JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan akan mengumumkan Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Jumat pagi waktu AS atau malam ini waktu Indonesia. Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang terkait masa depan kepemimpinan bank sentral AS.
Pengumuman tersebut datang di tengah tekanan pasar global yang masih sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Selama berbulan-bulan, pelaku pasar mempertanyakan apakah Jerome Powell akan dipertahankan atau digantikan oleh sosok yang lebih sejalan dengan kebijakan Gedung Putih.
Trump sebelumnya kerap mengkritik kebijakan moneter The Fed yang dinilai terlalu ketat. Ia secara terbuka menyuarakan keinginan agar bank sentral AS lebih agresif menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam bursa kandidat Ketua The Fed berikutnya, nama Kevin Warsh mencuat sebagai kandidat terkuat. Warsh merupakan mantan Deputi Gubernur The Fed yang pernah menjabat pada era krisis keuangan global.
Kedekatan pandangan Warsh dengan Trump menjadi salah satu faktor utama menguatnya spekulasi ini. Warsh dikenal memiliki pendekatan kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan dan cenderung kritis terhadap pengetatan moneter berlebihan.
Indikasi kuat penunjukan Warsh juga tercermin dari pasar prediksi global. Platform Polymarket mencatat probabilitas sebesar 81 persen bahwa Kevin Warsh akan diumumkan sebagai Ketua The Fed yang baru.
Angka tersebut menunjukkan keyakinan pasar bahwa perubahan kepemimpinan The Fed tinggal menunggu waktu. Reaksi pasar keuangan global pun diperkirakan akan signifikan setelah pengumuman resmi disampaikan.
Pergantian Ketua The Fed dinilai dapat membawa babak baru hubungan antara Gedung Putih dan bank sentral AS. Selama ini, independensi The Fed kerap menjadi sorotan dalam dinamika politik ekonomi Amerika Serikat.
Bagi pasar global, arah kebijakan suku bunga AS memiliki dampak luas, mulai dari nilai tukar, arus modal, hingga pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pelaku pasar kini menunggu pengumuman resmi Trump untuk memastikan arah kebijakan moneter AS ke depan, sekaligus membaca potensi perubahan strategi The Fed dalam menghadapi tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global.














