• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

Dwi Natasya by Dwi Natasya
February 13, 2026
in Nasional
0
Studi Awal RISED Nilai MBG Jadi Bantalan Konsumsi Keluarga, Dampak Jangka Panjang Masih Dikaji

JAKARTA, Cobisnis.com – Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis hasil awal studi mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap rumah tangga dan anak penerima manfaat. Kajian ini dimaksudkan untuk memperkaya diskursus kebijakan yang selama ini lebih banyak membahas aspek makro, dengan menghadirkan gambaran nyata di level keluarga.

Sebagai program prioritas nasional yang menyerap anggaran fiskal besar, MBG dinilai perlu terus dievaluasi secara berbasis data agar penyempurnaannya tepat sasaran. Studi ini melibatkan sekitar 1.800 orang tua untuk melihat perubahan pada pengeluaran rumah tangga serta kebiasaan makan anak.

Hasilnya, 36% responden mengaku terjadi penurunan pengeluaran harian sejak MBG berjalan, terutama untuk bekal dan uang saku anak. Namun, sekitar 63% menyatakan penghematan tersebut masih di bawah 10% dari total belanja bulanan. Temuan ini menunjukkan bahwa MBG membantu menjaga stabilitas konsumsi rutin keluarga, meski belum mengubah struktur pengeluaran secara signifikan.

“Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ujar M. Fajar Rakhmadi, Peneliti RISED.

Sebanyak 84% responden juga menyebut program diterima secara rutin setiap hari sekolah. Meski demikian, 69% orang tua menyampaikan anak mereka baru merasakan program kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjangnya belum dapat dinilai secara komprehensif.

Dari sisi perilaku, perubahan terlihat cukup signifikan. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55% menyatakan anak lebih terbuka terhadap variasi menu. Namun, RISED menekankan bahwa dampak terhadap status gizi objektif, kesehatan, maupun capaian pendidikan masih memerlukan evaluasi jangka menengah dan panjang.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai program ini berpotensi mengurangi tekanan pengeluaran keluarga kelas menengah rentan. “Kalau misalnya satu keluarga memiliki dua anak dan dibekali Rp15 ribu sehari, kita tahu ada 20 hari sekolah, ini berarti membantu mengurangi beban Rp600.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika program berjalan konsisten, dampaknya bisa lebih luas terhadap fleksibilitas anggaran rumah tangga. “Kalau ini persistent, ini akan berdampak lebih besar lagi. Ini akan menciptakan surplus konsumen (consumer surplus) bagi kelas menengah. Dengan berkurangnya biaya konsumsi anak, rumah tangga memiliki fleksibilitas anggaran yang lebih luas. Menariknya, kelebihan dana tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi jangka pendek, melainkan berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih berdampak, untuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas Fithra.

RISED memosisikan temuan ini sebagai baseline awal guna mendorong penguatan kebijakan berbasis riset. Kejelasan posisi MBG—apakah sebagai program sosial, intervensi gizi, atau instrumen pembangunan sumber daya manusia—dinilai penting agar indikator keberhasilan dan desain evaluasi lebih konsisten.

“Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi MBG, sekaligus memperkuat sistem pemantauan di lapangan. Ke depan, evaluasi lanjutan dengan periode implementasi yang lebih panjang juga sangat penting agar dampak program terhadap pembangunan SDM bisa diukur secara lebih komprehensif,” tambah M. Fajar Rakhmadi.

RISED menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak awal yang telah terlihat dapat berkembang menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Tags: cobisnis.comdukungan 81 persenFithra Faisal Hastiadimakan bergizi gratispembangunan SDMpengeluaran keluargaRISEDrumah tangga rentansurvei MBG

Related Posts

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Persija Jakarta semakin mantap memimpin klasemen sementara Super League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri...

Mbappe Menggila! Rekor Messi dan Ronaldo di El Clasico Terlewati

Mbappe Menggila! Rekor Messi dan Ronaldo di El Clasico Terlewati

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Kylian Mbappe tampil gemilang saat membawa Real Madrid mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 dalam laga El Clasico...

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dinamika politik menjelang Pemilu 2029 membuka peluang terbentuknya konfigurasi kekuatan baru. Gerindra dan PDI Perjuangan dinilai berpotensi...

Remaja Sering Diam dan Menjauh, Pakar Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

Remaja Sering Diam dan Menjauh, Pakar Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perubahan sikap anak saat memasuki usia remaja kerap menjadi tantangan bagi orangtua. Keinginan untuk lebih bebas dan...

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah Indonesia agar mempertimbangkan risiko hukum dari keputusan memangkas ekspor gas bumi ke...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

October 26, 2026
BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

October 26, 2026
Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

October 26, 2026
Ilustrasi uang

Cek BSU 2026 Lewat Link Resmi Kemnaker

October 26, 2026
INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

INTI Group Rampungkan Pilkades e-Voting di 21 Desa Sumbawa Barat

October 26, 2026
JKT48 resmi merilis video musik Ayo Senyumlah dengan memadukan budaya Jepang, motif kain Nusantara, dan enam lagu daerah Indonesia.

JKT48 Rilis MV Ayo Senyumlah Sarat Makna Nusantara

October 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved