat wisata secara gratis agar dapat meningkatkan wisatawan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan ini, Kadin Indonesia mendorong pemerintah untuk mulai melakukan berbagai persiapan secara matang, misalnya dengan menyiapkan infrastruktur internet dan wifi, terutama di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) dan desa wisata di Indonesia.

Melalui signal coverage yang lebih memadai di seluruh daerah hingga pelosok, sambung Arsjad, diharapkan akan membuat program WFH dari tempat wisata misalnya, terwujud.

“Tentunya kebijakan membuka sektor parekraf secara penuh kami dukung, tapi juga indikator epidemiologi perlu dimasukkan dalam kebijakan pemulihan ini. Indikatornya meliputi tingkat kasus positif, kasus harian pergerakan tujuh hari, hunian pasien di ruang perawatan intensif, angka kematian, dan cakupan vaksinasi lengkap. Dari kelima indikator itu, amat ditekankan pentingnya tingkat kasus positif Covid-19 karena berkorelasi dengan aktivitas masyarakat, ” jelas Arsjad.

Kadin Indonesia juga mendukung adanya peningkatan resiliensi dan daya saing usaha melalui pemberian insentif dan akses permodalan, standarisasi usaha dan sertifikasi CHSE dan reaktivasi usaha.

Terakhir, inovasi produk dan jasa melalui fasilitasi pengembangan produk jasa, perlindungan HKI dan transformasi digital, produk wisata berkualitas melalui apresiasi kreasi Indonesia.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
lynda course free download
download lava firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: Cobisnisindustri pariwisataKadin

Related Posts

Ilustrasi uang

Cek BSU 2026 Lewat Link Resmi Kemnaker

by Desti Dwi Natasya
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pekerja dan buruh yang menantikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 diimbau untuk mewaspadai pesan berantai dan tautan...

INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

by Rachman
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI bersama anak perusahaannya, PT Inti Konten Indonesia (PT INTENS), merampungkan...

JKT48 resmi merilis video musik Ayo Senyumlah dengan memadukan budaya Jepang, motif kain Nusantara, dan enam lagu daerah Indonesia.

JKT48 Rilis MV Ayo Senyumlah Sarat Makna Nusantara

by Desti Dwi Natasya
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - JKT48 resmi merilis video musik terbaru berjudul Ayo Senyumlah pada Sabtu (24/10/2026). Video musik tersebut memadukan unsur...

Ekonom Apollo Global Management Torsten Slok menilai AI belum memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mayoritas perusahaan besar di luar sektor teknologi.

Ekonom Sebut AI Belum Untungkan Perusahaan Nonteknologi

by Desti Dwi Natasya
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Investasi besar-besaran dan meluasnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia usaha dinilai belum memberikan...

AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

by Rizki Meirino
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – AXIS Nation Cup 2026 menetapkan 16 tim finalis yang akan memperebutkan gelar juara nasional dalam babak Grand Final...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

October 26, 2026
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

October 26, 2026
Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

October 26, 2026
Ilustrasi uang

Cek BSU 2026 Lewat Link Resmi Kemnaker

October 26, 2026
INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

October 26, 2026
JKT48 resmi merilis video musik Ayo Senyumlah dengan memadukan budaya Jepang, motif kain Nusantara, dan enam lagu daerah Indonesia.

JKT48 Rilis MV Ayo Senyumlah Sarat Makna Nusantara

October 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved