JAKARTA, Cobisnis.com – Waktu istirahat atau halftime dalam pertandingan olahraga bukan sekadar jeda, tetapi menjadi momen penting untuk memulihkan energi dan cairan tubuh. Menurut Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, Dr. Krissy Ladner, hidrasi yang tepat dapat menentukan performa atlet pada babak kedua.
Dr. Ladner menjelaskan bahwa atlet dapat kehilangan satu hingga tiga liter keringat setiap jam saat beraktivitas intens. Kehilangan cairan hingga dua persen dari berat badan saja sudah mampu menurunkan kecepatan, fokus, waktu reaksi, hingga meningkatkan rasa lelah secara signifikan.
Keringat tidak hanya terdiri dari air, tetapi juga mengandung elektrolit penting seperti natrium, klorida, kalium, magnesium, dan kalsium. Seluruh mineral tersebut memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saraf, kontraksi otot, keseimbangan cairan, hingga kesehatan jantung selama berolahraga.
Saat tubuh kehilangan terlalu banyak elektrolit, berbagai gejala dapat muncul, mulai dari kram otot, sakit kepala, pusing, hingga gangguan irama jantung pada kondisi yang lebih berat. Karena itu, air putih saja dinilai tidak selalu cukup untuk aktivitas fisik yang berlangsung lebih dari satu jam.
Dr. Ladner menyebut minuman olahraga dengan kandungan karbohidrat dan elektrolit lebih efektif untuk aktivitas intens berdurasi panjang. Selain menggantikan cairan yang hilang, minuman tersebut juga membantu memasok energi bagi otot dan otak serta meningkatkan penyerapan cairan di dalam tubuh.
Dalam pendampingannya terhadap atlet elite, Dr. Ladner menyarankan konsumsi 30–60 gram karbohidrat sederhana saat waktu istirahat pertandingan. Selain itu, atlet dianjurkan mengonsumsi sekitar 350–700 mililiter cairan selama jeda serta 120–240 mililiter setiap 15 menit selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, prinsip tersebut tidak hanya berlaku bagi atlet profesional, tetapi juga bagi pelari, pesepeda, maupun masyarakat yang rutin berolahraga. Siapa pun yang beraktivitas lebih dari 60 menit atau mengeluarkan banyak keringat sebaiknya memperhatikan asupan natrium dan karbohidrat, bukan hanya air putih.
Untuk memantau status hidrasi, Dr. Ladner menyarankan mengecek perubahan berat badan sebelum dan sesudah olahraga atau mengamati warna urine yang idealnya kuning muda. Ia menegaskan bahwa strategi hidrasi yang tepat merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga performa, mempercepat pemulihan, dan mengurangi risiko kelelahan selama berolahraga.













