Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Piala Dunia Seoul, Korea Selatan, pada Rabu (16/9/2026).
Gol tunggal Persib dicetak Julio Cesar ketika pertandingan baru berjalan lima menit.
Setelah unggul cepat, Persib harus bekerja keras menahan tekanan FC Seoul yang terus meningkatkan intensitas serangan hingga akhir pertandingan.
Pelatih Persib Bandung Igor Tolic mengungkap kondisi fisik pemain menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan strategi menghadapi FC Seoul.
“Kami harus memastikan siapa pemain yang bugar dan siapa yang tidak, lalu menyesuaikan taktik untuk pertandingan ini,” kata Tolic, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (17/9/2026).
Persib memang datang ke Korea Selatan setelah sebelumnya menjalani pertandingan sengit melawan Persija Jakarta dalam kompetisi domestik.
Situasi tersebut membuat Tolic melakukan perubahan komposisi pemain sekaligus menyesuaikan skema permainan untuk menghadapi FC Seoul.
Strategi tersebut mampu membantu Persib meredam agresivitas tuan rumah, terutama ketika FC Seoul tampil lebih menekan pada babak kedua.
Pertahanan Persib tampil disiplin untuk mematahkan sejumlah serangan FC Seoul, sementara Teja Paku Alam juga menunjukkan performa solid di bawah mistar gawang.
Tolic menilai perjuangan pemain hingga menit-menit terakhir menjadi faktor penting dalam keberhasilan Persib mempertahankan keunggulan.
“Tetapi memang seperti inilah caranya. Anda harus berjuang keras dan bertarung hingga detik-detik terakhir. Kami berhasil mempertahankan keunggulan, mengamankan tiga poin, dan menang di Korea,” tandasnya.
Kemenangan tersebut membuat Persib membawa pulang tiga poin dari lawatan ke Korea Selatan sekaligus mengawali kiprah di ACL 2 musim ini dengan hasil positif.