• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Sulit Kuasai Pasar? GoTo Hentikan Operasional GoViet di Vietnam

Saeful Imam by Saeful Imam
September 6, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Sulit Kuasai Pasar? GoTo Hentikan Operasional GoViet di Vietnam

Go Viet tutup layanan di Vietnam

JAKARTA, COBISNIS.COM – PT Gojek Tokopedia (GoTo) mengumumkan akan menutup operasional bisnisnya di Vietnam per 16 September 2024.

Layanan ojek online GoTo di negara tersebut, yang dikenal sebagai GoViet, merupakan bagian dari ekspansi internasional perusahaan.

Sekretaris Perusahaan GoTo, Koesoemohadiani, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan ke depan.

Koesoemohadiani mengungkapkan bahwa penutupan operasi di Vietnam adalah langkah strategis yang diambil untuk lebih memfokuskan pengembangan dan penguatan kegiatan operasional di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan signifikan.

Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 September 2024.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

GoTo tetap berkomitmen pada target pencapaian EBITDA impas pada tahun 2024, meskipun harus menarik diri dari pasar Vietnam. Meskipun penutupan dilakukan, GoTo berencana terus berinvestasi di area yang mampu memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Penutupan operasional GoViet akan mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku di Vietnam. Koesoemohadiani juga menyoroti bahwa pasar Vietnam sangat kompetitif dengan banyak pemain di bidang transportasi daring dan pengiriman makanan.

Persaingan yang ketat ini menjadi salah satu alasan penarikan diri dari negara tersebut.

Dari sudut pandang bisnis, kontribusi GoViet terhadap total pendapatan GoTo terbilang kecil, yakni kurang dari 0,5 persen dari total nilai transaksi kotor (GTV) perusahaan, serta hanya 2 persen dari layanan on-demand. Oleh karena itu, penutupan ini tidak berdampak signifikan pada kinerja dan keuangan GoTo secara keseluruhan.

GoViet pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 sebagai upaya ekspansi GoTo di luar Indonesia. Dengan menggandeng mitra lokal, GoTo berharap dapat meniru kesuksesan Gojek di Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo turut hadir dalam seremoni peluncurannya. Meski begitu, persaingan di Vietnam terbukti lebih sulit dari yang diharapkan.

GoViet menghadapi persaingan ketat dengan Grab dari Singapura, yang telah lebih dulu hadir dan agresif memperluas layanan transportasi dan pengiriman di Vietnam. Selain itu, pemain lokal seperti Be Group juga sangat kompetitif dalam layanan serupa. Persaingan yang ketat ini menghambat pertumbuhan GoViet di pasar Vietnam.

Dalam bisnis pengiriman makanan, Gojek hanya menguasai 3 persen pangsa pasar di Vietnam, jauh tertinggal dari Grab dengan 47 persen dan ShopeeFood dengan 45 persen. ShopeeFood, yang dimiliki oleh Sea Group dari Singapura, memiliki modal yang kuat dan mendominasi pasar Vietnam.

Sebelumnya, Gojek juga telah menarik diri dari Thailand pada tahun 2021. Dengan penutupan GoViet di Vietnam, satu-satunya bisnis internasional GoTo yang tersisa adalah di Singapura, di mana mereka juga menghadapi persaingan sengit dengan Grab.

Penutupan ini menandai tantangan besar bagi GoTo dalam upaya memperluas operasinya di luar Indonesia, meskipun tetap optimis terhadap peluang pertumbuhan di pasar yang tersisa.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free online course
download xiomi firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: gojek tutup layanan ojol di Vietnamgoviet

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

April 3, 2026
Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

April 3, 2026
Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

April 2, 2026
Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

April 4, 2026
Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

April 4, 2026
Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

April 3, 2026
Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved