• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Tetap Jaga Kearifan Lokal, Menpar Siapkan Masterplan Jangka Panjang untuk Pemulihan Desa Adat Sade

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
August 29, 2026
in Lifestyle
0
Pascakebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Pascakebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

JAKARTA,Cobisnis.com – Pascakebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung ke daerah yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus ekosistem pariwisata di desa tersebut.

Kehadiran Menpar Widiyanti memastikan proses pemulihan Desa Adat Sade dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap menjaga nilai budaya, kearifan lokal, serta autentisitas arsitektur tradisional Sasak.

“Hari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Terlebih, sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok,” kata Menpar Widiyanti melalui siaran pers yang diterima co.bisnis.

Menpar Widiyanti turut menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Adat Sade yang terdampak musibah kebakaran.

Ia memahami bahwa dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan bangunan, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat. Rumah-rumah tradisional di Sade bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga ruang untuk mencari nafkah serta bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan lintas generasi.

Oleh karena itu, Menpar meminta proses pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara menyeluruh dengan tidak hanya memperhatikan pembangunan kembali secara fisik, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi,” kata Menpar Widiyanti saat berbincang bersama Kepala Adat dan Masyarakat Sade.

Menpar Widiyanti kemudian menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Politeknik Pariwisata Lombok, mitra, serta para pemangku kepentingan dan unsur ekosistem pariwisata.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergi agar proses pemulihan Desa Adat Sade dapat berlangsung secara terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang.

Kementerian Pariwisata akan mengambil bagian dan membersamai proses pemulihan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, khususnya dalam pemulihan ekosistem pariwisata, penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menpar Widiyanti menekankan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali bangunan yang terdampak kebakaran. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam seluruh proses pemulihan agar kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan sekaligus memastikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Sade tetap terjaga.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah catatan penting terkait pembangunan kembali Desa Adat Sade. Adapun data sementara mengenai keluarga dan bangunan terdampak berdasarkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten

Untuk Rencana Jangka Panjang, terdapat empat langkah utama yang telah dibahas di dalam rakor tersebut.

Pertama, Menpar Widiyanti menginisiasi untuk membentuk tim kerja lintas Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah serta Mitra dan melibatkan masyakat adat, untuk mendata secara terperinci masyarakat dan pekerja yang terdampak agar penyaluran bantuan dapat lebih terarah.

Kedua, perencanaan untuk membuka satu akun donasi sehingga pengumpulan dana dapat dilakukan melalui satu pintu untuk mendukung rekonstruksi desa. Ketersediaan bahan baku untuk membangun kembali rumah tradisional juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat adat saat ini.

Ketiga, penyusunan Master Plan Rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan dengan melibatkan masyarakat agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa serta tetap mempertahankan karakter dan identitas Sade.

Menpar berharap master plan tersebut nantinya dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi desa-desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan

karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat. Selain itu, di saat pembangunan kawasan ini, perlunya penyediaan Proteksi Kebakaran Terintegrasi dengan menyiapkan titik-titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR) komunal yang didesain menyatu dengan estetika desa, serta pembuatan embung atau penampungan air darurat di area sekitar kawasan, menjadi sangat penting dalam pembangunan ini.

“Bagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dimanfaatkan sehingga tersedia infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya.
Mudah-mudahan ini tidak membutuhkan waktu lama,” jelas Menpar.

Infrastruktur dasar, mulai dari amenitas, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga sistem proteksi kebakaran, juga menjadi perhatian dalam proses rekonstruksi.

Keempat, Pembangunan Rumah Layak Tinggal. Hal ini pernah dilakukan bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian Pariwisata, yakni, membangun 40 unit Rumah Layak Tinggal bagi Masyarakat Adat Sade.

Dalam Rakor ini, empat langkah jangka pendek pun telah dibahas dan akan ditindaklanjuti secara bertahap dan menyeluruh.

Pertama, penyediaan dan distribusi stock makanan untuk para korban terdampak.

Kedua, pembuatan Dapur Umum dan bantuan logistik, dimana Kementerian Pariwisata melalui Politeknik Pariwisata Lombok, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI/POLRI, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketiga, Program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Program pemberdayaan seperti: Trauma Healing bagi korban terdampak khususnya anak kecil, Memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa terkait prosedur Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat dan evakuasi
wisatawan.

Selain itu, perlunya penguatan pendampingan pembangunan usaha bagi masyarakat adat Sade dengan dukungan lintas sektor, seperti modal bekerja para pelaku usaha pariwisata, fasilitas pendukung alat menenun, dan realokasi tempat sementara untuk menghidupkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat adat Sade secara bertahap.

Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata juga memberikan bantuan sejumlah alat tenun yang dibutuhkan kepada masyarakat Desa Adat Sade. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan perannya sebagai penjaga tradisi dan kearifan lokal Sasak.

Keempat, rencana pembangunan museum sementara dan masjid. Museum diharapkan menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal secara langsung dan autentik sejarah, nilai budaya Desa Adat Sade, serta kehidupan masyarakat SukuSasak.

Sementara itu, masjid akan menjadi sarana ibadah bagi masyarakat adat sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim yang berkunjung. Pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan menjelang peak season, khususnya momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Pemulihan Desa Adat Sade juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat. Keberadaan masyarakat beserta tradisi, pengetahuan lokal, dan autentisitas kehidupan desa merupakan kekuatan utama yang menjadikan Sade memiliki nilai penting dalam pariwisata Lombok.

Oleh karena itu, Menpar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh ekosistem pariwisata agar proses pemulihan tidak sekadar mengembalikan kondisi Sade seperti sebelum kebakaran, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakat dan keberlanjutan desa pada masa mendatang.

“Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya,” ungkap Menpar.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar Widiyanti juga meninjau dapur umum yang dibuka oleh TNI. Mahasiswa Politeknik Pariwisata Lombok turut membantu proses memasak selama masa tanggap darurat. Bantuan berupa bahan makanan dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya juga telah tersedia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi kepada Menpar beserta jajaran yang berkunjung langsung ke Lombok untuk membahas penanganan pascakebakaran Desa Adat Sade sekaligus memberikan arahan mengenai berbagai hal yang perlu menjadi prioritas, mulai dari persoalan kemanusiaan hingga rekonstruksi desa.

“Ibu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut,” kata Iqbal.

Salah seorang warga Desa Adat Sade, Amak Pani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran, perhatian, dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, asosiasi, maupun para donatur yang memberikan bantuan material dan moral bagi masyarakat Desa Adat Sade.

Ia bercerita bahwa aktivitas pariwisata masyarakat desa saat ini terhenti. Namun, Amak Pani tetap optimistis bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat pembangunan kembali Desa Adat Sade. Ia juga

menegaskan komitmen masyarakat untuk memastikan pembangunan kembali rumah-rumah adat tetap mempertahankan nilai tradisional dan keasliannya.

“Jadi kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Saya selaku masyarakat Suku Sasak Sade mengucapkan matur tampiasih atas kunjungannya yang sudah membantu dan meliput kami. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung ke tempat kami sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula,” ujar Amak Pani.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
Tags: desa adat sadekebakaran desa adat sadeKementerian pariwisatalombok tengahMenparMenteri pariwisatanusa tenggara barat

Related Posts

Kemenpar Kenalkan Keberagaman Desa Wisata Sebagai Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026

Kemenpar Kenalkan Keberagaman Desa Wisata Sebagai Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026

by Chodijah Febriani
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya memperkenalkan keberagaman desa wisata, Kementerian Pariwisata mempromosikan desa wisata sebagai destinasi wisata edukasi unggulan dalam...

Menpar: Tawur Agung Manca Wali Krama Cerminkan Pariwisata Budaya yang Berkualitas

Menpar: Tawur Agung Manca Wali Krama Cerminkan Pariwisata Budaya yang Berkualitas

by Chodijah Febriani
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hadir dalam Upacara Tawur Agung Manca Wali Krama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi dan rasa...

Tingkatkan Ekonomi Nasional, Menpar Perkuat Langkah Kolaboratif Kembangkan Wisata Olahraga

Tingkatkan Ekonomi Nasional, Menpar Perkuat Langkah Kolaboratif Kembangkan Wisata Olahraga

by Chodijah Febriani
October 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai salah satu strategi utama meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana...

WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

by Chodijah Febriani
October 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menghadirkan beragam produk kuliner tradisional dan inovatif dari para pelaku usaha di wilayah Joglosemar dan Jakarta, Menteri...

Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha, Upaya Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak

Salurkan Bantuan Pemulihan Usaha, Upaya Kemenpar Dorong Ekonomi Sade Kembali Bergerak

by Chodijah Febriani
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai bentuk dukungan dalam memulihkan perekonomian masyarakat Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Guardian Indonesia Luncurkan MyGuardian Rewards, Ada Poin Belanja hingga Voucher Rp100.000

Guardian Indonesia Luncurkan MyGuardian Rewards, Ada Poin Belanja hingga Voucher Rp100.000

October 12, 2026
IHCSA

Bisnis Makin Lintas Batas, Risiko Hukum Makin Kompleks

October 12, 2026
Persediaan obat, perlengkapan medis, dan bahan bakar di Taiz, Yaman, menipis sehingga layanan darurat hingga perawatan intensif terancam terganggu.

Krisis Medis Mengancam Warga Taiz di Yaman

October 12, 2026
BSU 2026 Sasar 13,3 Juta Buruh, Apakah Batas Gaji Rp3,5 Juta Masih Berlaku?

BSU 2026 Sasar 13,3 Juta Buruh, Apakah Batas Gaji Rp3,5 Juta Masih Berlaku?

October 12, 2026
Karhutla Makin Jadi Perhatian, Mengapa Belum Berstatus Bencana Nasional?

Karhutla Makin Jadi Perhatian, Mengapa Belum Berstatus Bencana Nasional?

October 12, 2026
Konsisten Perluas Akses Pembiayaan UMKM-K, Jamkrindo Raih Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

Konsisten Perluas Akses Pembiayaan UMKM-K, Jamkrindo Raih Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 12, 2026
MALAKA Kupas Misteri G30S, dari Tuduhan terhadap PKI hingga Peran CIA

MALAKA Kupas Misteri G30S, dari Tuduhan terhadap PKI hingga Peran CIA

October 12, 2026
Ferry Irwandi Ungkap Kebijakan Purbaya yang Dinilai Perlu Dievaluasi

Ferry Irwandi Ungkap Kebijakan Purbaya yang Dinilai Perlu Dievaluasi

October 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved