• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, June 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

Dwi Natasya by Dwi Natasya
February 13, 2026
in Nasional
0
Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

JAKARTA, Cobisnis.com – Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis hasil awal studi mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap rumah tangga dan anak penerima manfaat. Kajian ini dimaksudkan untuk memperkaya diskursus kebijakan yang selama ini lebih banyak membahas aspek makro, dengan menghadirkan gambaran nyata di level keluarga.

Sebagai program prioritas nasional yang menyerap anggaran fiskal besar, MBG dinilai perlu terus dievaluasi secara berbasis data agar penyempurnaannya tepat sasaran. Studi ini melibatkan sekitar 1.800 orang tua untuk melihat perubahan pada pengeluaran rumah tangga serta kebiasaan makan anak.

Hasilnya, 36% responden mengaku terjadi penurunan pengeluaran harian sejak MBG berjalan, terutama untuk bekal dan uang saku anak. Namun, sekitar 63% menyatakan penghematan tersebut masih di bawah 10% dari total belanja bulanan. Temuan ini menunjukkan bahwa MBG membantu menjaga stabilitas konsumsi rutin keluarga, meski belum mengubah struktur pengeluaran secara signifikan.

“Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ujar M. Fajar Rakhmadi, Peneliti RISED.

Sebanyak 84% responden juga menyebut program diterima secara rutin setiap hari sekolah. Meski demikian, 69% orang tua menyampaikan anak mereka baru merasakan program kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjangnya belum dapat dinilai secara komprehensif.

Dari sisi perilaku, perubahan terlihat cukup signifikan. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55% menyatakan anak lebih terbuka terhadap variasi menu. Namun, RISED menekankan bahwa dampak terhadap status gizi objektif, kesehatan, maupun capaian pendidikan masih memerlukan evaluasi jangka menengah dan panjang.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai program ini berpotensi mengurangi tekanan pengeluaran keluarga kelas menengah rentan. “Kalau misalnya satu keluarga memiliki dua anak dan dibekali Rp15 ribu sehari, kita tahu ada 20 hari sekolah, ini berarti membantu mengurangi beban Rp600.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika program berjalan konsisten, dampaknya bisa lebih luas terhadap fleksibilitas anggaran rumah tangga. “Kalau ini persistent, ini akan berdampak lebih besar lagi. Ini akan menciptakan surplus konsumen (consumer surplus) bagi kelas menengah. Dengan berkurangnya biaya konsumsi anak, rumah tangga memiliki fleksibilitas anggaran yang lebih luas. Menariknya, kelebihan dana tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi jangka pendek, melainkan berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih berdampak, untuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas Fithra.

RISED memosisikan temuan ini sebagai baseline awal guna mendorong penguatan kebijakan berbasis riset. Kejelasan posisi MBG—apakah sebagai program sosial, intervensi gizi, atau instrumen pembangunan sumber daya manusia—dinilai penting agar indikator keberhasilan dan desain evaluasi lebih konsisten.

“Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi MBG, sekaligus memperkuat sistem pemantauan di lapangan. Ke depan, evaluasi lanjutan dengan periode implementasi yang lebih panjang juga sangat penting agar dampak program terhadap pembangunan SDM bisa diukur secara lebih komprehensif,” tambah M. Fajar Rakhmadi.

RISED menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak awal yang telah terlihat dapat berkembang menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Tags: cobisnis.comdukungan 81 persenFithra Faisal Hastiadimakan bergizi gratispembangunan SDMpengeluaran keluargaRISEDrumah tangga rentansurvei MBG

Related Posts

PLN Indonesia Power Hadirkan Inovasi Biomassa untuk Percepat Transisi Energi Bersih

PLN Indonesia Power Hadirkan Inovasi Biomassa untuk Percepat Transisi Energi Bersih

by Iwan Supriyatna
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT PLN Indonesia Power terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui berbagai inovasi yang lahir...

Emilia Clarke Ungkap Dampak Dua Pendarahan Otak yang Dialaminya di Usia 20-an

Emilia Clarke Ungkap Dampak Dua Pendarahan Otak yang Dialaminya di Usia 20-an

by Zahra Zahwa
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Emilia Clarke mengungkap kembali perjuangannya setelah mengalami dua pendarahan otak saat berusia 20-an tahun. Ia membahas...

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Spekulasi Mediasi Trump-Kim Menguat

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Spekulasi Mediasi Trump-Kim Menguat

by Zahra Zahwa
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan resmi ke Korea Utara pekan depan dalam langkah diplomatik yang...

TWS Rilis Lagu Penyemangat Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026

TWS Rilis Lagu Penyemangat Timnas Korea Selatan untuk Piala Dunia 2026

by Desti Dwi Natasya
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Boy group TWS akan merilis single digital terbaru berjudul Dream With Us sebagai lagu penyemangat resmi Timnas...

KPK Telusuri Bukti Baru, Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah

KPK Telusuri Bukti Baru, Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah

by Hidayat Taufik
June 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, Jumat (5/6/2026)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini

June 5, 2026
Silmy Karim

Silmy Karim OTT KPK, Telkom Klaim Posisi Komisaris Tak Berdampak ke Perseroan

June 5, 2026
Oppo dan Vivo Siapkan Kamera Vlogging untuk Tantang DJI Osmo Pocket 3

Oppo dan Vivo Siapkan Kamera Vlogging untuk Tantang DJI Osmo Pocket 3

June 5, 2026
Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat Tertinggi TOP CSR Awards 2026

June 5, 2026
BTN Pacu Penerapan GCG

BTN Pacu Penerapan GCG

June 5, 2026
PLN Indonesia Power Hadirkan Inovasi Biomassa untuk Percepat Transisi Energi Bersih

PLN Indonesia Power Hadirkan Inovasi Biomassa untuk Percepat Transisi Energi Bersih

June 5, 2026
Emilia Clarke Ungkap Dampak Dua Pendarahan Otak yang Dialaminya di Usia 20-an

Emilia Clarke Ungkap Dampak Dua Pendarahan Otak yang Dialaminya di Usia 20-an

June 5, 2026
Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Spekulasi Mediasi Trump-Kim Menguat

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Spekulasi Mediasi Trump-Kim Menguat

June 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved