• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Si Manis Khas Sulawesi Selatan yang Kembali Naik Daun

Muh. Abdi Sesardiman by Muh. Abdi Sesardiman
July 3, 2025
in Lifestyle
0
Si Manis Khas Sulawesi Selatan yang Kembali Naik Daun

JAKARTA, cobisnis.com – Sulawesi Selatan, sebuah provinsi yang kaya akan budaya dan kuliner, kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada salah satu hidangan penutup tradisionalnya yang memukau: Barongko. Kue pisang kukus yang lembut dan manis ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan sejarah dan filosofi mendalam.

Barongk Di tengah hiruk pikuk kuliner modern, Barongko, makanan khas Sulawesi Selatan, berhasil mempertahankan pesonanya dan kembali menarik perhatian masyarakat luas. Kudapan berbahan dasar pisang ini bukan sekadar penganan biasa, melainkan cerminan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang patut dilestarikan.

Barongko, secara tradisional, dibuat dari pisang kepok yang dihaluskan, dicampur dengan santan, telur, gula, dan sedikit garam. Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Hasilnya adalah kue bertekstur lembut, manis legit, dengan aroma pisang yang kuat dan aroma daun pisang yang khas. Keistimewaan Barongko tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang masih tradisional, menjaga otentisitas cita rasa yang telah diwariskan turun-temurun.

Sejarah dan Filosofi di Balik Kelezatan Barongko

Konon, Barongko dulunya adalah hidangan istimewa yang hanya disajikan untuk para bangsawan dan raja di lingkungan istana Kerajaan Bugis-Makassar. Kehadirannya dalam acara-acara adat atau jamuan penting melambangkan kemewahan dan penghormatan. Nama “Barongko” sendiri dipercaya berasal dari kata “barakka” yang berarti berkah, mencerminkan harapan akan kebaikan dan keberlimpahan bagi siapa pun yang menyantapnya.

Lebih dari sekadar hidangan penutup, Barongko juga mengandung filosofi kesederhanaan dan kebersahajaan. Bahan-bahannya yang mudah ditemukan di alam sekitar, seperti pisang dan kelapa, menunjukkan kekayaan hasil bumi Sulawesi Selatan. Proses pembuatannya yang manual dan membutuhkan ketelatenan juga mengajarkan kesabaran dan ketekunan.

Inovasi dan Pelestarian di Era Modern

Meskipun Barongko adalah hidangan tradisional, para pelaku usaha kuliner di Sulawesi Selatan tidak ragu untuk berinovasi. Beberapa variasi Barongko kini mulai bermunculan, seperti penambahan nangka, keju, atau bahkan cokelat untuk menarik minat generasi muda. Namun, inovasi ini tetap menjaga esensi rasa asli Barongko, memastikan bahwa cita rasa otentik tidak hilang ditelan zaman.

Pemerintah daerah dan berbagai komunitas lokal juga aktif dalam upaya pelestarian Barongko. Berbagai festival kuliner dan pelatihan pembuatan Barongko sering diadakan untuk memperkenalkan hidangan ini kepada wisatawan dan generasi muda. Tujuannya adalah agar Barongko tidak hanya dikenal sebagai makanan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Sulawesi Selatan di masa depan.

Barongko sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner

Kelezatan dan keunikan Barongko menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Selatan. Banyak wisatawan yang sengaja mencari dan mencicipi Barongko sebagai bagian dari pengalaman wisata kuliner mereka. Ini membuktikan bahwa Barongko memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon kuliner kebanggaan Sulawesi Selatan yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Dengan segala pesonanya, Barongko tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga merangkum sejarah, filosofi, dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Melalui pelestarian dan inovasi yang berkelanjutan, Barongko diharapkan akan terus menjadi primadona di dunia kuliner Indonesia dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
free online course
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: Barangkocobisnis.comSulawesi selatan

Related Posts

NCAA Tolak Banding MAC, Kemenangan Kontroversial Michigan Tetap Sah

NCAA Tolak Banding MAC, Kemenangan Kontroversial Michigan Tetap Sah

by Zahra Zahwa
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – NCAA memastikan tidak akan mengubah hasil pertandingan kontroversial antara Michigan dan Western Michigan yang berlangsung akhir pekan...

Lululemon Masuki Babak Baru, CEO Heidi O’Neill Dihadapkan pada Penurunan Kinerja

Lululemon Masuki Babak Baru, CEO Heidi O’Neill Dihadapkan pada Penurunan Kinerja

by Zahra Zahwa
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Heidi O’Neill resmi memulai tugasnya sebagai CEO baru Lululemon pada Selasa. Namun, ia langsung menghadapi sejumlah tantangan...

Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.

Pestani Petrokimia Gresik Naikkan Produktivitas Bawang Merah

by Rizki Meirino
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Petrokimia Gresik memperkuat dukungan terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program Pestani...

Rahmi Hatta, Satu Abad Rahmi Hatta, Fashion Performance Art RUMAH, nikah massal, Yayasan Meutia Hatta Swasono

Satu Abad Rahmi Hatta, Warisan yang Terus Hidup

by Rizki Meirino
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Genap satu abad usia Rahmi Hatta menjadi momentum bagi keluarga besar Yayasan Meutia Hatta Swasono untuk tidak...

PDIP Buka Suara Disebut Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

PDIP Buka Suara Disebut Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

by Hidayat Taufik
September 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menanggapi anggapan bahwa partainya dapat menjadi salah satu poros utama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI mendukung MotoGP Mandalika 2026 dengan memperkuat layanan keuangan syariah dan ekosistem pariwisata terintegrasi di NTB.

BSI Perkuat Ekosistem Wisata Syariah di Mandalika

September 8, 2026
Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

September 8, 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

September 8, 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

September 8, 2026
NCAA Tolak Banding MAC, Kemenangan Kontroversial Michigan Tetap Sah

NCAA Tolak Banding MAC, Kemenangan Kontroversial Michigan Tetap Sah

September 9, 2026
Lululemon Masuki Babak Baru, CEO Heidi O’Neill Dihadapkan pada Penurunan Kinerja

Lululemon Masuki Babak Baru, CEO Heidi O’Neill Dihadapkan pada Penurunan Kinerja

September 9, 2026
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji Petrokimia Gresik mendorong produktivitas bawang merah Nganjuk hingga 20 ton per hektare atau naik 12 persen.

Pestani Petrokimia Gresik Naikkan Produktivitas Bawang Merah

September 9, 2026
Rahmi Hatta, Satu Abad Rahmi Hatta, Fashion Performance Art RUMAH, nikah massal, Yayasan Meutia Hatta Swasono

Satu Abad Rahmi Hatta, Warisan yang Terus Hidup

September 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved