• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Tingkatkan Kapasitas Produksi Alat Kesehatan Hingga Empat Kali Lipat, Proline Bangun Pabrik Baru Siap Penuhi Kebutuhan Nasional Dan Ekspansi Global

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
April 25, 2025
in Industri
0
Tingkatkan Kapasitas Produksi Alat Kesehatan Hingga Empat Kali Lipat,  Proline Bangun Pabrik Baru Siap Penuhi Kebutuhan Nasional Dan Ekspansi Global

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Prodia Diagnostic Line (Proline), perusahaan afiliasi dari PT Prodia Widyahusada
Tbk (kode saham: PRDA) sekaligus bagian usaha dari Prodia Group, meresmikan fasilitas produksi baru di Kawasan Industri Jababeka III, beralamat di Jl. Tekno Boulevard Blok A3 – 3A, 5, 6, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Peresmian fasilitas produksi ini sebagai komitmen Proline untuk mendukung pemerintah mewujudkan pilar
transformasi kesehatan ketiga, yaitu sistem ketahanan kesehatan, dengan berkontribusi pada peningkatan
kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan.

Fasilitas produksi baru Proline diresmikan secara langsung oleh Lucia Rizka Andalusia selaku Direktur Jenderal
Kefarmasian & Alat Kesehatan Kementeri Kesehatan Republik Indonesia, serta dihadiri oleh Andi Widjaja selaku
Founder & Komisaris Utama PT Prodia Diagnostic Line (Proline), Endang W. Hoyaranda selaku Direktur PT Prodia
Utama, Cristina Sandjaja selaku Direktur PT Prodia Diagnostic Line (Proline), Liana Kuswandi selaku Direktur
Keuangan PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia), Günther Gorka selaku CEO DiaSys Diagnostic Systems GmbH,
segenap jajaran manajemen di bawah naungan Prodia Group, serta para pemangku kepentingan & mitra
strategis Proline.

Direktur Jenderal Kefarmasian & Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Lucia Rizka
Andalusia, mengapresiasi pembangunan fasilitas produksi baru milik Proline, sebagai langkah strategis dalam
memperkuat industri alat kesehatan nasional. Ia berharap keberadaan fasilitas ini dapat mendorong penggunaan alat kesehatan (alkes) dan reagen produksi dalam negeri dengan kualitas yang setara dengan produk impor.

Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk
luar serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Founder & Komisaris Utama Proline, Andi Widjaja, mengatakan fasilitas produksi baru ini merupakan salah satu
ide untuk semakin mendorong kemandirian produksi alkes dan reagen buatan dalam negeri. “Dengan
diresmikannya fasilitas produksi baru ini, Proline optimis dapat berkontribusi terhadap permintaan alkes dan
reagen yang terus meningkat setiap tahun sehingga rantai pasokan fasilitas kesehatan akan kebutuhan alkes dari dalam negeri tetap dapat terjaga.

Disisi lain, Proline juga siap berkontribusi mengamankan jumlah produksinya untuk mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah yang membutuhkan alkes dan reagen dalam jumlah banyak.” jelas Andi.
Direktur Proline, Cristina Sandjaja, menyampaikan, “Dengan perluasan fasilitas ini, kami dapat meningkatkan
kapasitas produksi untuk berbagai lini, termasuk Kimia Klinik, Hematologi, Rapid Test, dan Instrumen Diagnostik.

Saat ini, produk Proline telah digunakan oleh lebih dari 7.000 fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik di seluruh Indonesia. Kami terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi buatan lokal yang mampu menjangkau lebih banyak fasilitas kesehatan.

” Ia juga menambahkan bahwa fasilitas produksi baru ini mampu mendongkrak peningkatan produksi berbagai lini, seperti pada produk Kimia Klinik yang naik 3 kali lipat menjadi 960.000 kit per tahun, Rapid Test meningkat 4,5 kali lipat menjadi 22,5 juta tes, dan instrumen naik 4 kali lipat menjadi 4.000 unit per tahun, serta

penambahan fasilitas baru untuk biomolekuler dengan kapasitas hingga 5 juta tes per tahun. Target jangka

panjangnya adalah memenuhi kebutuhan seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia serta memperluas penetrasi

pasar ekspor hingga 20% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Sebagai pemegang 39% saham Proline sejak tahun 2024, Prodia menyambut baik pengembangan fasilitas

produksi baru sebagai langkah strategis dalam memperkuat industri alat kesehatan nasional. Direktur Keuangan

Prodia, Liana Kuswandi, menyampaikan bahwa langkah ini diyakini akan memberikan nilai tambah bagi kedua

perusahaan. “Kami percaya bahwa pengembangan ini akan memberikan nilai strategis dan berdampak positif

bagi pertumbuhan Proline maupun Prodia,” ujar Liana. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar kedua

perusahaan ini untuk memperkuat ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Günther Gorka selaku CEO DiaSys Diagnostic Systems GmbH, mitra global Proline,turut mengapresiasi langkah ekspansi Proline dalam menyediakan alkes dan reagen berstandar internasional di Indonesia. Ia berharap fasilitas baru ini mendorong Proline menjadi pemain kunci di pasar dalam dan luar negeri,serta siap mendukung inovasi Proline untuk memajukan industri alat kesehatan nasional.

Proline telah menjadi pionir produsen alkes dan reagen yang mengacu pada standar mutu nasional dan internasional. Hal ini dibuktikan dari penayangan Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) untuk reagen kimia klinik di e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak tahun 2015, dengan TKDN sebesar 42,10%-55,85%. Untuk terus mendorong peningkatan TKDN di atas 40%, Proline berupaya

memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, khususnya untuk bahan non-enzim dan bahan kemas, serta memproduksi sendiri komponen berbahan metal untuk seluruh instrumen yang dihasilkan. Proline konsisten dalam menjamin kualitas produksinya melalui sertifikasi ISO 13845:2016 yang telah diperoleh sejak tahun 2013 yang mencakup keseluruhan proses dari desain, produksi hingga manufaktur dan terus diperbaharui seiring ekspansi produk. 

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comPabrik baruProduksi alat kesehatanPT proline

Related Posts

Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

by Hidayat Taufik
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda kembali ramai diperbincangkan publik pada 2026. Guru Besar...

200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

by Hidayat Taufik
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta pemerintah memerangi judi online secara serius. Desakan itu muncul...

Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

by Zahra Zahwa
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Devils Tower National Monument menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Wyoming setelah tampil dalam film...

Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

by Zahra Zahwa
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Studi baru yang dimuat di The Lancet Psychiatry menyebut penggunaan antidepresan saat hamil umumnya tidak meningkatkan risiko...

Honda Catat Kerugian Perdana Sejak 1955 akibat Beban Besar dari Proyek EV

Honda Catat Kerugian Perdana Sejak 1955 akibat Beban Besar dari Proyek EV

by Zahra Zahwa
May 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Honda Motor Co., Ltd. mencatat kerugian tahunan pertamanya sejak 1955 setelah memangkas nilai investasi besar di bisnis...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Inflasi, Sanksi, dan Utang, Ini Deretan Negara dengan Mata Uang Paling Lemah di Dunia 2026

Inflasi, Sanksi, dan Utang, Ini Deretan Negara dengan Mata Uang Paling Lemah di Dunia 2026

May 14, 2026
UI Dorong Strategi Dekarbonisasi untuk Tekan Emisi Karbon Pelayaran

UI Dorong Strategi Dekarbonisasi untuk Tekan Emisi Karbon Pelayaran

May 14, 2026
DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

May 14, 2026
Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Tak Terbukti, Nadiem Tetap Dituntut 27,5 Tahun

Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Tak Terbukti, Nadiem Tetap Dituntut 27,5 Tahun

May 14, 2026
Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Ramai

May 15, 2026
200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

200 Ribu Anak Terjerat Judi Online, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

May 15, 2026
Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

Devils Tower Jadi Magnet Wisata Setelah Film Alien Legendaris

May 15, 2026
Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

Studi Lancet 2026: Antidepresan Saat Hamil Umumnya Tidak Tingkatkan Risiko Autisme dan ADHD

May 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved