JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, resmi meluncurkan layanan bus malam tanpa sopir pertama di negara tersebut pada Kamis (22/10/2026). Bus bernama Cheonggye A01 ini beroperasi di kawasan bersejarah Aliran Cheonggyecheon dan bisa dinaiki secara gratis.
Bus otonom tersebut dirancang tanpa roda setir maupun kursi pengemudi. Rutenya membentuk lingkaran sepanjang 4,8 kilometer yang menghubungkan pusat kuliner malam, kawasan hiburan, dan sejumlah landmark budaya Seoul.
Sebanyak dua unit bus dikerahkan untuk melayani 11 titik pemberhentian. Bus beroperasi setiap 30 menit, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 waktu setempat.
Rutenya menghubungkan Lapangan Cheonggye dengan sejumlah kawasan komersial, termasuk gang kuliner Jongno, kawasan bar Euljiro, hingga Pasar Gwangjang yang dikenal dengan jajanan kaki limanya.
Layanan ini diluncurkan setelah melewati uji coba program percontohan pada Agustus lalu dan pengujian siang hari selama satu tahun. Kehadirannya ditujukan untuk membantu mobilitas pekerja malam, pengunjung kawasan hiburan, serta wisatawan mancanegara.
Kepala Biro Transportasi Pemerintah Kota Seoul, Yeo Jang-kwon, mengatakan bus otonom ini menawarkan cara baru menikmati suasana malam kota. Layanan tersebut juga menghubungkan kawasan Cheonggyecheon dengan area sekitarnya, termasuk Jonggak dan Euljiro.
Saat ini, penumpang dapat menikmati layanan secara gratis dengan menempelkan kartu transportasi umum atau transit card. Namun, pemerintah kota berencana menerapkan tarif terintegrasi sebesar 1.400 won atau sekitar Rp19.000 per perjalanan.
Untuk memudahkan perjalanan, informasi kedatangan bus secara langsung dan peta lokasi pemberhentian tersedia melalui platform navigasi lokal, seperti Naver Map dan KakaoMap. Fitur ini membantu penumpang mengetahui jadwal dan lokasi halte.
Kehadiran Cheonggye A01 menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi kendaraan otonom untuk mendukung transportasi perkotaan. Layanan ini juga menawarkan alternatif bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan wisata Seoul pada malam hari.
Meski demikian, layanan gratis tersebut masih berlaku saat ini dan pemerintah kota telah menyampaikan rencana penerapan tarif berbayar. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan perubahan tarif akan mulai diberlakukan.













