• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

South Sudan, Negara Termiskin dengan Krisis Ekonomi Berkepanjangan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 20, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
South Sudan, Negara Termiskin dengan Krisis Ekonomi Berkepanjangan

JAKARTA, Cobisnis.com – South Sudan tercatat sebagai negara termiskin di dunia dengan GDP per kapita PPP hanya sekitar US$ 716. Negara yang baru merdeka pada 2011 ini menghadapi tantangan besar berupa konflik, krisis pangan, hingga lemahnya infrastruktur yang menghambat pembangunan.

South Sudan lahir sebagai negara termuda setelah berpisah dari Sudan. Namun, harapan akan stabilitas cepat pupus karena perang saudara pecah pada 2013. Konflik ini menelan ratusan ribu korban jiwa dan memaksa jutaan orang mengungsi.

Akibat perang berkepanjangan, sektor ekonomi South Sudan nyaris lumpuh. Pertanian, perdagangan, dan pembangunan infrastruktur terhenti, membuat rakyat kesulitan mengakses kebutuhan dasar. Situasi ini diperburuk oleh konflik politik yang tidak kunjung reda.

Padahal, negara ini memiliki minyak bumi sebagai sumber utama pendapatan. Sayangnya, korupsi, embargo internasional, serta minimnya distribusi hasil minyak membuat kekayaan tersebut tidak dirasakan rakyat. Kondisi inilah yang menempatkan South Sudan di posisi terbawah dalam daftar ekonomi global.

Krisis pangan menjadi ancaman utama. Data PBB menyebutkan lebih dari 70% penduduk hidup dalam kemiskinan ekstrem, sementara 9 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Lahan pertanian banyak yang rusak akibat perang dan iklim ekstrem.

Selain pangan, masalah infrastruktur juga menjadi hambatan besar. Jalan raya, listrik, dan air bersih terbatas. Di luar ibu kota Juba, akses ke daerah pedalaman sangat sulit, sehingga bantuan kemanusiaan sering terhambat masuk.

Kondisi pendidikan pun memprihatinkan. Tingkat melek huruf hanya sekitar 35–40% penduduk. Rendahnya akses pendidikan berdampak pada kualitas sumber daya manusia, yang berimbas pada lambannya pemulihan ekonomi nasional.

Sektor kesehatan juga tak luput dari krisis. Minimnya fasilitas medis membuat angka harapan hidup hanya sekitar 55 tahun, jauh di bawah rata-rata dunia. Banyak warga bergantung pada layanan darurat dari organisasi internasional.

Ketergantungan pada bantuan asing menjadi ciri utama perekonomian South Sudan. PBB, WHO, hingga berbagai NGO internasional berperan besar dalam penyediaan makanan, obat-obatan, dan infrastruktur darurat. Tanpa mereka, jutaan orang berisiko kelaparan.

Dengan kombinasi konflik, korupsi, dan lemahnya pembangunan, South Sudan menghadapi jalan panjang untuk keluar dari kemiskinan. Situasi ini menjadi peringatan bagaimana konflik politik dapat meruntuhkan potensi ekonomi sebuah negara yang kaya sumber daya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download coolpad firmware
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: CobisnisEkonomi globalKrisis ekonomiPebisnismudaSouth Sudan

Related Posts

Jamkrindo Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Jamkrindo Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap awal bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa...

BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di...

BNPB Catat 241 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Warga Diminta Lapor

BNPB Catat 241 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Warga Diminta Lapor

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat 241 rumah mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang...

Rusia Dihujani Ratusan Drone, Sekitar 200 Ditembak Jatuh

Rusia Dihujani Ratusan Drone, Sekitar 200 Ditembak Jatuh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ratusan drone menyasar wilayah Rusia pada Minggu, 16 Agustus 2026, di tengah serangan rudal Rusia ke Ukraina....

Tak Perlu Simpan Batangan, Begini Cara Kerja ETF Emas

Tak Perlu Simpan Batangan, Begini Cara Kerja ETF Emas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Emas kini punya cara baru untuk masuk ke kantong investor. Lewat ETF Emas, masyarakat bisa mendapatkan eksposur...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Impact Investment Festival

Impact Investment Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Regulator dan Pasar Modal untuk Dorong Impact Investing Indonesia

August 15, 2026
Promo HUT RI ke-81, Naik Whoosh Bisa Mulai Rp8.800

Promo HUT RI ke-81, Naik Whoosh Bisa Mulai Rp8.800

August 16, 2026
CIMB Niaga Hadirkan Kejar Mimpi Rising Start Competition 2026 di Bandung

CIMB Niaga Hadirkan Kejar Mimpi Rising Start Competition 2026 di Bandung

August 16, 2026
Islam Makhachev Tumbangkan Ian Garry dan Kirim Pesan ke Dunia UFC

Islam Makhachev Tumbangkan Ian Garry dan Kirim Pesan ke Dunia UFC

August 16, 2026
Cara Memilih Warna Cat Putih yang Membuat Ruangan Terasa Lebih Cerah Alami

Cara Memilih Warna Cat Putih yang Membuat Ruangan Terasa Lebih Cerah Alami

August 17, 2026
Benarkah Sarapan Tinggi Protein Bikin Kenyang Selama 6 Jam?

Benarkah Sarapan Tinggi Protein Bikin Kenyang Selama 6 Jam?

August 17, 2026
Jamkrindo Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Jamkrindo Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

August 16, 2026
BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

August 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved