• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

Dwi Natasya by Dwi Natasya
February 13, 2026
in Nasional
0
Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

JAKARTA, Cobisnis.com – Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis hasil awal studi mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap rumah tangga dan anak penerima manfaat. Kajian ini dimaksudkan untuk memperkaya diskursus kebijakan yang selama ini lebih banyak membahas aspek makro, dengan menghadirkan gambaran nyata di level keluarga.

Sebagai program prioritas nasional yang menyerap anggaran fiskal besar, MBG dinilai perlu terus dievaluasi secara berbasis data agar penyempurnaannya tepat sasaran. Studi ini melibatkan sekitar 1.800 orang tua untuk melihat perubahan pada pengeluaran rumah tangga serta kebiasaan makan anak.

Hasilnya, 36% responden mengaku terjadi penurunan pengeluaran harian sejak MBG berjalan, terutama untuk bekal dan uang saku anak. Namun, sekitar 63% menyatakan penghematan tersebut masih di bawah 10% dari total belanja bulanan. Temuan ini menunjukkan bahwa MBG membantu menjaga stabilitas konsumsi rutin keluarga, meski belum mengubah struktur pengeluaran secara signifikan.

“Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ujar M. Fajar Rakhmadi, Peneliti RISED.

Sebanyak 84% responden juga menyebut program diterima secara rutin setiap hari sekolah. Meski demikian, 69% orang tua menyampaikan anak mereka baru merasakan program kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjangnya belum dapat dinilai secara komprehensif.

Dari sisi perilaku, perubahan terlihat cukup signifikan. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55% menyatakan anak lebih terbuka terhadap variasi menu. Namun, RISED menekankan bahwa dampak terhadap status gizi objektif, kesehatan, maupun capaian pendidikan masih memerlukan evaluasi jangka menengah dan panjang.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai program ini berpotensi mengurangi tekanan pengeluaran keluarga kelas menengah rentan. “Kalau misalnya satu keluarga memiliki dua anak dan dibekali Rp15 ribu sehari, kita tahu ada 20 hari sekolah, ini berarti membantu mengurangi beban Rp600.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika program berjalan konsisten, dampaknya bisa lebih luas terhadap fleksibilitas anggaran rumah tangga. “Kalau ini persistent, ini akan berdampak lebih besar lagi. Ini akan menciptakan surplus konsumen (consumer surplus) bagi kelas menengah. Dengan berkurangnya biaya konsumsi anak, rumah tangga memiliki fleksibilitas anggaran yang lebih luas. Menariknya, kelebihan dana tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi jangka pendek, melainkan berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih berdampak, untuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas Fithra.

RISED memosisikan temuan ini sebagai baseline awal guna mendorong penguatan kebijakan berbasis riset. Kejelasan posisi MBG—apakah sebagai program sosial, intervensi gizi, atau instrumen pembangunan sumber daya manusia—dinilai penting agar indikator keberhasilan dan desain evaluasi lebih konsisten.

“Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi MBG, sekaligus memperkuat sistem pemantauan di lapangan. Ke depan, evaluasi lanjutan dengan periode implementasi yang lebih panjang juga sangat penting agar dampak program terhadap pembangunan SDM bisa diukur secara lebih komprehensif,” tambah M. Fajar Rakhmadi.

RISED menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak awal yang telah terlihat dapat berkembang menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Tags: cobisnis.comdukungan 81 persenFithra Faisal Hastiadimakan bergizi gratispembangunan SDMpengeluaran keluargaRISEDrumah tangga rentansurvei MBG

Related Posts

Prabowo Bangga, Timnas Indonesia Buktikan Tak Kenal Menyerah Lawan Thailand

Prabowo Bangga, Timnas Indonesia Buktikan Tak Kenal Menyerah Lawan Thailand

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto mengaku senang dan bangga setelah Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026....

Gila! Drama 120 Menit Indonesia Vs Thailand Berakhir Lewat Adu Pinalti, Garuda Juara

Gila! Drama 120 Menit Indonesia Vs Thailand Berakhir Lewat Adu Pinalti, Garuda Juara

by Hidayat Taufik
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Timnas Indonesia berhasil merengkuh gelar FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertandingan dramatis melawan Thailand. Gelar juara...

BGN Tegaskan Yayasan MBG Tak Boleh Minta Setoran dari Mitra

BGN Tegaskan Yayasan MBG Tak Boleh Minta Setoran dari Mitra

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN mengancam akan memutus kerja sama dengan yayasan yang dinilai hanya meminta setoran...

Jelang Final ASEAN Cup, Gianni Infantino Temui Prabowo

Jelang Final ASEAN Cup, Gianni Infantino Temui Prabowo

by Hidayat Taufik
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta,...

MUI Tegaskan Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan Hukumnya Haram

MUI Tegaskan Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan Hukumnya Haram

by Hidayat Taufik
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penggunaan alat bantu seksual atau sex toy untuk menyalurkan kebutuhan biologis warga...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kualitas Air dan Izin Bermasalah, 18 DAMIU Ditutup

YE Bagikan Momen Jakarta, Antusiasme Jelang Konser Makin Terasa

October 5, 2026
Nilai transaksi fesyen di TikTok Shop tumbuh 70% pada Semester I 2026. Discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal.

Transaksi Fesyen TikTok Shop Tumbuh 70%

September 29, 2026
Portugal memastikan tiket perempat final UEFA Nations League usai mengalahkan Norwegia, sementara Jerman ditahan Yunani.

Portugal Lolos, Jerman Masih Tertahan

October 5, 2026
Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

November 21, 2025
Prabowo Bangga, Timnas Indonesia Buktikan Tak Kenal Menyerah Lawan Thailand

Prabowo Bangga, Timnas Indonesia Buktikan Tak Kenal Menyerah Lawan Thailand

October 6, 2026
Gila! Drama 120 Menit Indonesia Vs Thailand Berakhir Lewat Adu Pinalti, Garuda Juara

Gila! Drama 120 Menit Indonesia Vs Thailand Berakhir Lewat Adu Pinalti, Garuda Juara

October 5, 2026
FBI Tangkap Perempuan yang Diduga Menguntit Keluarga Presiden Taiwan

FBI Tangkap Perempuan yang Diduga Menguntit Keluarga Presiden Taiwan

October 5, 2026
Saudi Turunkan Harga Jual Minyak bagi Pembeli dari Asia

Saudi Turunkan Harga Jual Minyak bagi Pembeli dari Asia

October 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved