• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Saksi di Sidang Chromebook Tegaskan Tak Ada Mark Up Harga, Klaim Kerugian Negara Dipersoalkan

Dwi Natasya by Dwi Natasya
March 6, 2026
in Nasional
0
Saksi di Sidang Chromebook Tegaskan Tak Ada Mark Up Harga, Klaim Kerugian Negara Dipersoalkan

JAKARTA, Cobisnis.com – Persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook kembali menghadirkan sejumlah saksi yang memberikan keterangan terkait proses pengadaan tersebut. Dalam sidang yang digelar Kamis (5/3/2026), para saksi menyampaikan bahwa tidak terdapat praktik kemahalan harga maupun upaya memperkaya diri sebagaimana tercantum dalam dakwaan.

Alexander Vidi dari PT Dell Indonesia menjelaskan bahwa perusahaannya justru mengalami kerugian dalam proyek pengadaan Chromebook tersebut. Ia menyebut pembayaran kepada pihak pabrik tetap harus dilakukan sesuai jumlah pesanan, sementara penerimaan dari distributor mengikuti dokumen Purchase Order (PO), sehingga secara perhitungan perusahaan mengalami defisit.

Alexander juga mempertanyakan dasar perhitungan angka Rp112 miliar yang disebut dalam dakwaan sebagai keuntungan yang memperkaya pihak tertentu. Menurutnya, ia tidak mengetahui sumber data yang digunakan dalam perhitungan tersebut.

Keterangan serupa disampaikan perwakilan PT Bangga atau Chromebook Advan, Chandra Advan. Ia menyatakan bahwa keuntungan kotor yang diperoleh perusahaannya dari pengadaan Chromebook pada periode 2021 hingga 2022 sekitar Rp14,7 miliar. Nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan angka Rp48 miliar yang disebut dalam dakwaan sebagai keuntungan yang diduga memperkaya diri.

Chandra juga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi mengenai angka Rp48 miliar tersebut selama proses pemeriksaan sebelumnya, termasuk saat dimintai keterangan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain persoalan harga, persidangan juga membahas istilah co-investment yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Rico Gunawan dari PT Acer menjelaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada marketing fund atau dana pemasaran yang lazim digunakan dalam industri teknologi.

Menurut Rico, dana tersebut berasal dari sejumlah prinsipal teknologi seperti Google, Intel, Microsoft, dan AMD, yang biasanya digunakan untuk kegiatan promosi, pelatihan mitra, hingga aktivitas pemasaran lainnya. Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan merupakan imbal jasa pribadi atau kickback.

Sementara itu, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, juga memberikan tanggapan terkait jalannya persidangan. Ia menyampaikan kekecewaannya atas munculnya klaim kerugian negara yang disebut mencapai sekitar Rp2 triliun.

Menurutnya, angka tersebut berasal dari dua komponen yang dinilai tidak tepat, yakni dugaan kerugian Rp600 miliar terkait fitur Chrome Device Management (CDM) yang disebut tidak dikategorikan sebagai kerugian oleh BPKP, serta asumsi kerugian sekitar Rp1,5 triliun yang dihitung dari selisih harga laptop Rp4,3 juta yang dinilai tidak sesuai dengan harga pasar.

Ia menyebut kesaksian para prinsipal dan distributor di persidangan menunjukkan bahwa harga jual laptop kepada distributor berada di kisaran Rp4,3 juta hingga Rp4,7 juta, bahkan ada yang mencapai Rp5 juta.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
free online course
Tags: Chromebookcobisnis.comharga laptop chromebookNadiem MakarimPengadaan Chromebooksidang korupsi chromebook

Related Posts

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

ASABRI Perkuat Layanan Peserta di Bulan Dana Pensiun 2026

by Rizki Meirino
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT ASABRI (Persero) berpartisipasi dalam Kick Off Event Bulan Dana Pensiun 2026 yang digelar di kawasan Jalan...

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

Pokémon Siapkan Kolaborasi Wayang hingga Pokémon RUN

by Rizki Meirino
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – The Pokémon Company (TPC) mengumumkan sejumlah proyek dan kemitraan baru di Indonesia untuk tahun fiskal 2026-2027. Pengumuman...

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

by Rizki Meirino
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TikTok Food Fest 2026 kembali digelar untuk mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas kuliner dalam merayakan kekayaan...

Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana sederhananya setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia memilih kembali ke...

Sherly Tjoanda Geram, Setahun Menunggu Kepastian Lahan dari Kementerian Nusron

Sherly Tjoanda Geram, Setahun Menunggu Kepastian Lahan dari Kementerian Nusron

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan keluhan kepada DPR terkait belum adanya kepastian dari Kementerian Agraria dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

ASABRI Perkuat Layanan Peserta di Bulan Dana Pensiun 2026

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

Pokémon Siapkan Kolaborasi Wayang hingga Pokémon RUN

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

September 15, 2026
Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved